Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Rabu, 28 April 2010

Baron formasi baru



Bongkar pasang personil di band merupakan lumrah adanya. Banyak alasan untuk melakukan itu, bisa karena berbeda misi saat berjalan atau lain hal. Tindakan serupa juga dialami Baron Soulmates. Band yang digawangi Baron, mantan gitaris Gigi ini belum lama merekrut anggota baru. Pasalnya, vokalis pada album perdana, Arif Saff hendak menekuni karir di belakang meja sehingga tak dapat terlibat kembali di album selanjutnya.
Kini personil baru menggeser tempat Arif dan satu lagi menduduki posisi baru. Keduanya adalah Vicar Malik (vokal) serta Sara Ditaputri (bass). Sedangkan posisi drummer dipegang oleh Jimmy Propaganda.
“Kita enggak ganti personil tapi justru menambahkan, ada vokalis dan bassist. Arif enggak ikut lagi karena lebih suka bekerja kantoran. Makanya daripada enggak konsentrasi pada band lebih baik cari penggantinya. Kebetulan dapat yang muda-muda,” urai Baron
Lantaran kini diisi personil berusia muda maka perubahan musik pun dialami. Namun hal ini disambut baik Baron. Sebab saat pembuatan karya di studio, mereka melakukan tanpa rencana dan mengalir begitu saja. “Musiknya sekarang lebih segar. Kebetulan kita bikinnya juga enggak pake planning, jadi ngalir kayak air. Bahkan nemunya karya biasanya saat kita nge-jam bareng. Saya enggak sangka mereka gila musik makanya mainnya asyik dan belum pernah ke industri,” jelasnya lagi.
Bahkan, lebih lanjut Baron menambahkan bahwa musik yang dimainkan Baron Soulmates kini lebih lepas. “Waktu di album awal saya akui mainnya enggak terkontrol. Tapi dengan lagu baru berjudul Ok..Ok..Ok ini lebih terkontrol. Ya walau masih nge-beat tapi masih enak di kuping,” pungkas Baron.

Once Mikel


Penyanyi Once Mikel nyaris tidak lagi pernah sepanggung bersama Dewa 19. Vokalis grup bentukan Ahmad Dhani itu banyak menghabiskan waktu dengan aktivitasnya bersolo karir.
“Lagi zamannya sendiri-sendiri,” ungkap pelantun Simpony Yang Indah ini“ Sekarang lagi diajak terlibat sebagai pribadi, karena saya tergabung dalam label Aquarius,” tambahnya menjelaskan.
Once menyebut Dewa 19 lagi tenang-tenang saja meski sebenarnya dirinya tidak bisa menutupi rasa kangen untuk manggung bersama lagi. Namun untuk sementara dirinya konsentrasi pada jalan yang dipilihnya saat ini. “Semuanya harus dijalankan dan dipersiapkan secara semaksimal mungkin,” tandas Once.
Apalagi belakangan musik menjadi sesuatu yang sangat pribadi bagi Once. Sehingga butuh sebuah penyaluran, untuk beraksi di dunia yang telah ditekuninya selama puluhan tahun itu. “Jadi saya tidak terpengaruh lagu yang saya bawakan, hits atau tidak, yang penting enak buat saya,” jelasnya.

Radja masih tetap eksis


Walaupun sudah ditinggal dua personilnya, Seno dan Indra – Radja masih tetap eksis dengan dua personil tersisa yakni kakak beradik Ian Kasela dan Moldy. Keduanya tetap mempertahankan band yang dibentuk pada 17 Maret 2001 tersebut. Bahkan, untuk membuktikan diri masih tetap eksis, Radja berencana bakal menggelar tur konser di Negeri Jiran, Malaysia.
“Rencananya tanggal 1 Mei kita berangkat, tanggal 2 kita perform. Rencananya kita akan tur di sana,” ungkap Ian, “Isu-isu yang beredar di luar kalau Radja bubar itu tidak benar. Radja masih tetap eksis. Ian mengatakan dengan keluarnya Seno dan Indra, dirinya harus menggantikan mereka dengan additional player. “Artinya dengan kondisi kita seperti ini kita mau nunjukkin ke masyarakat kalau kita masih eksis, kita tidak bubar,” sambungnya seraya menambahkan bahwa hubungannya dengan Seno dan Indra masih tetap terjaga seiring komunikasi yang masih terjaga.
Soal kesulitan, Ia mengaku memang ada. Namun yang pasti, kesulitan dengan additional player bukan menjadi hambatan mereka berkarya. “Yang pasti kita tetap ada yang namanya jam session. Dulu kan kita tidak pernah latihan khusus kalau manggung karena kita sudah tahu lagu-lagu sendiri. Tapi lagu-lagu Radja itu tidak sulit untuk dipelajari. Bisa dibilang tidak ada hambatan yang berarti, paling adaptasi saja,” tandas Ian.
Ian berharap, masyarakat tetap yakin terhadap Radja. Makanya, dengan perjalanan 10 hari ke Malaysia untuk menjalani 3 event sekaligus diharapkan bisa menepis anggapan bahwa band penghasil lagu Ga Ada Waktu tersebut. “Masyarakat kita memang begitu. Kalau ada personel band yang resign dianggap bubar. Dengan promo kita ke Malaysia, kita ingin menepis anggapan itu,” tukasnya.
Lantas, adakah rencana Radja mencari personil baru? Ditanya begitu vokalis yang tak pernah melepas kacamata hitamnya di atas panggung ini langsung menggeleng. “Belum. Kita masih ingin mencoba dengan yang sekarang. Untuk hal itu belum dipikirkan,” kata Ian tanpa mau membahas soal gosip keluarnya Seno dan Indra lantaran masalah pembayaran.

