Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Senin, 26 Juli 2010

NAFF


Kabar terbaru muncul dari band yang mempopulerkan hits Akhirnya Kumenemukanmu, Naff. Adi, sang vokalis bersuara lembut mengundurkan dirid dari band yang membesarkan namanya.
Adi sebenarnya telah mengundurkan diri sejak memasuki tahun 2010 yang lalu. Kini personel lainnya yang tersisa pun tengah mencari vokalis penggantinya.
“Benar kita ganti vokalis, adi memutuskan untuk mengundurkan diri” kata Dedi sang gitaris.
Dedi pun membantah adanya anggapan bahwa keluarnya Adi dikarenakan hubungan yang tidak baik antar personel. Dedi mengaku hubungan personel Naff lainnya dengan Adi masih lancar, bedanya sekarang hubungan mereka tak ada ikatan kerja.
Keputusan Adi yang mengundurkan diri ini tak dihalangi personel lainnya. Mereka menerima keputusan Adi dengan besar hati.
“Yang penting kedepannya kita berusaha yang terbaik saja. Perubahan ini semoga mengarah ke hal yang positif” ujar Dedi.

Jumat, 23 Juli 2010

Kidnap Katrina Reuni dan Menyiapkan Album Baru


Di pertengahan tahun ’90-an, komunitas Potlot—sebelum jadi tempat berkumpulnya Slankers—adalah tempat berkumpulnya anak muda kreatif dengan gairah musik yang tinggi. Dari sana lahir banyak band, salah satunya Kidnap Katrina yang pernah merilis album berjudul Kidnap Katrina [1993], dengan salah satu hits-nya “Biru”. Setelah bubar, vokalis band alternatif rock ini kemudian semakin dikenal publik, apalagi setelah dia berduet dengan Krisdayanti. Dan karir bernyanyi Anang Hermansyah pun lebih lama dibandingkan Kidnap Katrina. Tahun 2003, Kidnap Katrina melakukan reuni di konser ulang tahun Slank yang digelar di Lebak Bulus. Itu kali pertama mereka tampil kembali sejak tahun ’94.
Lantas, medio 2009, dalam sebuah pesta ulang tahun anak Anang, drummer Massto Sidharta dan gitaris Koko melemparkan ide untuk melakukan reuni. Anang dan gitaris Damon Koeswoyo menyambut baik ide ini, tapi karena kesibukan para personel ide ini tertahan dan tak langsung terwujudkan.
“Terus gue ketemu lagi sama Anang waktu lagi liburan di Bali. Dia dengan semangat 2000, bukan semangat ’45 lagi bilang, “Ayo dong kita mulai. Gue free nih.” Itu baru pas dia setelah cerai,” kata Massto
Maka, pada medio Februari 2010, Kidnap Katrina berkumpul kembali di sebuah studio di kawasan Radio Dalam. “Asik aja, chemistry-nya masih nyambung walaupun udah lama nggak ketemu,” kata Massto. Di pertemuan itu, mereka melakukan jam session dan membawakan lagu baru. Di pertemuan pertama itu, iseng-iseng mereka mengaransemen ulang lagu “Separuh Jiwaku Pergi” yang telah lebih dulu dilempar ke pasaran oleh Anang. “Awalnya sih Anang cerita bahwa dia sebenernya ngerasa lagu itu bisa lebih kuat lagi. Dia penasaran kalau sama Kidnap jadi kayak apa, ya udah dicoba aja. Akhirnya dibikin deh, padahal itu mendadak idenya. Lagu itu temanya jadi blues,” kata Massto.
Hingga kini, mereka telah merekam delapan lagu [satu di antaranya lagu “Separuh Jiwaku Pergi”]. Tapi, Kidnap Katrina tak hanya ingin merilis album yang berisi lagu-lagu baru, mereka juga ingin melakukan mixing ulang [rencananya akan dikerjakan oleh Indra Q] terhadap album pertama mereka sehingga nanti album kedua Kidnap Katrina adalah sebuah double album. “Soal kesempatan di industri musik, yaa terutama buat kami sih, ini untuk menyalurkan aspirasi dan inspirasi. Tapi ya kalau gua pribadi terhadap temen-temen sih percaya ini bisa oke, karena gua tahu kapasitasnya masing-masing,” kata Massto. Soal musik, Massto mengatakan Kidnap Katrina masih membawa warna musik mereka yang dulu [Massto menyebutnya, rock dengan sedikit pengaruh dance], tentu saja dengan pengaruh pengalaman hidup para personel mereka sejauh ini. Bassis orisinal mereka, Gorgha Pasaribu kini tinggal di Sukabumi sehingga belum terlibat dalam proyek ini dan sementara Kidnap Katrina memakai additional bassist. Massto juga tak mengatakan soal mencari pengganti kibordis mereka, almarhum Teguh Sutomo.
Soal keseriusan terhadap reuni ini, Massto mengatakan komitmen mereka sudah kuat. Kebetulan, Dadakoe band yang didirikan Damon sedang vakum. Massto juga mundur sebagai Road Manager demi mengurusi bisnis yang sedang dijalankannya, sehingga membuat dia bisa lebih mudah mengatur waktu dengan Kidnap Katrina. Sedangkan untuk jadwal Anang, staf dari manajemen Anang selalu mengabari jadwal kosong Anang supaya Kidnap Katrina bisa mengatur jadwalnya.
“Rencananya rilis Desember, paling telat Januari. Pokoknya nggak boleh lebih, anak-anak juga bilang, “Pokoknya Januari 2011 kan Nang? bukan 2012,” karena 2012 belum tentu dunia masih ada,” kata Massto seraya tertawa.

