Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Minggu, 30 Mei 2010

Mantan gitaris Sheila on 7


Mantan gitaris Sheila on 7, Sakti terlihat berubah penampilan. Kini ia makin religius dan kiblat musiknya berubah. Lewat single teranyar Selamatkan, Sakti gak menyentuh bau-bau cinta, seperti saat di Sheila on 7. Ia justru lebih religi, yang mengarah ke alam. Dalam lagu Selamatkan, ia mengusung soal bencana-bencana di Indonesia, seperti gempa dan tsunami.
Hari ini Sakti baru menyelesaikan video klip dari single-nya tersebut. Klip ini mengambil tempat di Pantai Parangtritis, Yogyakarta dengan mengambil konsep idiom dan antagonis. D imana Fajar Nugros sang sutradara banyak menonjolkan cuplikan-cuplikan bencana dan beberapa adegan yang menggetarkan jiwa.
“Kali ini aku emang lebih religius, makanya video klipnya, bikin orang-orang supaya bertobat,” terang Sakti yang berangan-angan pengen bikin pesantren.
Albumnya sendiri bakalan dirilis sebelum bulan Ramadhan. Sakti mengaku kalau dirinya gak butuh waktu lama buat penggarapan album yang punya judul serupa dengan single-nya, Selamatkan.
“Penggarapan albumnya memakan waktu sekitar 4 bulan kok. Di sini aku juga dibantu sama temenku buat song writer dan aransemen,” terang Sakti.

Alexa tentang album baru


Begitulah yang terbayang di album kedua Alexa nanti. Album yang belakang sibuk digarap ini memang masih dipertanyakan bakalan kayak gimana isinya. Pasalnya, band yang digawangi oleh Aqi (vokal), Satrio (gitar), Rizki (gitar), JMono (bass) dan Fajar (drum) sempat membocorkan lagu terbaru mereka yang berjudul Satu Kosong beberapa waktu lalu, sepertinya album ini bakalan lebih kencang dari album sebelumnya alias ngerock.
“Pastinya album ini cukup berbeda. Banyak influence baru yang kami dapat termasuk juga nuansa rock. Hal tersebut muncul sepertinya muncul dari Fajar yang aslinya anak metal, Tapi yang pasti kami bakalan menyiapkan beberapa kejutan untuk album baru ini,” ujar Satrio sambil tertawa.
Fajar yang berlatar belakang drummer band metal, Step Forward sepertinya memang cukup memberi banyak masukan baru untuk album kedua ini. Nggak hanya itu aja begitu pula personil lain yang juga punya pengaruh baru dalam pribadi musiknya

Bondan untuk gesang


Masyarakat Indonesia kehilangan Sang Maestro Gesang Martohartono, yang wafat hari Kamis 20 Mei 2010 pukul 18.10 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Rasa kehilangan ini juga dirasakan oleh Bondan Prakoso yang punya kesan mendalam terhadap almarhum. Di mata Bondan, Gesang adalah sosok musisi yang bersahaja dan punya hubungan baik dengan musisi lintas generasi.
Gesang bukan sosok asing di mata Bondan. Maklum Bondan lahir dan besar di lingkungan keluarga pencinta dan pemain musik keroncong. Karya-karya Gesang selalu hadir mewarnai kehangatan keluarganya.
Tau gak jack, Gesang itu salah satu sosok yang menginspirasi Bondan dalam menulis lagu berjudul Keroncong Protol (Album Unity 2007), sebuah terobosan musik dimana musik keroncong diusung dengan memadukan unsur musik rock dan hip hop. Kreasi Bondan yang dibawakan bersama dengan Fade 2 Black ini menjadi karya fenomenal dimana anak-anak muda pun gandrung dengan lagu tersebut. Lagu ini pun akhirnya mendapat penghargaan dari AMI Award 2008 untuk kategori Best Rap.
Kedekatan Bondan dengan Gesang ditunjukkan dengan perhatiannya kepada beliau. Setiap kali berada di Solo, Bondan selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi almarhum.
“Kami banyak berbincang mengenai perkembangan musik keroncong. Beliau senang karena ada anak-anak muda yang masih peduli dengan musik keroncong. Saya sempat mengutarakan wacana untuk membuat lagu dan berkolaborasi dengan beliau, namun sayang belum kesampaian,” curhat Bondan.
Begitu mendengan almarhum wafat, Bondan mengurungkan persiapan untuk manggung ke Bandung dan memilih segera terbang ke Solo pada Jumat, 21 Mei dengan pesawat jam 07.00. Tiba di Solo, Bondan dijemput oleh perwakilan dari Rezpector (sebutan untuk penggemar Bondan Prakoso). Bersama-sama mereka menuju Balai Kota Solo tempat jenasah disemayamkan. Bondan dan rekan-rekan dari Rezpector pun melakukan sholat jenasah dan memberikan penghormatan terakhir kepada Gesang.
Selamat jalan Gesang. Semoga generasi muda Indonesia dapat terus melestarikan karya-karyamu.

