Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Rabu, 29 Desember 2010

full album The Virgin 2011


The Virgin bakal segera meluncurkan album baru pada bulan Januri mendatang. Dalam album ini mereka menciptakan lagu-lagunya sendiri. Menurut Mitha, Ahmad Dhani sudah percaya bahwa The Virgin bisa mandiri.
“Kalau lagu aku nyiptain full sendiri, aku dipercaya mas Dhani untuk nyiptain lagu sendiri. Terus sembilan lagu itu aku yang nyiptain, satu lagu akan recycle lagu lawas tahun 80-an. Jadi mas Dhani percaya The Virgin bisa mandiri,” tutur Mitha
Menurut Mitha hal yang belum bisa mereka capai pada tahun 2010 ini adalah album. Mereka mengatakan sudah mengidam-idamkan album baru sejak tahun 2008 namun belum kesampaian.
“Ya album ini, kita sudah mengidam-idamkan sejak 2008 lalu. Kita bener-bener pengen punya full album,” ucapnya.
Sementara untuk hal-hal yang sudah berhasil mereka capai, Mitha bersyukur mereka berhasil meraih banyak hal. “Alhamdulillah sudah banyak yang tercapai, jadi tidak perlu banyak yang dipikirin. Sedikit demi sedikit tercapai, tinggal albumnya yang belum,” pungkasnya.

domino jadi govinda


Karena pindah label dari Sony Music ke Nagaswara, grup band Domino pun ikut mengubah namanya menjadi Govinda. Ade, pemain gitar Domino (Govinda) memaparkan bahwa dengan label yang baru dia ingin juga membuka lembaran baru. Di samping itu Adi sendiri juga masih dikontrak oleh Sony Music.
“Singkat cerita kita pindah label, sekarang kita itu di Nagaswara terus (publishnya tetap di Sony karena aku pribadi kan, di kontrak Sony. Terus kita memutuskan buka lembar baru terus teamnya juga masih sama,” terang Ade
Mengenai nama sendiri, Ade mengatakan bahwa nama sebelumnya Domino berkonotasi tidak baik. Sehingga memutuskan mereka untuk mengambil suatu nama yang lebih baik dan catchy dan jatuhlah Govinda yang dari bahasa India yang berarti dewa kemakmuran. Dengan filosofi ini mereka berharap bisa memakmurkan personilnya.
“Itu memang diambilnya dari bahasa India. Jadi Govinda kan dewa pembawa kemakmuran keluarga kalau dari bahasa India. Jadi mudah-mudahan bisa memakmurkan masing-masing personilnya,” ujarnya yang mencomot nama tersebut dari salah satu lagu Kula Shaker yang berjudul Govinda Jaya-Jaya.
Dengan berubahnya dari nama Domino ke Govinda, Ade mengatakan bahwa dia tak takut akan kehilangan imej ataupun fans karena mereka siap mengikuti perubahan dari band tersebut.
“Ya kalau fans sama sih sama sekali gak hilang karena mereka langsung ngikut, dari Domino Mania jadi Govinda Mania,” tukasnya.