Ariyo Wahab bikin rock n’ roll band


Sebetulnya, sebelum Ariyo Wahab diajak bergabung dengan The Dance Company, dia sudah punya rencana untuk membuat rock n’ roll band bersama Coki, seorang gitaris yang sangat terpengaruh Keith Richards dan menjadi gitaris di band cafe bernama Lemon Tea. Ariyo Wahab mengenal Coki sejak dia masih kecil. Coki tergabung dengan band di mana kakaknya Ariyo menjadi vokalis. Coki menjadi Keith Richards, kakak Ariyo menjadi Mick Jagger-nya di band yang membawakan lagu-lagu The Rolling Stones itu.
“Coki itu gitaris hebat, cuma belum dikenal banyak orang,” kata Ariyo.
Tapi, rencana sejak tahun 2007 itu harus tertunda begitu The Dance Company [TDC] berdiri dan Ariyo sibuk berpromosi band itu. Kawan-kawannya di TDC mengetahui soal proyek musikal yang sedang direncanakan Ariyo ketika dia diajak bergabung dengan TDC. Rabu [14/7] siang, di kantor Nagaswara, Ariyo mengenalkan band barunya yang bernama Free On Saturday [F.O.S]—alasan pemilihannya mudah ditebak, karena mereka hanya bisa berkumpul di hari Sabtu—kepada para jurnalis. Perusahaan rekaman itu yang dituju Ariyo untuk ditawarkan, karena TDC sudah lebih dulu rilis album oleh Nagaswara.
“Kami merilis F.O.S. karena Nagaswara pengen punya band kayak gini. Pokoknya saya harapkan tahun ini jadi tahun rock,” kata Rahayu Kertawiguna dari Nagaswara.
Selain Coki, mereka mengajak Benny untuk memainkan kibord. Ariyo mengatakan bahwa tiga orang sudah cukup, demi memudahkan untuk proses kreatifnya. Selebihnya, biarlah mereka merekrut additional players. “Begitu gua denger Coki maenin gitarnya, nada-nada vokal gua keluar dengan mudah dan enak sampe akhirnya jadi musik yang kami banget. Setelah ketemu Coki, terjadilah kecocokan. Waktu gua dengerin materinya ke Pak Rahayu, dia seneng. Katanya ini band kayak band Australia, kayak musik bule!” kata Ariyo sambil tersenyum.Untuk sementara, Free On Saturday hanya akan merilis single: yang pertama dilempar adalah “Mama Bilang”, sebuah lagu dengan nafas rock n’ roll yang kental pengaruh The Rolling Stones, Aeorosmith, The Black Crowes dan Lenny Kravitz. Sebenarnya tujuh lagu telah selesai direkam, tinggal menunggu mixing. Tapi mini album itu baru akan dirilis rencananya bulan Desember tahun ini. Sebelum itu rilis, Nagaswara akan merilis dua single F.O.S. dalam sebuah album kompilasi rock bersama band-band Nagaswara lain yang memainkan musik rock [beberapa band rock yang ada di bawah Nagaswara adalah Koil, Endank Soekamti dan Funky Kopral].
