Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Kamis, 28 Juni 2012

Java Rockin’Land 2012 Batal


Kepastian pembatalan Java Rockin’Land 2012 langsung diutarakan oleh oleh Dewi Gontha, President Director Java Festival Production (JFP)
Salah satu sebab batalnya pesta musik rock terbesar se-Asia Tenggara ini, kata Dewi, sulitnya mendatangkan artis tenar karena banyaknya festival musik di dunia tahun ini.
“Ada banyak pertimbangan salah satunya adalah kita tidak bisa mendapatkan artis yang kita inginkan. Karena saat bulan-bulan Juli, Agustus itu di luar negeri juga banyak sekali festival musik sehingga kita sangat susah untuk membawa artis yang kita inginkan,” kata Dewi
Dewi menambahkan, “Kita terpaksa harus membatalkan ini karena tidak ingin para penggemar kecewa. Karena mungkin ada yang menganggap jika program yang tahun ini kok sangat beda dengan yang kemarin, kok artisnya begini. Jadinya kita memilih untuk membatalkannya. Kita juga enggak mau membuat penggemar kecewa”.
Bagi anda yang sudah memiliki tiket Java Rockin’ Land 2012, jangan khawatir sebab semua uang yang sudah anda keluarkan akan dikembalikan 100 persen mulai pekan depan.

Balance


Selain mahir menciptakan lagu yang menjadi hits, Melly Goeslaw juga menghadirkan sebuah buku yang menceritakan tentang sosiologi musik Indonesia.
Melalui buku yang bertajuk Balance, Melly coba menjabarkan bagaimana industri musik di Indonesia yang sebenarnya.
Melly mengaku inspirasi untuk menulis buku diperolehnya dari lingkungan sekitar, dan apa yang dirasakannya selama berkecimpung di industri musik.
"Inspirasi sih enggak perlu yang gimana banget karena isinya apa yang saya pernah alami. Apa yang pernah saya rasakan dan saya lihat di lingkungan industri musik Indonesia. Itu semua diceritakan di buku ini. Kalau mau dibilang curhat, boleh, silakan saja. Tapi ini curhatnya lebih ke sosiologi musik," kata Melly
Buku karya istri Anto Hoed itu sebenarnya telah selesai sejak akhir 2010, namun baru bisa dirilis sebelumnya pengerjaan buku ini sempat terhenti.
"Buku ini dikerjakan tahun 2011, mungkin 2010 akhir. Cukup lama dan akhirnya selesai juga berkat dorongan Mas Anto. Yang bikin lama bukan pengerjaannya. Buku ini ingin saya rilis bersamaan dengan album saya yang judulnya Balance juga. Nah ini ada kesempatan dari penerbit, ya udahlah," ujarnya.
Namun Melly mengaku belum tahu ada rencana untuk membuat buku lagi atau tidak. Baginya semua ini datang berdasarkan keinginan hatinya saja.
"Saya enggak ada rencana untuk bikin buku lagi, kalau misalnya bisa bikin, ya bikin lagi," tandas Melly.

Orsun


Tak dipungkiri musikalitas Iwa K begitu dinamis, mengawali karier menjadi seorang solois meluncurkan debut album "Kuingin Kembali" (1993) hingga album kelima Vini Vidi Vunky (2002). Dia juga beberapa kali melakukan kolaborasi dengan musisi Blackumuh, Sweetmartabak, Ricky Jo, Tohpati, hingga Yuni Shara.
Iwa K membentuk band Sound Of Beat (SOB) bareng Eno "Netral", dan Gading Marten melahirkan single perdana "I'll Be Around The World".
Tak puas disitu, musisi kelahiran 25 Oktober 1972 itu sudah membentuk band baru bareng Yuke "Dewa 19". Nama bandnya Orsun kependekan dari Orang Sunda.
"Gue bikin band baru, orsun (orang sunda), ada yuke di bass. Genrenya ada blues ada hip hop tapi etnik yang kental," kata dia. Sebelumnya Iwa menjelaskan kesibukannya saat ini nyanyi di beberapa kota di Indonesia serta bikin album baru.
Pria yang sedang menjalani proses cerai dengan Selfi "KDI" Nafilah di Pengadilan Agama Jakarta Timur, merasa bersyukur kisruh rumah tangganya tidak memengaruhi karier musiknya.
"Alhamdulillah, selama ini berjalan aja gue fokus, gue ada pekerjaan. Ya gue mensyukuri dengan kerjaan gue. Enggak ada masalah Alhamdulillah, dibikin setenang dan senyantai mungkin," kata dia.
Yuke pernah bilang band Orsun telah mengeluarkan single berjudul Kumaha Aing yang liriknya bernuansa Indonesia. Pesannya Indonesia jangan terpecah belah akibat. Musiknya dibalut funk dan groovy funk.