lagu lagu yang tergaung selama 2010


Dalam hitungan hari, tahun 2010 akan berlalu dan sebentar lagi 2011. Sedikit menengok ke belakang, banyak sudah lagu Indonesia yang hadir mewarnai kehidupan kita sepanjang tahun 2010. Ada yang sekadar lewat begitu saja, sebaliknya ada pula sejumlah lagu yang terasa hadir di mana-mana, di sekeliling kita dalam kurun waktu tertentu. Tanpa sengaja, lagu-lagu yang terasa tiba-tiba muncul di mana-mana itu sering membuat kuping kita seperti dikepung dari berbagai arah. Coba perhatikan. Diputar di radio, televisi, kantor, rumah makan, pusat belanja, hingga lapak kaki lima dengan berbagai versi. Mulai dari versi penyanyi aslinya hingga versi berbagai penyanyi lain. Itu masih ditambah dengan bahasan soal lagu itu di berbagai media massa, baik elektronik, cetak maupun online. Kalau sudah begitu, soal apakah lagu itu enak didengar atau norak tidak lagi jadi faktor penting. Kesan yang muncul adalah “ganggu”. Tenang, arti “ganggu” di sini bukan selalu dalam arti negatif (meskipun kadang-kadang juga terasa menjengkelkan), tapi lebih menyangkut faktor “terlalu sering diputar” sehingga membuat lagu itu seperti terngiang-ngiang terus di telinga. Istilah dalam bahasa asing yang mungkin paling mendekati adalah “overplayed”.
Masih kurang paham? Lagu Ada Apa Denganmu-nya Peterpan adalah contoh paling ‘legendaris’ untuk lagu yang termasuk kategori “ganggu” atau “overplayed” pada zaman 2000an saking seringnya lagu tersebut diputar di mana-mana pada zaman itu. Sepertinya sejauh ini belum ada lagu lain yang bisa melampaui level “ganggu” lagu andalan Peterpan dari album Bintang di Surga (2004) itu
Nah, iseng-iseng, saya coba mengingat-ingat apa saja lagu Indonesia yang menurut saya tergolong dalam kategori “ganggu” di tahun 2010. Beberapa di antaranya memang bukan lagu favorit saya, tapi sekali lagi, ini bukan soal favorit, bagus, jelek, atau norak. Ini soal lagu yang kepopulerannya terasa ‘overdosis’, meskipun bagi masing-masing orang bisa saja berbeda pendapat. Kalau menurut versi saya, inilah daftarnya:
1. Keong Racun – Lissa
2. Cinta Satu Malam – Melinda
3. Jangan Memilih Aku – Anang dan Syahrini
4. C.I.N.T.A – D’Bagindas
5. Mau Dibawa ke Mana – Armada
6. Pelan-pelan Saja – Kotak
7. Ya Sudahlah – Bondan Prakoso
8. Susis - Sule
9. Narsis – Saykoji

Minggu, 26 Desember 2010

tahun depan siap rilis


Bagi sebagian musisi tenyata manggung di penghabisan tahun bukanlah hal yang wajib dilakukan dan ini yang menjadi prinsipnya Alexa.
Alexa mengaku untuk tahun baru ini tidak akan terlalu mengejar target harus manggung di tahun baru. Bagi mereka jika ada tawaran pasti dipertimbangkan dan kalau tidak ada, tidak akan dipaksakan.
“Tawaran manggung kita tahun baru ini lumayan banyak, tapi kebanyakan dari luar kota, kita sih nyarinya yang Jakarta aja. Tapi kalau kira-kira tawarannya enggak sreg, ya kita enggak bakal maksa buat manggung. Biarin aja deh,” ungkap Wisnu, Manager Alexa.
“Kan ada yang ngejar target harus manggung, kalau kita sih enggak bakal kayak gitu, apalagi sampe nurunin harga, hahaha.. kayaknya enggak deh biarin aja. Kalau ada yang mau syukur, kalau enggak juga gak apa-apa,” katanya
Memang bayarannya mahal banget ya?
“Kalo tahun baru itu kan event besar, beda dengan yang lainnya. Tarifnya juga pastinya enggak kayak yang regular, bisa sampai naik empat kali lipat. Ya itu wajarlah, memang begitu,” lanjutnya.
Wisnu juga mengatakan jika para anggota Alexa sudah menetapkan tidak akan mengambil tawaran manggung di luar kota, karena mereka ingin dekat dengan keluarga di tahun baru nanti apalagi karena dua personilnya sudah berkeluarga.