“Gua sih pengennya musik F.O.S. lebih banyak maen di out door, karena sama TDC gua lebih sering maen di indoor. Nggak tahu kenapa, tapi orang-orang lebih banyak ngundang TDC buat maen di indoor, makanya waktu beberapa hari lalu kami maen di outdoor seneng banget. Mudah-mudahan sama band yang baru ini, tawaran buat manggung outdoor lebih banyak,” kata Ariyo.
Walau Ariyo menjadi vokalis di band baru ini, bukan berarti dia hengkang dari TDC. Sebuah SMS yang dikirim oleh publisisnya untuk mengundang jurnalis datang, malah menghembuskan gosip soal Ariyo tak cocok dengan Pongki Barata—sebuah langkah yang sebenarnya kurang disukai Ariyo. “Gua nggak mau band ini terangkat karena berita negatif yang dihubungkan sama Dance Company. Tapi, anak-anak juga udah memperingati gua, supaya siap-siap ditanya sama orang,” kata Ariyo.
Nyatanya, Ariyo Wahab mendapat restu penuh dari kawan-kawannya di The Dance Company. Dia menepis anggapan bahwa dengan mendirikan band rock n’ roll, publik akan kebingungan dengan imej Ariyo di dua band rock n’ roll.
“The Dance Company itu bukan band rock n’ roll. Kebetulan aja masyarakat kenal pertamanya dengan lagu “Papa Rock n’ Roll” tapi kalau didengerin satu album, itu musiknya bervariasi. Soal bagaimana gua membagi waktu antara The Dance Company dan Free On Saturday, biarlah itu jadi masalah gua, nggak perlu dibagi sama orang lain,” katanya.

Selasa, 20 Juli 2010

Buluk, vokalis yang merangkap gitaris Superglad


Sudah saatnya musisi-musisi kita menggunakan produk buatan Indonesia
Gear macam gitar, bass dan drum yang banyak nongol di toko-toko alat musik Indonesia saat ini memang masih banyak didominasi Gibson, Fender, Ibanez, Yamaha, dan Prince nasional. Hebatnya, semua laris. Padahal sebagian kecil dari produk terkenal itu pun sebenarnya dibuat di Indonesia. Label Made in Indonesia tertempel dibalik produk besar asal nagri.
“Banyak musisi kita yang belum nengok kualitas gear lokal. Sugesti-sugesti dan persepsi diawal mampu memengaruhi kecintaan untuk memakai produk tersebut tanpa memedulikan produk lainnya secara terus menerus. Padahal kalau aja berani melawan sugesti dan beralih untuk mencoba, pasti akan persepsinya beda. Kualitas gear lokal itu sebenarnya punya kualitas internasional,” ujar Buluk, vokalis yang merangkap gitaris Superglad, serius.
Nah, Buluks Punya senjata andalan sendiri. ini dia:
Senjata:

Radix Luks Series

Spesifikasi:

- Mahagony body, flat top, 45 mm thick

- Medium jumbo fret, 24 fret

- Bound rosewood fret board, 14” radius 41 mm wide a the nut.

