Sempat diberitakan Ovy gitaris /rif menjalani drama percintaan dengan
seorang gadis belia bernama Tata. Kini dia menjalani kerjaan baru
bersama Bangor Band yang dipercaya jadi pengiring lady rocker Nicky
Astria yang belum lama ini kembali lagi aktif di dunia musik setelah
mengeluarkan album bertajuk Retrospective berisi 13 lagu lama yang diaransemen ulang, serta tiga lagu baru
Sang gitaris ini mengaku santai saja menjalani keduanya. Untuk
menyesuaikan jadwalnya, bekas suami Titi DJ ini mengaku sudah diatur
dengan baik, agar bisa berjalan beriringan.
"Enggak ada kesulitan untuk membaginya sih ya, karena biasanya setiap
seminggu sekali saya ngasih jadwal jadi enggak bentrok satu sama lain,
sama pintar-pintar ngatur jadwal saja sih ya," jelas jelas pria bertato
ini
Menjalani aktifitas di dua band, Ovie mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti.
"Bangor ini kan band baru saya. Nah, kalau /rif itu seperti rumah saya
sendiri lah, mau ke mana juga baliknya ke /rif lagi", tutupnya.
Senin, 26 November 2012
The Titans
Personel The Titans masih berduka karena kehilangan salah satu orang
penting di tubuh band ini. Pada Jumat 23 November lalu, band ini
kehilangan seorang road manajer bernama Ali Said untuk selama-lamanya.
Ali meninggal akibat ditabrak kereta api di kawasan Bogor.
Band asal Bandung yang belum lama meluncurkan album "Kirana" ini mengisi penampilan tanpa dihadiri sosok Ali lagi.
"Ini manggung pertama kali tanpa Ali, biasa ada dia selalu sibuk di kiri kanan, dia tahu kebutuhan kita, misalnya butuh minum, atau pegangin tas ke anak-anak. Bangga dan kadang kita merasa bersalah," tutur keyboardist Andika
Dia menuturkan, di antara personel The Titan yang paling dekat dengan almarhum adalah vokalis Rizky. Saat perjalanan untuk disemayamkan, katanya, Rizky lah yang menemani jasad Ali.
"Selama perjalanan dari Jakarta, RSUD Bogor dan Bandung, Rizky yang nemenin," katanya.
Rizky menimpali, yang membuat dirinya dekat dengan almarhum karena Ali yang paling mengerti wataknya.
"Saya dan Ali sangat dekat, karena dia tahu saya tertutup dan dia mencoba untuk mendekati biar terbuka. Kita bicara soal apapun, keluarga, band, kerjaan, kita dekat banget," ungkapnya.
Band asal Bandung yang belum lama meluncurkan album "Kirana" ini mengisi penampilan tanpa dihadiri sosok Ali lagi.
"Ini manggung pertama kali tanpa Ali, biasa ada dia selalu sibuk di kiri kanan, dia tahu kebutuhan kita, misalnya butuh minum, atau pegangin tas ke anak-anak. Bangga dan kadang kita merasa bersalah," tutur keyboardist Andika
Dia menuturkan, di antara personel The Titan yang paling dekat dengan almarhum adalah vokalis Rizky. Saat perjalanan untuk disemayamkan, katanya, Rizky lah yang menemani jasad Ali.
"Selama perjalanan dari Jakarta, RSUD Bogor dan Bandung, Rizky yang nemenin," katanya.
Rizky menimpali, yang membuat dirinya dekat dengan almarhum karena Ali yang paling mengerti wataknya.
"Saya dan Ali sangat dekat, karena dia tahu saya tertutup dan dia mencoba untuk mendekati biar terbuka. Kita bicara soal apapun, keluarga, band, kerjaan, kita dekat banget," ungkapnya.
Cleo dan Ochi
Grup idola JKT48 masih merasakan kesedihan mendalam karena ditinggal
oleh dua personelnya, Cleopatra Djapri (18) alias Cleo, dan Neneng
Rosediana (13) alias Ochi baru-baru ini.
Selama setahun angkatan pertama JKT48 ini menjalani kegiatan bersama-sama menimbulakan ikatan yang kuat di antara 24 personilnya. Salah satu personel, Melodi, mereka merasakan kehilangan setelah setahun bersama.
"Sedih banget terus kehilangan karena selama hampir setahun ini kita ke mana-mana bareng," katanya
Cleo dan Ochi walau sudah terpisah tetap menjaga hubungan baik dengan memanfaatkan telefon dan jejaring sosial agar tetap menjaga silahturahmi.