albym ke 8 nya Tonny Q


Musisi reggae senior, Tony Q merilis albumnya yang ke delapan. Tony membawakan lagu-lagunya secara akustik di album yang berjudul ‘Kurang Tambah’ itu.
“Ini album yang kesannya sederhana. Artinya, meskipun dengan alat yang kurang, tapi masih bisa menambah kemaksimalan saya dalam membuat lagu. Jadi, ada tantangannya sendiri," ujar Tony
Sebanyak sepuluh lagu dimasukan ke dalam album musisi 49 tahun ini. Di album ini Tony banyak memasukan alat-alat musik seperti suling, gendang jaipong, hingga terompet. Hasilnya, musik reggae terdengar begitu menyatu dengan musik etnik Indonesia.
"Kalau alatnya yang pasti pakai jimbe. Tapi saya pakai juga suling, terompet, atau gendang jaipong. Bagi saya, musik reggae itu tidak harus berbau jamaica, tapi juga bisa memasukan musik etnik asli Indonesia seperti Jawa atau Sunda. Tapi buat musik reggae juga isi lirik lagunya menjadi hal terpenting," jelasnya.
Musisi yang menjadi salah satu pionir musik reggae di Indonesia ini, tetap tak kehilangan idealismenya. Tak heran, jika kawan akrab komedian Tukul ini tak peduli albumnya laku atau tidak.
"Biarkan semua orang menimbang dan memilih. Saya tidak peduli mau terkenal atau kaset saya laku atau tidak. Karena saya cuma buat karya yang saya suka. Jadi soal komersialitas biar mengalir saja," paparnya.

saintloco kembali


Setelah vakum hampir tiga tahun, Saint Locco kini mantap mengeluarkan album ketiga.
Penggarapan album Saint Locco ini sebenarnya sudah sejak 2,5 tahun yang lalu, namun sempat tertunda karena berbagai masalah yang menimpa band tersebut, mulai dari ditinggalkan personelnya sampai pindah label rekaman.
“Sebenarnya album ketiga ini udah digarap dari 2,5 tahun yang lalu, cuma ketunda terus. Sekarang kita bikin lagi dari ulang,” ungkap Berry vokalis Saint Locco.
“Musik sih enggak ada yang berubah, tetap hiphop. Tapi kali ini benar-benar full band karena kita udah enggak punya DJ lagi. Dari sini kita bener-bener mengeksplor musiknya dan pastinya banyak pendewasaan dalam album ini, karena banyak pengalaman pahit dalam 2,5 tahun itu,” cerita Berry
Berry menambahkan bandnya saat ini sedang sangat bersemangat menggarap album ketiga, apalagi setelah drummernya kembali lagi ke Saint Locco.
Berry mengatakan untuk single pertamanya nanti akan dirilis pada Februari 2011 nanti, sedangkan untuk single kedua dan album ketiganya akan dirilis berbarengan pada bulan April 2011. Namun berry masih merahasiakan tentang judul album ketiga
tersebut.

edwin dan side job


Walau membesut band baru, bagi Edwin itu sebagai side project yang imbasnya akan mematangkan musik Cokelat. Dia menjamin tak akan sampai meninggalkan Cokelat, band yang berjasa membesarkannya.
“Cokelat bagi saya tetap utama, yang penting profesional. Dulu juga banyak yang gue kerjain seperti jadi instruktur gitar, rockstar kolaborasi, dan macam-macam dan tak pernah mengganggu Cokelat,” tutur Edwin Marshal sang gitaris.
Lanjutnya, Band ini dibentuk dengan landasan idealisme anti kemapanan, soal komersil tidak begitu diungkit oleh mereka. Hingga target penjualan lagu dalam bentuk fisik maupun digital tak begitu diprioritaskan.
“Kita kalau sudah bicara soal fans, pasar, dan penjualan, band ini tak akan pernah jadi. Kita jalani dulu, kita ingin senang-senang di band ini,” katanya.
Edwin berharap pada khalayak, band bentukannya ini bisa diterima baik oleh masyarakat karena esensi musiknya bukan karena figur.
"Mudah-mudahan single-nya sudah bisa keluar satu atau dua bulan ini," harapnya