- 12 degree angled headstock

- 1 volume control, 1 three way toggle switch

- Die cast 14:1 tuners

- TESTLA PLASMA III ‘S’ pickups for bridge and neck

- Stop Tail with Tune O Matic brigde

Alasan memilih:
Pertama ditawarin gue langsung jatuh hati. Bentuk, bunyi, dan neck gitar yang gue coba canggih banget. Gila, ini sih gitar profesional, pikir gue.
Apalagi seorang gitaris handal seperti Eet Sjahranie (Edane) dan Bluey (Incognito) aja pakai. Nah, gue yang bukan gitaris beneran nggak ada alasan buat nolak. Kualitasnya pasti nggak main-main. Akhirnya gue terima tawarannya dan dibuatin custom seri gue dengan nama Radix Luks Series. Karena kebutuhan gue di band cuma rythm dan nggak perlu yang canggih-canggih, gitar ini mendukung karir bermusik gue bersama Superglad.
Keuntungan lagi jika pilih gitar buatan lokal adalah ketika rusak kita bisa langsung memperbaiki di pabriknya. Beda sama merek-merek internasional.”

Endank Soekamti


Kembali bukan hanya untuk eksistensi semata, tetapi juga untuk kepuasan penggemar.
Sebuah band bukanlah apa-apa tanpa keberadaan penggemar. Hal itulah yang benar-benar dirasakan dari Erix (bass/vokal) Dory (gitar/vokal) dan Ari (drum) dari Endank Soekamti. Album keempat anak-anak Jogjakarta ini dianggap sebagai wujud terima kasih Erix cs. buat para penggemar setia mereka alias Kamtis.
"Rasa kekeluargaan di album baru bener-bener kerasa. Selain kami semua memang sudah berkeluarga, Kamtis juga udah jadi bagian dari kami. Tiga tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menghasilkan album. Tapi Kamtis selalu ngasih sokongan bagi kami," ungkap Erix ketika berkunjung ke markas Hai Online.
Sebagai informasi, saat ini lebih dari 5000-an Kamtis hadir bila Endank Soekamti perform di sekitar pulau Jawa. Misalnya, ketika sedang manggung di Solo, Kamtis dari Yogyakarta, Semarang, Salatiga, Ngawi serta Jakarta pun tak segan hadir. Berdasarkan catatan di fans page facebook Endank Soekamti, anggotanya sudah lebih dari 27.000.
Album baru yang bertajuk soekamti.com rencananya akan rilis pertengahan Juni ini. Momen ini akan jadi lebih istimewa karena band yang dikenal memiliki lirik lagu segar dan jenaka ini akan merilis tv online sendiri. Sebelumnya Endank Soekamti sudah memiliki radio online bernama Soekamti FM.

ICEMA 2010


Indonesia Cutting Edge Music Award 2010 pun sukses digelar. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, ajang ini mampu menyuguhkan aksi menarik para musisi cutting edge dari berbagai genre musik.

Mereka yang menyabet penghargaan tahun ini adalah:

KATEGORI FAVORITE ALTERNATIVE SONG
Efek Rumah Kaca - Kenakalan Remaja di Era Informatika
C.U.T.S. - Beringas
Monkey To Millionaire - Strange Is The Song In Our Conversation
The Upstairs - Ekspetasi Nol
Sore - Vrijeman

KATEGORI FAVORITE WORLD MUSIC SONG.
Tompi - Hello Sallamualaekum
Kroncong Tenggara - Kroncong Tenggara
Kunokini - Indo Baru
Saratus Persen - Midnight Sky
Akordeon - Moving

KATEGORI FAVORITE SINGER - SONGWRITER.
Adhitia Sofyan - Adelaide Sky
Frau - Mesin Penenun Hujan
Zeke Khaseli - Pipis Di Celana
Leonardo - Insecure
The Wispy Hummers - My Love

KATEGORI FAVORITE ROCK SONG.
The Sigit - Money Making
Seringai - Mengibarkan Perang
Koil - Suaramu Merdu
The Flowers - Rajawali
The Hydrant - Bali Bandidos

KATEGORI FAVORITE REGGAE AND SKA SONG.
Shaggy Dog - Honey
Souljah - Tak Selalu
Tony Q - Republik Sulap
Ras Muhammad - JAH is Love
Dubyouth - Bomb Da Town

