Menjelang penampilan Noah di Makassar, sempat diberitakan sejumlah
mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Makassar melakukan aksi demonstrasi
menentang kehadiran band ini. Mereka beralasan Ariel tidak pantas menginjakan kaki di Makassar karena sebelumnya tersangkut kasus video
porno.
Noah hari ini melangsungkan jumpa pers di Jakarta untuk membicarakan
persiapan mereka tampil di di MEIS Ancol, Jakarta, pada Jumat 2
November, pekan ini.
Ada pertanyaan wartawan yang menyinggung
masalah demonstrasi mahasiswa yang menolak kedatangan Noah. Drummer Reza
yang menjawab merasa tidak ada demo sama sekali saat mereka tiba di
Makassar.
"Kayaknya enggak ada apa-pa di Makassar kemarin," terang Reza
Uki juga menambahkan,"Awalnya kaget tapi pas sampai disana enggak ada
apa-apa, malah disambut. Di sana rame bahkan melebihi kota-kota
sebelumnya."
Uki merasa Noah punya kewajiban menemui para Sahabat di manapun walau banyak penolakan dari pihak lain.
"Kalau ada demo atau apa kita serahkan ke pihak Berlian. Kalau kita memungkinkan untuk show kita akan show," katanya.
Selasa, 30 Oktober 2012
Konser akhir tahun The Titans
Grup band The Titans akan sibuk setelah merilis album keempat, Kirana. Keyboardist Andika mengatakan, siap menggelar tur di November atau Desember.
Saat ini, band yang berdiri pada 8 Desember 2006 itu sedang menyusun jadwal tampil di beberapa kota di Indonesia.
"Ada rencana untuk tur, lagi diatur jadwalnya mungkin sekitar November atau Desember," katanya Berbarengan dengan peluncuran album, mereka juga merilis lagu jagoan ketiga, "Hingga Akhir Waktu". Sebelumnya, mereka sudah merilis dua single, "Harus Apa Denganmu", dan "Dengarkanlah".
Andika bercerita isi di lagu ini menggambarkan rasa cinta yang mendalam, "Lagu ini soal rasa sayang seseorang yang banget-banget, tapi baru kali ini ngerasain kangen, makanya akan menunggu "Hingga Akhir Waktu"."
Saat ini, band yang berdiri pada 8 Desember 2006 itu sedang menyusun jadwal tampil di beberapa kota di Indonesia.
"Ada rencana untuk tur, lagi diatur jadwalnya mungkin sekitar November atau Desember," katanya Berbarengan dengan peluncuran album, mereka juga merilis lagu jagoan ketiga, "Hingga Akhir Waktu". Sebelumnya, mereka sudah merilis dua single, "Harus Apa Denganmu", dan "Dengarkanlah".
Andika bercerita isi di lagu ini menggambarkan rasa cinta yang mendalam, "Lagu ini soal rasa sayang seseorang yang banget-banget, tapi baru kali ini ngerasain kangen, makanya akan menunggu "Hingga Akhir Waktu"."
JKT48
Puluhan remaja yang tergabung dalam JKT48 mengadakan tanda tangan buku baru mereka yang dilepas ke pasar 14 September lalu.
Penggemar JKT48 yang di dominasi remaja pria itu mengantre dengan membawa buku yang berisi mengenai keseharian dan profil masing-masing personel. Mereka menukarkan kertas putih yang berada di dalam buku yang berjudul Love JKT48 dengan tanda tangan salah satu personel tersebut.
"Buku ini isinya profil, keseharian mereka, terus pertama kali mereka teater," jelas salah satu official person dari JKT48, di Plasa FX Senayan, Jakarta
Teater itu sendiri merupakan acara rutin yang memang diadakan setiap hari di FX Lifestyle di lantai 3 jam 19.00 pada hari biasa, dan pukul 14.00 dan 19.00 pada weekend.
Penggemar JKT48 yang di dominasi remaja pria itu mengantre dengan membawa buku yang berisi mengenai keseharian dan profil masing-masing personel. Mereka menukarkan kertas putih yang berada di dalam buku yang berjudul Love JKT48 dengan tanda tangan salah satu personel tersebut.
"Buku ini isinya profil, keseharian mereka, terus pertama kali mereka teater," jelas salah satu official person dari JKT48, di Plasa FX Senayan, Jakarta
Teater itu sendiri merupakan acara rutin yang memang diadakan setiap hari di FX Lifestyle di lantai 3 jam 19.00 pada hari biasa, dan pukul 14.00 dan 19.00 pada weekend.
lingua
Grup vokal Lingua yang pernah mengisi industri musik dengan lagu-lagu
bersuara suara dari vokal Amara, Frans Mohede (yang kini jadi suaminya
Amara), dan Arie ternyata belum bubar.
Grup yang berdiri pada 1996 atas bentukan Yovie Widianto ini sudah lama tak menghasilkan karya baru. Lagu mereka cukup dikenal pada eranya seperti lagu "Bila Kuingat", "Jangan Kau Henti", "Tak'kan Habis Cintaku", "Aku", dan "Bintang".