"Kita sampai saat ini masih menjaga komunikasi, masih sering chating, dan telefon-telefonan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, "Mereka mungkin punya mimpi lain. Di sini kan tempat kami bareng-bareng meriah mimpi mungkin di sini mereka sudah beda mimpi," ungkapnya.
JKT 48 merupakan saudara AKB 48 yang berada di Jepang. Mereka lahir berkat kreasi produser bernama Yasushi Akimoto. Uniknya, di JKT48 ada salah satu anggotanya warga negara Jepang bernama Rena Nozawa. Hingga grup yang rilis pertama kali pada 3 November 2011 disebut "perkawinan antara Indonesia dan Jepang".
Selama setahun angkatan pertama JKT48 ini menjalani kegiatan bersama-sama menimbulakan ikatan yang kuat di antara 24 personilnya. Salah satu personel, Melodi, mereka merasakan kehilangan setelah setahun bersama.
"Sedih banget terus kehilangan karena selama hampir setahun ini kita ke mana-mana bareng," katanya
Cleo dan Ochi walau sudah terpisah tetap menjaga hubungan baik dengan memanfaatkan telefon dan jejaring sosial agar tetap menjaga silahturahmi.
"Kita sampai saat ini masih menjaga komunikasi, masih sering chating, dan telefon-telefonan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, "Mereka mungkin punya mimpi lain. Di sini kan tempat kami bareng-bareng meriah mimpi mungkin di sini mereka sudah beda mimpi," ungkapnya.
JKT 48 merupakan saudara AKB 48 yang berada di Jepang. Mereka lahir berkat kreasi produser bernama Yasushi Akimoto. Uniknya, di JKT48 ada salah satu anggotanya warga negara Jepang bernama Rena Nozawa. Hingga grup yang rilis pertama kali pada 3 November 2011 disebut "perkawinan antara Indonesia dan Jepang".
Gigi kembali menghentak Kota Ambon
Grup band Gigi kembali menghentak Kota Ambon dengan konser gratis yang digelar di Lapangan Merdeka, Ahad (18/11) malam kemarin.
Konser gratis ini merupakan pertunjukan musik mereka yang ketiga di
Ambon, sebelumnya Gigi pernah tampil di Ambon pada 1998, dan konser
Sound Sation 17th Gigi Anniversary, 19 Juli tahun 2011.
Kendati Gigi baru tampil sekitar pukul 22.15 WIT, ratusan warga Ambon dari berbagai kalangan, dan usia sudah memadati area konser sejak pukul 19.00 WIB. Beberapa anak kecil terlihat berseliweran di area konser dan meneriakan nama grup musik tersebut.
Penantian penonton akhirnya terpuaskan dengan penampilan atraktif dari band yang diawaki oleh Armand Mulana (vokal), Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramdhan (basis) dan Gusti Hendy (drumer) dengan 13 lagu andalan mereka.
Di antaranya Janji/Nirwana, My Facebook, 11 Januari, Andai, Pintu Sorga, Aku dan Aku, Bye-Bye, Jomblo, Mutiara Yang Hilang, dan Nakal.
Tak tanggung-tanggung, para penonton pun ikut bernyanyi dan berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan lagu-lagu yang menghentak panggung.
Mengawali penampilannya, grup musik beraliran pop-rock itu, menyanyikan lagu Perdamaian, dilanjutkan dengan Sang Pemimpi yang merupakan "original soundtrack" dari film berjudul sama, kemudian Janji/Nirwana, dan My Facebook.
"Kami sudah dua kali konser di sini, tapi ini yang paling ramai," kata Armad Maulana di tengah konser bandnya. Ia mengatakan, ini merupakan konser pertama mereka yang digelar gratis untuk semua orang.
Kendati terbata-bata, Armad Maulana yang saat itu mengenakan kaos singlet hitam-putih dan celana hitam selutut, tak canggung berkomunikasi menggunakan dialek Melayu Ambon dengan penggemar grup bandnya.
"Ini salah satu lagu terbaru kami, dalam beberapa waktu ke depan, teman-teman di Ambon akan sering melihat video klipnya di televisi nasional," katanya saat akan menyanyikan lagu berjudul Mutiara Yang Hilang.
Grup band yang telah meluncurkan lebih dari 10 album dan belasan hits itu, mengakhiri pertunjukan mereka dengan Ya... Ya... Ya..., hits dari album bertajuk Gigi yang diluncurkan pada 2009.
Kendati Gigi baru tampil sekitar pukul 22.15 WIT, ratusan warga Ambon dari berbagai kalangan, dan usia sudah memadati area konser sejak pukul 19.00 WIB. Beberapa anak kecil terlihat berseliweran di area konser dan meneriakan nama grup musik tersebut.