Adrian Martadinata


Mau lihat Adrian Martadinata nge-beat? Tunggu aja album keduanya yang bakal dirilis bulan September mendatang. Di lagu-lagu sebelumnya Adrian Martadinata emang banyak menelurkan lagu-lagu cinta yang mellow, sebut saja Ajari Aku, Kuingin Kau Tahu yang menjadi soundtrack sebuah iklan provider. Tapi kali ini tiga cowok yang sekarang lagi sibuk promo mini albumnya, bakal bikin sesuatu yang beda di album keduanya.
“Album kedua nanti, kita pengen lebih explore lagi dan koreksi dari album sebelumnya. Pastinya di album baru bakal lebih up beat, supaya di panggung lebih seru,” terang Adrian yang baru merampungkan video klip dari single ketiga, Teman Biasa.
Adrian Martadinata gak cuma gape bikin lagu soal cinta, tapi di album terbarunya nanti, mereka menyelipkan lagu soal bencana situ gintung yang berjudul Sadarilah. Selain itu, bakal ditambah lagu-lagu dari mini albumnya sekarang.
Di album kedua yang belum ada judulnya ini, rencananya akan lebih universal. “Kita bakal lebih manusia, artinya lebih global. Ada unsur cinta dan global. Simak aja nanti ada hits Pelangimu. Lagu ini buat membangkitkan spirit teman-teman,” papar Adrian sembari promosi.

Sheila on 7


Setelah merayakan ultah ke-14 tanggal 6 Mei lalu, Sheila on 7 kembali bereproduksi dengan menelurkan single teranyar berjudul Hari Bersamanya. Band asal kota gudeg ini akan memberikan nuansa musik khas mereka semasa awal Eross cs berdiri.
Pastinya lagu ini terdengar lebih chill out. Sementara Adam dan Brian sebagai penjaga rhythm memilih memainkan bass dan drumnya tidak dengan combo lagi seperti kebanyakan ada di album Menentukan Arah dulu, tapi secara full set. Sehingga efek sound yang didapat lebih lebar. Dengan racikan musik seperti itulah, Duta pun menyesuaikan cara menyanyikannya. Ia memilih vokal dalam range medium. Itulah rahasia ‘dapur’ dari lagu ini.
Single ini sebagai jendela untuk menghantarkan SO7 ke album ke-9 yang kini sedang dalam proses penggarapan. Album ini sekaligus album soundtrack dan the best of. Pop dengan nuansa vintage tetep menghiasai warna dari Sheila on 7.Kita tunggu deh karya mas Eross cs..

SCTV Music Awards 2010


Ternyata pop melayu sedang meradang di industri musik tanah aitr. Hal ini terbukti nama Wali acap kali dipanggil ke atas panggung.
Gelaran SCTV Music Awards yang ke-8 baru saja berlangsung. Ajang bergengsi yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (27/5) dimeriahkan oleh beberapa artis seperti Afgan, Kotak, Ungu, Geisha, Dewi Persik, Vierra, Wali, ST12 dan musisi papan atas lainnya.
Terpilihlah nama-nama yang didapuk menjadi jawara dari masing-masing nominasi. Berikut jawara SCTV Music Awards 2010:

- Pemain Keyboard Terfavorit: Kevin Vierra
- Pemain Bass Terfavorit: Dennis Lyla
- Drummer Terfavorit: Posan Kotak
- Album Pendatang Baru Solo: Ridho Irama.
- Album Pop Solo Wanita: Rossa
- Album Pop Solo Pria Terbaik: Afgan
- RBT Terlaris: Wali Band
- Album Pendatang Baru Duo/Grup: The Virgin
- Pemain Gitar Terbaik: Mitha The Virgin
- Penyanyi Band Terfavorit: Pasha Ungu
- Album Pop Duo/Grup Terbaik: Wali Band
- Lagu Paling Ngetop: Baik-baik Sayang (Wali)

Selamat buat para pemenang. Bagi yang belum beruntung, teruslah berprestasi dan berjuang untuk memajukan industri musik tanah air!

Kamis, 20 Mei 2010

U camp on konser tiga generasi


Konser Musik Akbar Tiga Generasi Untuk Ibu Pertiwi akan menjadi ajang kebangkitan musik rock Indonesia sekaligus mengangkat kembali musik tersebut.
"Tiga generasi di sini adalah musik rock awal di tahun 80`an, serta penerus genre-genre awal yaitu genre punk dan black metal serta lainnya," kata Uyung Carrey, Ketua Pelaksana Konser Musik Akbar Tiga Generasi Untuk Ibu Pertiwi kepada wartawan di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Jumat.
Selain itu juga generasi tiga seperti emo core, metal core dan campuran musik punk dan `death metal`. Uyung mengatakan tujuan utama konser ini mengangkat musik rock lama, agar diingat kembali oleh generasi saat ini.
"Selain itu, juga sebagai reuni bagi generasi rock lama," kata Ketua Literasi Underground Bandung itu.
Acara yang akan berlangsung pada 27 Juni 2010 di Yon Armed 4, Cimahi, akan diisi penampilkan tiga legenda rock yaitu Rudal, U Camp, dan Sahara yang mewakili generasi awal. Generasi selanjutnya diwakili `Disinfected`, `Noise Damage`, dan `Hellgods` serta band lainnya. Selain itu tampil juga `Morbus Corpse` sebagai dedengkot `death metal` Bandung. Kemudian ada `Stone Head` asal Kalimantan.
"Ajang ini diharapkan menjadikan musik underground diakui seutuhnya sebagai bagian dari asosiasi musik Indonesia," kata Uyung.