KATEGORI FAVORITE PUNK/HARDCORE SONG.
Superman is Dead - Kuat Kita Bersinar
Rocket Rockers - Terobsesi
Superglad - Diktator
Marjinal - Luka Kita
Scared of Bums - Terlalu Serakah

KATEGORI FAVORITE POP SONG.
Maliq N D' Essential - Pilihanku
Endah N Rhesa - When You Love Someone
Naif - Let’s Go Disco!
Mocca - Lucky Me
White Shoes and The Couples Company - Senja Menggila

KATEGORI FAVORITE METAL SONG.
Dead Squad - Manufaktur Replika Baptis
Siksa Kubur - Memoar Sang Pengobar
Nemesis - About Eve
March - Teori Konspirasi
Komunal - Pasukan Perang Dari Rawa

KATEGORI FAVORITE COMEDY SONG.
Jiung - Nang Ning Nung (Versi Gambang Kromong)
Nunung Cs - Spakbola
Om Bagus - Chinesse Food
Sir Dandy - Anggur Merah
Happy Day - Om Teroris

KATEGORI FAVORITE JAZZ SONG.
Barry likumahuwa - Mati Saja
Tohpati Ethnomission - Save The Planet
Javajazz - Java’s Weather
Sketsa - Childhood’s Dream
Simak Dialog - Disapih

KATEGORI FAVORITE FOLK/COUNTRY SONG.
Tigapagi - Menari
Andre Harihandoyo and Sonic People - Flood Song
Dialog Dini Hari - Pagi
Ray D' Sky - Angel
Firzy O - Perfect Morning

KATEGORI FAVORITE ELECTRONICA SONG.
Goodnight Electric - Interval
Agrikulture - The Last Chorus of Lullaby Rhymes
Mobil Derek - Aku Bosan Dengan Musik
Bottle Smoker - Walls
DVDBOY - I Wanna Be Your Man (feat BEE)

KATEGORI FAVORITE BLUES SONG.
Gugun and Blues Shelter - When i see u again
70's Orgasm Club - Indonesia Supermarket Bencana
Speaker 1st - Dunia Milik Kita
Wonder Bra - Indie-V
Sister Morphin - Baik Untuk Ku

KATEGORI FAVORITE EMO SONG.
Killing me Inside - Torment
Alone at Last - Muak Untuk Memuja
Pee Wee Gaskins - Dibalik Hari Esok
Killed By Butterfly - Remnants
Sweet as Revenge - Potret Kehampaan

KATEGORI FAVORITE HIP HOP/R AND B SONG.
J. Flow - Ku Ada Bagimu
Homicide - Tantang Tirani
Jahanam - Cintamu Sepahit Topi Miring
Boogiemen - Last Call
Yacko - That Girl Yacko

KATEGORI FAVORITE DANCE SONG.
Dj Riri Mestika - Last Call
Ape on The Roof - Psshh!
Racun Kota - Sanax
Electron45 - Menggila
Dj Romy - State of Spiritual Bliss feat. Delizious Devina

KATEGORI FAVORITE ARTWORK FROM ALBUM.
Superman Is Dead - The Angels and The Outsider
The Sigit -Hertz Dyslexia
The Trees and The Wild - Rasuk
The Upstairs -Magnet! Magnet!
Java Jazz - Joy! Joy! Joy!

KATEGORI FAVORITE ALBUM PACKAGING.
Maliq N D' Essentials - Mata Hati Telinga
Seringai - Serigala Militia (Repackaged)
Tika and The Dissidents - The Headless Songstress
Vincent Vega - Always Hard To Make A Change Just Like How To Stay The Same
Teenage Death Star - Long Way To Nowhere

KATEGORI FAVORITE SOLO ARTIST /BAND
Adhitia Sofyan
Tony Q
Ras Muhammad
Anda
Om Bagus

KATEGORI FAVORITE BAND GROUP OR DUO.
Superman is Dead
Efek rumah Kaca
The Sigit
Endah N Rhesa
Rocket Rockers
Sup