Penantian penonton akhirnya terpuaskan dengan penampilan atraktif dari band yang diawaki oleh Armand Mulana (vokal), Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramdhan (basis) dan Gusti Hendy (drumer) dengan 13 lagu andalan mereka.
Di antaranya Janji/Nirwana, My Facebook, 11 Januari, Andai, Pintu Sorga, Aku dan Aku, Bye-Bye, Jomblo, Mutiara Yang Hilang, dan Nakal.
Tak tanggung-tanggung, para penonton pun ikut bernyanyi dan berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan lagu-lagu yang menghentak panggung.
Mengawali penampilannya, grup musik beraliran pop-rock itu, menyanyikan lagu Perdamaian, dilanjutkan dengan Sang Pemimpi yang merupakan "original soundtrack" dari film berjudul sama, kemudian Janji/Nirwana, dan My Facebook.
"Kami sudah dua kali konser di sini, tapi ini yang paling ramai," kata Armad Maulana di tengah konser bandnya. Ia mengatakan, ini merupakan konser pertama mereka yang digelar gratis untuk semua orang.
Kendati terbata-bata, Armad Maulana yang saat itu mengenakan kaos singlet hitam-putih dan celana hitam selutut, tak canggung berkomunikasi menggunakan dialek Melayu Ambon dengan penggemar grup bandnya.
"Ini salah satu lagu terbaru kami, dalam beberapa waktu ke depan, teman-teman di Ambon akan sering melihat video klipnya di televisi nasional," katanya saat akan menyanyikan lagu berjudul Mutiara Yang Hilang.
Grup band yang telah meluncurkan lebih dari 10 album dan belasan hits itu, mengakhiri pertunjukan mereka dengan Ya... Ya... Ya..., hits dari album bertajuk Gigi yang diluncurkan pada 2009.
Once Mekel
Mantan vokalis grup band DEWA, Once Mekel, mengaku senang dan bangga
kerap diminta membawakan lagu milik (Alm) Chrisye. Namun, Once enggan
me-remake lagu milik legenda musik Indonesia tersebut untuk single terbarunya.
"Kalau bawain lagu almarhum (Chrisye) untuk acara aku masih mau, tapi kalau remake khusus lagu beliau terus aku nyanyiin sebagai single aku nggak mau," ujar Once yang baru usai merampungkan album solonya berjudul, Self Titled.
Menurut Once, untuk membuat sebuah remake lagu harus menghasilkan lagu yang lebih bagus dari versi aslinya atau setidaknya setara bagusnya. Sementara lagu-lagu milik (alm) Chrisye, menurut Once sudah sangat bagus, sehingga akan sangat sulit untuk membuat sebuah lagu remake 'tandingan' dari lagu aslinya.
Once menambahkan, selama ini lagu-lagu yang dihasilkan Chrisye sangat berkelas. Once bahkan mengaku sangat mengidolakan Chrisye yang dianggapnya merupakan penyanyi yang sempurna.
"Saya khawatir kalau buat remake lagu Chrisye nanti hasilnya malah lebih buruk. Soalnya proses rekaman beliau itu menurut saya luar biasa," ujar Once yang mengaku bangga karena kerap diidentikkan dengan penyanyi lawas tersebut.
"Kalau bawain lagu almarhum (Chrisye) untuk acara aku masih mau, tapi kalau remake khusus lagu beliau terus aku nyanyiin sebagai single aku nggak mau," ujar Once yang baru usai merampungkan album solonya berjudul, Self Titled.
Menurut Once, untuk membuat sebuah remake lagu harus menghasilkan lagu yang lebih bagus dari versi aslinya atau setidaknya setara bagusnya. Sementara lagu-lagu milik (alm) Chrisye, menurut Once sudah sangat bagus, sehingga akan sangat sulit untuk membuat sebuah lagu remake 'tandingan' dari lagu aslinya.
Once menambahkan, selama ini lagu-lagu yang dihasilkan Chrisye sangat berkelas. Once bahkan mengaku sangat mengidolakan Chrisye yang dianggapnya merupakan penyanyi yang sempurna.
"Saya khawatir kalau buat remake lagu Chrisye nanti hasilnya malah lebih buruk. Soalnya proses rekaman beliau itu menurut saya luar biasa," ujar Once yang mengaku bangga karena kerap diidentikkan dengan penyanyi lawas tersebut.