Unsigned Group Competition 2010


Punya band dan lagu sendiri yang sudah direkam dalam bentuk Demo Master, tapi belum tau mau dikirim ke mana? Atau lagi puyeng lantaran demo master lagu-lagu lo belum ada yang ngelirik?
I-RING 808 barengan sama HAI DETECTOR ngasih jalan buat loe lewat Unsigned Group Competition 2010. Sebuah ajang kompetisi talenta baru di bidang musik. Membawa band dan lagu lo didenger dan dikenal seluruh Indonesia.
Rebut Hadiah Puluhan Juta Rupiah dan dapatkan Gitar Iman "J-Rock" plus kesempatan masuk CD Kompilasi di HAI dan lagu-lagu lo juga bakal direlease di beberapa toko musik di seluruh Indonesia.
Syarat dan caranya
1. Kompetisi terbuka untuk semua grup beranggotakan 3-5 orang dan belum terikat kontrak dengan pihak manapun. Dalam bentuk apapun. Dengan jangka waktu berapapun.
2. Memiliki Demo Master (dalam bentuk CD) berkualitas layak ON-AIR serta data track berisi maksimal 3 lagu (masksimal masing-masing lagu 5 menit) ciptaan sendiri yang belumpernah di-/terkomersilkan ikut dalam kompilasi. Atau dijadikan materi iklan.
3. Usia Maksimal 30 tahun (mengirimkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Pelajar yang masih berlaku berikut foto gup terkini).
4. Seluruh anggota grup harus kompak pakai nomor Indosat.
5. Meluangkan waktu untuk diaudisi secara langsung
buat para band indie banjarmasin yang ingin ikutan unsigned group competition 2010,kirim demo cd masternya ke radio GNB banjarmasin...paling lambat 24 april 2010..hadiah jutaan rupiah dn gitar iman jrocks...info tel 0511 3363300,901111

Selasa, 20 April 2010

Padi ultah ke 13


Angka 13 memang identik dengan kesialan. Namun, para personel Padi tidak mau beranggapan seperti itu. Mereka malah berharap di usia yang ke -13 ini, berdekatan dengan peluncuran album baru mereka, bakal menjadi sebuah kebangkitan baru.
“Kalau ada yang bilang angka 13 itu tidak beruntung, kita malah sebaliknya. Dengan upaya yang baru ini, semoga menjadi awal yang baik buat kita. Buktinya masih banyak sobat-sobat Padi yang mensupport kita,” ujar Piyu.
Selain Piyu, gitaris Padi lainnya, Ari mengatakan jika kebersamaan para personel Padi tak hanya di dalam band Padi saja.
“Mudah-mudahan kita bisa melanjutkan persaudaraan ini sampai tua,” ujar Ari. “Alhamdulillah kita bisa sampai di angka 13 ini, mudah-mudahan kita bisa memberikan sesuatu di industri musik ini. Mohon doa restunya buat di next album,” sambung Yoyo sang drummer.
Lalu, bagaimana dengan sang vokalis Fadly dengan ultah yang ke-13 ini? “Saya bersyukur bisa merayakan ultah Padi di umur yg ke 13. Spontan aja kemarin mas Piyu bilang ayo kita main di atas, balkon. Sebelumnya kita memang pernah melakukan hal yang sama di atas gedung Sarinah,” ujar Fadly.
“Sobat Padi yang membakar semangat kita terus berkarya, saya senang punya kakak adik yang semangat terus berkarya. Kalau saya sih appreciate buat Sobat Padi, di FB mereka begitu serius meluapkan perasaannya buat Padi, kita harus meng-appreciate-nya dan semoga kita bisa terus berkarya sampai gak bisa bermusik lagi,” sambung Piyu