KATEGORI BEST NEWCOMER

Stereocase,
Monkey To Millionaire
Angsa & Serigala
Murasaki
Waza
Stereo Conspiracy
Windri Marietta & Friends
King Of Panda
Lipstick Lipsing

Best Album:Kamar Gelap - Efek Rumah Kaca
Most Inspiring Artist: PAS Band

Daftar Pemenang Terfavorit ICEMA 2010:

1. Favorite Alternative Song:
“Kenakalan Remaja di Era Informatika” - Efek Rumah Kaca
2. Favorite World Music Song:
“Hello Sallamualaekum” - Tompi
3. Favorite Singer/Songwriter:
Adhitia Sofyan - “Adelaide Sky”
4. Favorite Rock Song:
“Money Making” - The S.I.G.I.T.
5. Favorite Reggae and Ska Song:
“Honey” - Shaggydog
6. Favorite Punk/Hardcore Song:
“Kuat Kita Bersinar” - Superman Is Dead
7. Favorite Pop Song:
“Pilihanku” - Maliq N D’Essentials
8. Favorite Metal Song:
“Manufaktur Replika Baptis” - Dead Squad
9. Favorite Comedy Song:
Jiung - “Nang Ning Nung – Versi Gambang Kromong”
10. Favorite Jazz Song:
“Mati Saja” - Barry Likumahuwa
11. Favorite Folk / Country Song:
“Menari” - Tigapagi
12. Favorite Electronics Song:
“Interval” - Goodnight Electric
13. Favorite Blues Song:
Gugun and Blues Shelter - “When I See U Again”
14. Favorite Emo Song:
“Torment” - Killing Me Inside
15. Favorite Hip Hop / R&B Song:
“Ku Ada Bagimu” - J. Flow
16. Kategori Favorite Dance Song:
DJ Riri Mestika - “Last Call”
17. Favorite Artwork from Album:
“The Angels and The Outsider” - Superman Is Dead
18. Favorite Album Packaging:
“Mata Hati Telinga” - Maliq N D’Essentials
19. Favorite Solo Artis/Band:
Adhitia Sofyan
20. Kategori Favorite Band Group or Duo
Superman Is Dead

Last Child


Terbentuk awal tahun 2006, Virgoun (vokal/gitar), Dhimaz (bass) dan Ary Ceper (drum) yang tergabung dalam Last Child. bikin pasar musik lokal makin berisik lewat gempuran punk rock yang mereka usung.
"Punk adalah inti musik kami. Dulu kami rajin memainkan old school punk seperti Blink 182, MXPX dan Greenday. Seiring berjalannya waktu, referensi musik kami semakin bertambah. Kami juga tak segan memasukkan unsur synthesizer di beberapa lagu. Itu yang membuat musik yang kami mainkan lebih berwarna," buka Virgoun.
Kemunculan album perdana berjudul Grow Up di bawah label Crazy Monkey menjadi awal bagus bagi band asal Utan Kayu ini. Tambahan album kedua Everythink We Are Everythink makin mempertegas kalau Last Child tak setengah-setengah memainkan punk. Lagu-lagu mereka seperti Diary Depresiku dan Pedih pun jadi omongan.
Secara tiba-tiba, kuartet ini membawakan cover lagu yang nggak terduga.
Memang perlu pancingan ampuh untuk bikin atmosfer seru di depan panggung. Hal ini berlaku banget buat para personil Last Child yang tampil di panggung Dunia Bola Telkomsel yang digelar di Gor Bulungan. Para penggemar mereka memang sudah siap di depan panggung, ta[i semuanya masih melempem, jack! Belum bikin geregetan!
Beruntung Last Child punya persiapan jurus ampuh, kelar membawakan beberapa lagu sebelumnya, akhirnya juus tersebut keluar, yaitu membawakan cover lagu Mungkinkah dari Stinky! Sekilas lagu tersebut memang lembek, tapi faktanya lagu lawas tersebut sukses mereka bawakan dengan asik dan membuat semuanya bernyanyi bersama. Penonton seperti terhibur tiada terkira deh. Gokil!