Jazz Indonesia terus menunjukkan tajinya
Jazz Indonesia terus menunjukkan tajinya. Tidak hanya piawai menggelar
event berskala Internasional, kalangan atau musisi Jazz Indonesia juga
memiliki prestasi yang tidak dapat dipandang sebelah mata.
Salah satunya ditunjukkan musisi Erucakra Mahameru bersama bandnya, C Man yang berhasil menembus pasar Eropa. Album terbaru C Man bertajuk "Live Under The Sun (LUTS)" akan diedarkan pada cakupan wilayah pemasaran negara-negara Skandinavia (NORDIC).
"Obsesi saya agar album C Man menembur pasar musik Eropa menjadi kenyataan. 29 Oktober lalu kita telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan label WEM Europe Market Division. Seluruh lagu C Man pada album LUTS sudah mendapat lisensi resmi untuk diproduksi dan dipasarkan di wilayah Skandinavia," ujar Erucakra dalam rilisnya yang diterima ROL,
Tidak hanya sekedar menembus pasar Eropa, album bernuansa Progressive Fusion itu direkam melalui teknologi rekaman dan LiveMix Mastering.
"Bahkan dua dari enam track di album LUTS merupakan hasil rekaman dan mastering live dari studio NEV SR Boston yang merupakan studio riset menggunakan sistem rekayasa velositas suara," ungkap musisi jebolan Berklee College of Music, Boston ini seraya menyebut empat track lain dimastering ulang di Abbey Road Studios London (EMI Music) Inggris.
Lagu-lagu dalam album tersebut nantinya juga akan dibawakan C Man dalam Festival Jazz terbesar di Sumatera Utara, e-Music Waspada, S
"Sebagai penyelenggara sekaligus penampil, saya dan band akan tampil penuh semangat," ungkapnya.
Selain C Man, festival yang digelar untuk kedua kalinya ini juga akan menampilkan sederet musisi seperti gitaris Wayan Balawan & Trio, Agam Hamzah, Reza Artamevia, Rafli, Bertha hingga Iwanouz.
Salah satunya ditunjukkan musisi Erucakra Mahameru bersama bandnya, C Man yang berhasil menembus pasar Eropa. Album terbaru C Man bertajuk "Live Under The Sun (LUTS)" akan diedarkan pada cakupan wilayah pemasaran negara-negara Skandinavia (NORDIC).
"Obsesi saya agar album C Man menembur pasar musik Eropa menjadi kenyataan. 29 Oktober lalu kita telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan label WEM Europe Market Division. Seluruh lagu C Man pada album LUTS sudah mendapat lisensi resmi untuk diproduksi dan dipasarkan di wilayah Skandinavia," ujar Erucakra dalam rilisnya yang diterima ROL,
Tidak hanya sekedar menembus pasar Eropa, album bernuansa Progressive Fusion itu direkam melalui teknologi rekaman dan LiveMix Mastering.
"Bahkan dua dari enam track di album LUTS merupakan hasil rekaman dan mastering live dari studio NEV SR Boston yang merupakan studio riset menggunakan sistem rekayasa velositas suara," ungkap musisi jebolan Berklee College of Music, Boston ini seraya menyebut empat track lain dimastering ulang di Abbey Road Studios London (EMI Music) Inggris.
Lagu-lagu dalam album tersebut nantinya juga akan dibawakan C Man dalam Festival Jazz terbesar di Sumatera Utara, e-Music Waspada, S
"Sebagai penyelenggara sekaligus penampil, saya dan band akan tampil penuh semangat," ungkapnya.
Selain C Man, festival yang digelar untuk kedua kalinya ini juga akan menampilkan sederet musisi seperti gitaris Wayan Balawan & Trio, Agam Hamzah, Reza Artamevia, Rafli, Bertha hingga Iwanouz.
Ahmad Dhani School of Rock
Pentolan band
"Dewa 19", Ahmad Dhani, membuka sekolah musik bertitel "Ahmad Dhani
School of Rock" (Adsor) di Semarang bekerja sama dengan Sekolah Musik
Purnomo Semarang. "Kami menggandeng musisi Ahmad Dhani untuk bersinergi
di dunia pendidikan musik," kata Pimpinan Adsor Purnomo Semarang Peter
Purnomo usai peresmian sekolah musik itu di Semarang, Selasa.
Sekolah musik yang dinamai Adsor Purnomo Semarang itu menjadi Adsor yang ke-13 setelah sekolah musik serupa dibuka di sejumlah kota, seperti Solo, Yogyakarta, Makassar, Palembang, Batam, dan Jakarta.
