Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Minggu, 28 Maret 2010

Blackout


Setelah dinilai sukses mengorbitkan singgel pertama berjudul ''Goodbye'', dan singgel kedua ''Letoy'', kini Blackout, grup band yang sejak awak berdiri mendeklarasikan pengusung setia warna rock n' roll merilis singgel ketiga, ''Resiko Orang Cantik''. Namun sedikit berbeda dengan dua singgel terdahulunya, yang juga telah dibuatkan klip yang mewah, dengan tulang dasar musik rock, n roll, pada singgel ketiganya, giliran warna blues yang mereka tawarkan.
Pilihan pada warna blues, sebagaimana dikatakan personil Blackout yang terdiri dari Azizi (vokal), Ega (gitar), Rere (drum), Iwan Xaverius (bass), dan Sastro (kibor) atas nama kesadaran musikalitas. Sebagaimana pada dua singgel terdahulunya, singgel terkini ''Resiko Orang Cantik'' dibuat atas nama kesadaran melawan kecenderungan warna musikalitas yang seragam dewasa ini. ''Yaitu, warna musik yang cenderung pop Melayu menye-menye,'' ujar Azizi, mengistilahkan dunia pop Melayu adalah dunia menye-menye atau cenderung cengeng.
Jika pada singgel ''Letoy'' penggarapan video klipnya melibatkan artis papan atas seperti Pevita Pearce, Arumi Bachin, Tika Putri, Asmirandah, Julie Estelle, Carissa Putri, dan Revalina S Temat sebagai modelnya, kini di singgel ketiganyapun, nama beken Mariana Renata dipinjam untuk memperkaya bahasa gambar klip, yang masih dirahasiakan biaya pembuatannya itu. Sekedar mengingatkan, pada pembuatan klip ''Letoy'' dipercaya Falcon Music, yang memperoduksi album Goodbye Blackout telah menggelontorkan dana sebesar Rp 450 juta.
Terlepas atau tidak terlepas dari besarnya biaya pembuatan video klip, Hb Naveen, bos Falcon Record berniat menghadirkan sebuah kualitas musik, yang tidak bergantung pada laris atau tidaknya penjualan angka RBT-nya. Dengan tetap menghadirkan warna musik yang terjaga, imbuh dia, dedikasi musikalitas dari pemusik yang bernaung di bawah labelnya, menjadi lebih baik, dan bermartabat. ''Karena mereka (para musisi) hanya berpikir tentang kualitas musikalitas, bukan yang lain,'' kata dia Jakarta, kemarin.
Apa yang dikatakan Naveen berkaca pada pengalamannya menjual album Mbah Surip, Ridlo Rhoma, dan Trio Macan, yang memberikan kebebasan musikalitas kepada musisinya. Apalagi, katanya lagi, dua personil Blackout adalah dua dari sedikit dedengkot musik rock di Tanah Air, yaitu Rere mantan drummer Grass Rock, dan Iwan Xaverius mantan bassist Edane. Musikalitas racikan Rere, dan Iwan itulah yang menjadikannya yakin singgel Blackout tidak terlalu mengalami resistensi dari pasar.
Dengan demikian, singgel lainnya yang terangkum di album ini, yaitu singgel ''Selalu Ada'', 'Cintaku'', ''Satu Alasan'', ''Terjadi Tanpa Cinta'', ''Tak Sanggup Lagi Denganmu'', dan ''Join Kopi'' dapat benar-benar akrab dengan publik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar