Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Kamis, 31 Januari 2013

Mega Hits Bebi Masterpiece

Musisi sekaligus pencipta lagu, Bebi Romeo, tampaknya tengah pada puncak produktifitasnya di tahun 2012 ini. Hanya berselang sekitar 10 bulan dari peluncuran album "Mega Hits", Bebi kembali merilis album terbarunya bertajuk "Masterpiece", pada Selasa 18 Desember 2012 di Birdcage Cafe & Resto, Jakarta. 
Album ini berisi 10 karya-karya terbaiknya yang dinyanyikan kembali oleh penyanyi-penyanyi top seperti Anji, Tata Janeta (eks Mahadewi), Rossa dan Mike Mohede.
Lagu "Bunga Terakhir" yang di album "Mega Hits" dinyanyikan oleh Afgan, kini dinyanyikan kembali oleh Anji dan Mike Mohede. Ada juga lagu "Bukan Cinta Biasa" yang dibawakan oleh Rossa. Bebi juga berkolaborasi dengan Boyz II Men dan Soul Sister di lagu berjudul 'Do You Really For Me'. 
Album "Masterpiece" ini sudah bisa didapatkan di restoran cepat saji KFC.

Negeri Sejuta Bunyi

usisi Jazz ternama Tanah Air, Dwiki Darmawan, selain disibukkan dengan penyelenggaraan festival jazz juga sedang berkarya memproduksi ensiklopedia musik Indonesia.
"Ensiklopedia ini nantinya dalam bentuk aplikasi di telepon pintar. Bentuknya film dokumenter, namun interaktif," ujar Dwiki disela-sela konferensi pers Sabang Jazz Festival di Jakarta, Senin.
Aplikasi itu, lanjut Dwiki, akan diberi nama Negeri Sejuta Bunyi. Di dalamnya akan terdapat berbagai musik asli Indonesia seperti gamelan, sasando, gordang sambilan, dan lainnya.
"Untuk tahap awal baru empat musik. Saya harapkan bisa ada 10 tambahan musik setiap tahunnya," jelas dia.
Aplikasi itu diperkirakan akan diluncurkan awal 2013 dan dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat.
Ia mengatakan ingin semua yang dilakukannya itu untuk memperkenalkan musik Indonesia kepada generasi muda.
Untuk proyek tersebut, Dwiki menggandeng sejumlah etnomusikolog yang ada di Tanah Air. Di dalam aplikasi itu juga dijelaskan mengenai kegunaan dan fungsi alat musik itu sendiri.

Jamaica Cafe

Jamaica Cafe grup acapella asal Jakarta merilis single terbaru mereka yang bertajuk “Permaisuriku” dengan bekerja sama bersama AMDI (Asosiasi Music Director Indonesia).
Single terbaru "Permaisuriku" itu akan diputarkan serentak di radio-radio di 12 kota besar di Indonesia antara lain di Medan, Palembang, Bandung, Surabaya, Cirebon, Jogja, Makasar, Solo, Malang, Semarang, Bogor dan Jakarta.
“Permaisuriku” Lagu yang diambil dari album keempat kahitna yang bertajuk sama ini disumbangkan oleh carlo saba salah satu vokalis group musik tersebut. Lagu yang sempat hits pada awal tahun 2000 ini dipilih oleh Jamaica Cafe sebagai single pertama di album kedua mereka “Twenty One”.
Album yang diluncurkan ke pasaran pada akhir Desember lalu menandai aktifnya kembali kelompok ini setelah vakum selama 8 tahun. Sebagai distributor, Jamaica Cafe mempercayai sebuah label Independent "Demajors Independent Music Industry (dimi).
Tidak hanya merilis single via radio saja tetapi video clip dari lagu ini juga bisa disaksikan via channel youtube milik “Jamaica Cafe”. Klip ini akan diputar pada hari dan jam yang sama yaitu 12.12.12 jam 12:12 , video clip yang disutradarai oleh lukman prasetyo ini mengajak salah satu aktris/model indonesia Davina Veronica sebagai bintang video clipnya.
Setelah 21 tahun berkarir di dunia musik Michael, Bayu, Anton, Iko dan Tito menaruh harapan yang besar lewat single perdana di album kedua mereka “Twenty One” semoga melalui karya ini mereka dapat semakin dikenal ditanah air sebagai salah satu grup acapella terbaik di negeri ini

Pagelaran Musik Melayu

Generasi saat ini dinilai memiliki tantangan untuk lebih mengenal dan memahami akar budaya Indonesia termasuk musik. Untuk lebih mengenalkan akar musik Indonesia, sejumlah seniman akan menggelar konser musik Melayu bertajuk 'Pagelaran Musik Melayu, Bulan Dipagar Bintang' di Jakarta pada Rabu (16/1).
Jika tidak ada aral-melintang, konser akan digelar di  Hotel Crown Jakarta. Sejumlah musisi era 60-an akan menyemarakkan acara ini, diantaranya Sulis, Fuad Balfas, Muchsin Alatas, Hamdan ATT, Fahad Munif, Ema Lopez, Mustafa Abdullah (Balasyik), Nizar Ali, dan Hendri Lamiri.
Menurut Produser Acara, Geisz Chalifah, konser tersebut akan mengemas musik melayu lama dengan konsep kekinian. "Ini merupakan gerakan kebudayaan untuk mengaktualisasikan kembali akar musik Indonesia, " ungkapnya, Selasa (8/1).
Geisz menilai generasi kekinian sudah terbiasa dengan budaya luar negeri. Namun, budaya musik Indonesia mulai terlupakan. "Kami tidak mempermasalahkan adanya transformasi budaya, tapi jangan sampai melupakan akar budaya sendiri, " ungkapnya.
Geisz berharap, dengan diadakannya konser ini akar musik Indonesia akan kembali dikenal. "Musik Melayu adalah akar musik seluruh wilayah di Indonesia, " ungkap Geisz.

metal dan grindcore

Festival musik metal dan grindcore, Obscene Extreme Festival, bakal digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 6-7 April 2013. Panitia menargetkan 10 ribu orang membanjiri festival musik yang awalnya populer di Republik Cek itu.
“Adanya OEF (Obscene Extreme Festival) di sini karena banyak band Asia yang mau main ke sana (Republik Cek) terkendala jarak yang jauh dan transportasi mahal. Makanya owner OEF (Curby) mau bikin di Asia. Dan pilihannya adalah Jakarta,” kata penggagas Obscene Extreme Asia yang juga gitaris band grindcore Noxa, Ade Hirmenio Adnis, Ahad lalu, 27 Januari 2012.
Obscene Extreme Festival merupakan festival musik beraliran metal dan grindcore yang muncul pada 1999 di Trutnov, Republik Ceko. Pergelaran ini digagas warga Ceko, Curby, yang terinspirasi dari festival musik cadas di Jerman, Fuck The Commerce.
Noxa sempat mengusung Merah Putih di Obscene Extreme Festival pada 2010. Karena itu pula, gitaris Noxa Ade memboyong Obscene Extreme Festival ke Asia. “Proses negosiasi untuk memboyong Obscene Extreme Festival ke Asia dilakukan sejak tahun lalu,” kata Ade.
Banyak kendala yang ditemukan Ade untuk mempersiapkan Obscene Extreme Asia. Di antaranya, izin visa bekerja untuk para personel band dari luar negeri yang akan tampil.
Band-band luar negeri yang tampil di antaranya unit grindcore asal Finlandia Rotten Sound dan kolektif mincecore asal Belgia Agathocles. Sedangkan, band lokal yang bakal tampil di antaranya Siksa Kubur dan Jasad.
Untuk tahun ini, selain Republik Cek dan Indonesia, Obscene Extreme Festival juga digelar di Meksiko dan Australia. Meksiko bakal menggelar Obscene Extreme America 2013 pada 28-30 Maret 2013, di Republik Cek pada 3-7 Juli, dan Australia pada 12-13 April.