Amara yang sebelumnya banyak menghiasi sinetron saat berjumpa dengan wartawan di Plaza Senayan menegaskan grup vokalnya hingga saat ini belum bubar.
"Lingua itu masih ada. Tapi bukan masih ada albumnya, tapi kita enggak bubar. Kita sudah berapa kali bikin album, tapi enggak pernah sampai selesai. Karena ada kesibukan masing-masing dan juga kepotong karena aku punya anak," terang Amara, kemarin.
Lebih lanjut, Amara menjelaskan bahwa sampai saat ini grup vokalnya belum memiliki kesepakatan membuat album.
"Tapi aku pingin juga sih bikin single. Mungkin kalau ada waktu, syuting sudah agak mereda, bisa lah," katanya. Mungkin ucapan Amara memberi sedikit angin segar kepada penggemarnya.
Grup yang berdiri pada 1996 atas bentukan Yovie Widianto ini sudah lama tak menghasilkan karya baru. Lagu mereka cukup dikenal pada eranya seperti lagu "Bila Kuingat", "Jangan Kau Henti", "Tak'kan Habis Cintaku", "Aku", dan "Bintang".
Amara yang sebelumnya banyak menghiasi sinetron saat berjumpa dengan wartawan di Plaza Senayan menegaskan grup vokalnya hingga saat ini belum bubar.
"Lingua itu masih ada. Tapi bukan masih ada albumnya, tapi kita enggak bubar. Kita sudah berapa kali bikin album, tapi enggak pernah sampai selesai. Karena ada kesibukan masing-masing dan juga kepotong karena aku punya anak," terang Amara, kemarin.
Lebih lanjut, Amara menjelaskan bahwa sampai saat ini grup vokalnya belum memiliki kesepakatan membuat album.
"Tapi aku pingin juga sih bikin single. Mungkin kalau ada waktu, syuting sudah agak mereda, bisa lah," katanya. Mungkin ucapan Amara memberi sedikit angin segar kepada penggemarnya.
Volts Band
Band beraliran rock alternatif, Volts Band yang diawaki Lani Leyli (vokal), Ones (gitar), dan Vetto (bas) kini gencar promo single “Fatamorgana” yang sebetulnya sudah rilis, Juli lalu.
Saat ditanya apa yang membuat band ini istimewa dibandingkan lainnya, mereka tak berbicara banyak. Pasalnya, dari sekilas orang melihat ada yang berbeda dengan vokalis band ini. Ones pun hanya memberi kode dengan memicingkan mata ke arah Lani, dan disambut tawa yang lainnya.
Akhirnya Lani yang pertama angkat bicara, “Aku memang gak pernah merasa jadi orang Indonesia, aku cuma tahunya gini doang. Tapi seru juga sih. Buat aku kan enggak aneh, memang begini.”
Vetto mengaku, kehadiran sosok Lani yang bule menjadi jualan bandnya.” Kita ngelihatnya itu memang selling point,” akunya.
Lebih lanjut Lani menjelaskan, kehadiran dirinya memberikan keuntungan lain dari bandnya, sehingga lebih mudah diingat. “Jadi orang ingat Volts, ‘Oh itu yang ada bulenya ya, hahaha’. Kalau vokalis bule memang (cuma) kita,” ungkapnya.
Vetto mengklaim, bandnya pertama kali mengusung vokalis bule. ”Kalau yang lain ada, tapi mungkin Indo ya,” jelasnya.
“Kalau Indo banyak ya, tapi kalau bule impor belum, hahaha,” sambut Lani.
Mereka juga menjelaskan, debut single “Fatamorgana” masih mengeksploitasi cinta, harapan palsu, dan kekecewaan.
“Yang orang dipikir indah awalnya, namun tidak demikian kenyatannya. Ini angkat tentang cinta. Seorang cewek yang mendapat janji-janji manis dari cowok tapi enggak begitu,” tandas Lani yang suka menyanyi sejak umur empat tahun itu.
Saat ditanya apa yang membuat band ini istimewa dibandingkan lainnya, mereka tak berbicara banyak. Pasalnya, dari sekilas orang melihat ada yang berbeda dengan vokalis band ini. Ones pun hanya memberi kode dengan memicingkan mata ke arah Lani, dan disambut tawa yang lainnya.
Akhirnya Lani yang pertama angkat bicara, “Aku memang gak pernah merasa jadi orang Indonesia, aku cuma tahunya gini doang. Tapi seru juga sih. Buat aku kan enggak aneh, memang begini.”
Vetto mengaku, kehadiran sosok Lani yang bule menjadi jualan bandnya.” Kita ngelihatnya itu memang selling point,” akunya.
Lebih lanjut Lani menjelaskan, kehadiran dirinya memberikan keuntungan lain dari bandnya, sehingga lebih mudah diingat. “Jadi orang ingat Volts, ‘Oh itu yang ada bulenya ya, hahaha’. Kalau vokalis bule memang (cuma) kita,” ungkapnya.
Vetto mengklaim, bandnya pertama kali mengusung vokalis bule. ”Kalau yang lain ada, tapi mungkin Indo ya,” jelasnya.