mahadewi kembali ke Banjarmasin


purie dan Tata, dua personel Mahadewi memang sudah beberapa kali ke Banjarmasin. Namun animo pencinta musik untuk melihat kembali penampilan dua perempuan seksi ini cukup tinggi. Tak heran akhir, keduanya kembali ke Banjarmasin Jumat (23/4/2010) nanti. Rencananya, duo besutan Ahmad Dhani itu, tampil di Nashville Pub and Cafe Hotel Banjarmasin International (HBI). Keduanya diyakini mampu mendatangkan Pemuja Mahadewi (sebutan fans Mahadewi) berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Selain keduanya cantik serta seksi, kualitas vokal pun tak kalah hebat.
Wajar memang. Mengingat Mahadewi berada di bawah Manajemen Republik Cinta yang dikomandani musisi andal Ahmad Dhani. Terbentuknya pun juga tidak sembarangan.
Tidak lepas dari perjalanan grup vokal Dewi Dewi. Setelah ditinggal oleh salah satu personelnya Carolina Agustine Kamarie (Ina), grup vokal ini sempat goyang. Karena tak kunjung ditemukan pengganti yang pas, Ahmad Dhani selaku penggagas Dewi Dewi resmi membubarkan grup tersebut pada Desember 2008.
Personel Dewi Dewi yang tersisa, Tata dan Puri,lalu diberi kebebasan memilih untuk bersolo karir atau membentuk grup yang baru.
Akhirnya Tata dan Purie memilih untuk membentuk grup baru lagi yang diberi nama Mahadewi. Nama baru itu diumumkan oleh kedua penyanyi (yang gabung lewat audisi reality show berjudul "Obsesi Dewa 19 Mencari Dewi Dewi" ini usai menggelar konser menyambut acara tahun baru di Ancol, Kamis, 1 Januari 2009.
Single pertama muncul di akhir tahun 2008 dengan hits andalan Sumpah I Love You. Albumnya sendiri dirilis secara resmi pada 27 Februari 2009 diberi label Dewi Cinta.
Executive Secretary HBI, Erna mengatakan kedatangan kedua penyanyi yang juga dikenal dengan lagu Ayang-ayangku kali ini tentunya akan ada sesuatu yang beda. "Lihat saja penampilannya. Tentunya ada yang baru dengan penampilan sebelumnya. Kita tunggu saja dan jangan lupa buruan pesan tiket dari sekarang," beber Erna.

Nyawa Band


Ditengah derasnya arus band mengadu peruntungan dengan mengusung musik pop melayu di negeri ini, ada sebuah band yang punya nyali untuk mencuat dengan warna musik berbeda. Mereka adalah Nyawa, lima anak muda asal kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang berformasi: Arrie (vokal), Iwan (gitar), QQ (drum), Andi (keyboard), dan Gamma (bass).
Awalnya adalah Arrie dan Iwan yang punya ide untuk membentuk band di tahun 2006. Baru jalan sebentar, band ini sempat mengalami bongkar pasang personil, akhirnya terbentuk dengan formasi seperti diatas. Saat ada ajang festival musik yang digelar oleh perusahaan rokok ternama, Nyawa pun tak ketinggalan untuk unjuk gigi. Di tahun 2007 band ini masuk dalam nominasi regional Kalimantan. Tak puas hanya sampai disitu. Di tahun 2008 mereka mencoba peruntungan lagi di ajang yang sama, dan hasilnya tidak sia-sia. Nyawa keluar sebagai juara I untuk regional Kalimantan. Buah dari prestasi tersebut adalah mereka merilis single yang masuk dalam sebuah album kompilasi. Prestasi diatas tak membuat Arie cs terlena. Mereka ingin berkarya dengan lebih baik. Mereka rela mengencangkan ikat pinggang dengan berpatungan demi membuat demo rekaman. Impian untuk berkarir sebagai band yang dikenal secara nasional menjadi sumber pemompa semangat mereka. Sejumlah lagupun terkumpul, dan Iwan yang menggawangi gitar, menjadi duta untuk menawarkan demo tersebut ke sejumlah perusahaan rekaman di Jakarta. Impian ternyata tidak sesuai kenyataan. Hasil pergulatan mereka dalam membuat materi demo bak menggantang asap karena terbentur dengan sejumlah pakem yang disyaratkan oleh label rekaman. Iwan pun harus pulang ke kota Banjarmasin dengan tangan hampa. Tak mau terpuruk, lima anak muda ini pun tetap melanjutkan membuat demo lagu dan teguh dengan idealisme musik yang mereka kibarkan. Sesekali mereka tampil di acara pensi di seputar kota Banjarmasin.
Pertengahan tahun 2009 menjadi titik terang karir mereka, mana kala Sony Music menerima demo mereka, yang kemudian berujung diterimanya Nyawa sebagai salah satu artis Sony Music. Debut album mereka siap dirilis di bulan Mei 2010.