Java jazz festiva 2013

Ajang panggung Jazz berskala Internasional, Java Jazz Festival (JJF), akan hadir lagi di Jakarta, 1-3 Maret mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut pihak penyelenggara, PT. JAVA FESTIVAL PRODUCTION, JJF tahun ini mengambil tema "Jazz Up the World". Penetapan tema tersebut, menurut ketua penyelenggara, Dewi F Gontha, menandakan suksesnya JJF sebagai event nasional yang sudah mendunia dan sanggup berperan membawa misi, musik sebagai bagian dari medium menciptakan perdamaian dunia.
"Tema 'Jazz Up the World' itu tujuannya mengedukasi pasar, pendengar, mengenai jazz dengan berbagai jenis musik," ucap Dewi saat press conference dJJF di Airman Planet, Hotel Sultan, Jakarta Pusat (30/1).
Dikatakan Dewi, konsep penyelenggaraan acara tidak mengalami perubahan. Namun untuk hal teknis diupayakan lebih baik lagi. Dalam hal pengisi acara juga banyak yang baru, termasuk dari musisi dalam negeri.
Acara yang akan digelar bulan Maret nanti akan menyuguhkan sejumlah musisi Jazz ternama dunia diantaranya : Balance and The Traveling Sounds, Basia, Bob James, Brian Simpson, Butterscotch, Chucho Valdez, Chuck Loeb, Eldar Djangirov, Emily Elbert, Fourplay, Gregory Porter, James Carter Organ Trio, Joss Stone, Lisa Stansfield, Miles Smiles,New York Voices, Phil Perry, Spyro Gyra , The Kenny Garrett Quintet, The Soul Rebels, dan Wouter Hamel.
Untuk musisi Indonesia yang sudah confirmasi adalah  Abdul and The Coffee Theory, Ade & Brothers, Andi Wiriantono, Andien, Balawan Bifan Trio feat Didiet Violin, Bandanaira, Barry Likumahuwa Project (BLP) Tribute to Weather Report, Be3, Benny Likumahuwa Jazz Connection, BubuGiri, Calvin Jeremy, Cindy Bernadette, Dewi Sandra, Donny Suhendra Power-Fusion Trio, Dwiki Dharmawan and String Quartet, dan masih banyak lagi. Untuk tiket sudah bisa dibeli secara resmi melalui panitia, info selengkapnya silakan kunjungi official website JJF.

Sang Dewa Cinta

Menapaki 20 tahunnya berkarir, Ari Lasso, akan menggelar konser  bertajuk "Sang Dewa Cinta".  Konser yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 23 Februari mendatang, Ari Lasso akan diiringi Magenta Orchestra pimpinan Andi Rianto dan berencana membawakan sekitar 24 lagu selama  kurang lebih dua jam.
Dalam kesempatan konferensi pers, Andi Rianto mengatakan bahwa tema musik yang akan dibawakan Ari Lasso adalah Pop-Rock. Andi dan tim orkestranya akan mengiringi Ari Lasso dengan aransemen yang apik dan beda. 
Sejumlah musisi yang bakal hadir dan ikut menyanyi diantaranya Bunga Citra Lestari, Melly Goeslaw, Titi Dj, dan grup band Dewa 19.
"Dari 20 tahun karier saya, delapan tahun pertama dihiasi masa keemasan Dewa 19," jelas Ari yang kemarin (Kamis, 17/01)  merayakan hari jadinya ke-40.
Tiket konser Ari Lasso "Sang Dewa Cinta" dibagi dalam tujuh kelas: kelas festival Rp500 ribu, tribun B&E Rp400 ribu, tribun C&D Rp500 ribu, silver Rp1,2 juta, gold Rp1,8 juta, dan platinum Rp2,8 juta. Bagi Anda penggemar Ari Lasso, silakan berburu tiketnya