Dikatakan Peter, siswa yang bersekolah di Adsor tidak serta-merta akan dijadikan musisi beraliran rock. Nama rock yang ada pada "judul" sekolah itu hanya merupakan spirit semangat saja. " Rock yang dimaksud merupakan sebuah "spirit", yakni sebuah kekuatan untuk menekuni suatu bidang, seperti musik dengan lebih bersemangat, penuh kekuatan, dan tidak bersifat lembek," ujar Peter.
Nantinya, kata dia, para murid yang belajar di sekolah yang dahulu bernama Sekolah Musik Purnomo itu akan dibagi dalam berbagai kategori, minimal mulai usia 3,5 tahun di kategori "kids program".
Purnomo menjelaskan Adsor Purnomo Semarang didirikan karena kesepahaman visi dan misi antara Ahmad Dhani dan Peter sebagai pemilik yakni memberikan pembelajaran musik secara holistik kepada para calon musisi.
Ditambahkan Peter, Adsor Purnomo Semarang nantinya akan mengajarkan berbagai pilihan jenis musik, mulai pop, rock, jazz, klasik, hingga mandarin dengan berbagai pilihan, seperti gitar, piano, bass, dan vokal.
"Siapa pun bisa bergabung di sini (Adsor Purnomo Semarang, red.), mulai anak usia 3,5 tahun hingga tidak terbatas usianya. Tentunya, pembimbingan musik disesuaikan dengan usia," kata Peter.
Sementara itu, Ahmad Dhani mengatakan bahwa konsep pembelajaran musik di Adsor memang dirancang seimbang sehingga murid tidak hanya mengerti satu jenis alat musik, tetapi beberapa alat musik sekaligus.
"Saya adalah musisi yang hampir serba bisa, sehingga saya harap murid-murid Adsor juga seperti itu. Murid piano misalnya, akan diajari `basic` permainan gitar, drum, dan bass, demikian sebaliknya," katanya.
Dengan pemahaman lebih dari satu jenis alat musik meski tidak harus menjadi ahli, kata Dhani, setidaknya para murid yang menjadi musisi bisa menuangkan ide-ide bermusiknya dari berbagai alat musik
Sekolah musik yang dinamai Adsor Purnomo Semarang itu menjadi Adsor yang ke-13 setelah sekolah musik serupa dibuka di sejumlah kota, seperti Solo, Yogyakarta, Makassar, Palembang, Batam, dan Jakarta.
Dikatakan Peter, siswa yang bersekolah di Adsor tidak serta-merta akan dijadikan musisi beraliran rock. Nama rock yang ada pada "judul" sekolah itu hanya merupakan spirit semangat saja. " Rock yang dimaksud merupakan sebuah "spirit", yakni sebuah kekuatan untuk menekuni suatu bidang, seperti musik dengan lebih bersemangat, penuh kekuatan, dan tidak bersifat lembek," ujar Peter.
Nantinya, kata dia, para murid yang belajar di sekolah yang dahulu bernama Sekolah Musik Purnomo itu akan dibagi dalam berbagai kategori, minimal mulai usia 3,5 tahun di kategori "kids program".
Purnomo menjelaskan Adsor Purnomo Semarang didirikan karena kesepahaman visi dan misi antara Ahmad Dhani dan Peter sebagai pemilik yakni memberikan pembelajaran musik secara holistik kepada para calon musisi.
Ditambahkan Peter, Adsor Purnomo Semarang nantinya akan mengajarkan berbagai pilihan jenis musik, mulai pop, rock, jazz, klasik, hingga mandarin dengan berbagai pilihan, seperti gitar, piano, bass, dan vokal.
"Siapa pun bisa bergabung di sini (Adsor Purnomo Semarang, red.), mulai anak usia 3,5 tahun hingga tidak terbatas usianya. Tentunya, pembimbingan musik disesuaikan dengan usia," kata Peter.
Sementara itu, Ahmad Dhani mengatakan bahwa konsep pembelajaran musik di Adsor memang dirancang seimbang sehingga murid tidak hanya mengerti satu jenis alat musik, tetapi beberapa alat musik sekaligus.
"Saya adalah musisi yang hampir serba bisa, sehingga saya harap murid-murid Adsor juga seperti itu. Murid piano misalnya, akan diajari `basic` permainan gitar, drum, dan bass, demikian sebaliknya," katanya.
Dengan pemahaman lebih dari satu jenis alat musik meski tidak harus menjadi ahli, kata Dhani, setidaknya para murid yang menjadi musisi bisa menuangkan ide-ide bermusiknya dari berbagai alat musik
Langganan:
Postingan (Atom)