“Kalau Indo banyak ya, tapi kalau bule impor belum, hahaha,” sambut Lani.
Mereka juga menjelaskan, debut single “Fatamorgana” masih mengeksploitasi cinta, harapan palsu, dan kekecewaan.
“Yang orang dipikir indah awalnya, namun tidak demikian kenyatannya. Ini angkat tentang cinta. Seorang cewek yang mendapat janji-janji manis dari cowok tapi enggak begitu,” tandas Lani yang suka menyanyi sejak umur empat tahun itu.
Larocca Vs Armada
Perseteruan band Larocca dan Armada masih berlanjut. Menurut Larocca,
pihaknya masih memperkarakan kasus jiplak lagu yang dilakukan Armada,
dan tengah memersiapkan kembali sebuah tuntutan.
Sebelumnya, grup band Armada telah mengambil lagu Larocca berjudul "Pemilik Hati". Band yang dimotori Rico (vokal), Rizqo (gitar), dan Shera (drum) itu telah melakukan somasi terhadap Armada, namun tidak digubris. Kasus inipun seakan telah menghilang. Namun, Larocca memastikan masalah itu belum selesai dan masih akan berlanjut.
"Belum selesai sih, masih panjang, alot. Sekarang kan hukum bisa dibalik, kita lagi nyari yang sebenarnya. Kita minta perkuat sama orang-orang KCI, Polda. Kasus ini masih berlanjut sampai kapanpun," ujar Rio
Lebih lanjut Rio mengungkapkan, pihaknya memilih menunda sementara waktu kasus tersebut. Menurut Rio, mereka menerima beberapa masukan dari orang-orang sekitarnya agar tidak terlalu terburu-buru memainkan kasusnya.
"Ada yang bilang tahan dulu, soalnya takut mereka lebih menyerang dengan yang lebih kuat. Makanya kita lagi siapkan semuanya. Baru sekali kita keluar, habis itu enggak main-main lagi. Sudah 50 persen ke atas kasusnya, tapi kita target sebelum album kita keluar," tutup Rio.
Sebelumnya, grup band Armada telah mengambil lagu Larocca berjudul "Pemilik Hati". Band yang dimotori Rico (vokal), Rizqo (gitar), dan Shera (drum) itu telah melakukan somasi terhadap Armada, namun tidak digubris. Kasus inipun seakan telah menghilang. Namun, Larocca memastikan masalah itu belum selesai dan masih akan berlanjut.
"Belum selesai sih, masih panjang, alot. Sekarang kan hukum bisa dibalik, kita lagi nyari yang sebenarnya. Kita minta perkuat sama orang-orang KCI, Polda. Kasus ini masih berlanjut sampai kapanpun," ujar Rio
Lebih lanjut Rio mengungkapkan, pihaknya memilih menunda sementara waktu kasus tersebut. Menurut Rio, mereka menerima beberapa masukan dari orang-orang sekitarnya agar tidak terlalu terburu-buru memainkan kasusnya.
"Ada yang bilang tahan dulu, soalnya takut mereka lebih menyerang dengan yang lebih kuat. Makanya kita lagi siapkan semuanya. Baru sekali kita keluar, habis itu enggak main-main lagi. Sudah 50 persen ke atas kasusnya, tapi kita target sebelum album kita keluar," tutup Rio.
Musikimia minus piyu
Piyu tak dilibatkan oleh personel Padi lainnya membuat proyek band
bernama Musikimia yang di manajeri oleh gitaris Ari. Band ini
beranggotakan Yoyok, Rindra, Fadly, dan Steven Santoso.
Yoyok menuturkan, single akan segera meluncur dari band baru mereka.
"Insya Allah bulan depan rilis single," terang Yoyok saat bersama Ari
Ari yang menjadi gitaris Padi ini sengaja memilih berdiri di belakang layar. Katanya, dia ingin mencoba hal yang baru.
"Coba hal baru saja, kan kayaknya sudah cukup saya 15 tahun ada di grup band besar bernama Padi, juga untuk mengembangkan diri," jelas Ari.
Yoyok menjelaskan Musikimia berbeda dengan Padi karena mereka hanya menggunakan satu gitaris saja. Band ini nantinya akan membawa lagu dan meng-cover lagu milik musisi lain.
"Album sedang proses cuma single yang akan kita keluarkan dulu, paling cepat bulan depan," tandasnya.
Yoyok menuturkan, single akan segera meluncur dari band baru mereka.
"Insya Allah bulan depan rilis single," terang Yoyok saat bersama Ari
Ari yang menjadi gitaris Padi ini sengaja memilih berdiri di belakang layar. Katanya, dia ingin mencoba hal yang baru.
"Coba hal baru saja, kan kayaknya sudah cukup saya 15 tahun ada di grup band besar bernama Padi, juga untuk mengembangkan diri," jelas Ari.
Yoyok menjelaskan Musikimia berbeda dengan Padi karena mereka hanya menggunakan satu gitaris saja. Band ini nantinya akan membawa lagu dan meng-cover lagu milik musisi lain.
"Album sedang proses cuma single yang akan kita keluarkan dulu, paling cepat bulan depan," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)