Gugun Blues Shelter Raih Tiga Nominasi AMI 2012


Sebanyak 44 kategori siap dibacakan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 4 Juli 2012 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta
AMI 2012 terlihat semakin berwarna, beberapa musisi rock dan jazz turut dilibatkan, seperti Gugun Blues Shelter (GBS), Ten to Five, dan LLW.
Untuk pertama kali, Gugun Blues Shelter masuk dalam ajang AMI. Mereka langsung mendapuk tiga kategori penghargaan, yaitu Grup Rock Terbaik, Album Rock Terbaik dan Desain Cover Album Terbaik.
"Kita surprise banget dapat nominasi ini, mungkin banyak yang bilang musik kita segmented, tapi kita enggak pernah mengkotak-kotakan musik. Di album kita sendiri ada rock, pop rock. Kita bisa ada di nominasi ini ya kaget juga. Sepertinya untuk artis-artis indie sekarang dikasih space, bagus saya bilang," ujar Gugun
Nama musisi blues Sandhy Sondhoro berhasil sabet empat nominasi, yaitu Artis Solo Pria Terbaik, Produser Musik Pop Terbaik, Album Pop Terbaik, dan Penampil & Produser Terbaik. Lalu ada Marcell yang meraih delapan kategori, sedangkan Agnes Monica cukup lumayan dapat empat kategori, Afgan juga mendapat kue nomiasi sebanyak enam kategori.
Selain dari puluhan kategori yang ada, AMI 2012 juga akan memberikan sebuah penghargaan khusus untuk kategori Lifetime Achievement, Legends Awards dan Alternative Market.

Respect & Unity For All


Bondan & Fade 2 Black kembali meluncurkan album keempat bertajuk Respect & Unity For All (RUFA). Nama ini didapat dari penggabungan tiga album sebelumnya, Respect (2005), Unity (2007) dan For All (2010).
"Pilihan judul ini terlahir dari spirit bahwa jika setiap individu saling menghargai (respect), maka akan menimbulkan persatuan dan pada akhirnya manfaatnya akan dinikmati oleh kita semua," ucap Bondan.
Seperti album-album terdahulunya, Bondan Prakoso berperan besar dalam penggarapan album RUFA yang bertindak sebagai produser, arranger, vokalis dan bassist. Sedangkan Fade 2 Black yang digawangi Tito a.k.a Titz, Ari a.k.a Santoz dan Eza a.k.a Lezzano fokus dalam membuat lirik.
Bondan menuturkan, semua lagu yang tercipta tanpa konsep yang jelas. Apa yang ada di kepala, katanya, itu yang dikeluarkan.
"Project tanpa konsep lebih mengutamakan kreativitas. Apa yang ada di kepala saat itu, itu yang kita buat," terangnya.
Ada 10 lagu di album ini, pesan sosial masih nempel dalam setiap lagunya. Termasuk carut marut kondisi di Indonesia yang diwakilkan oleh lagu yang memberi semangat, "Tak Terkalahkan".
"Kita disini punya ide yang beda kenapa pilih lapangan, kita menyampaikan prihatin dengan kondisi kita di Tanah Air. Kita menggambarkan keadaan sosial meskipun agak sedikti naif memang faktanya seperi itu di Indonesia," ucap Bondan
Selain membawa pesan sosial, Bondan & Fade 2 Black mendedikasikan sebuah lagu bagi sosok seorang ibu dengan judul "Pelita Hidup" yang sarat akan irama musik jazz/fussion yang mengalir dengan apik
"Filosofi yang kita ambil, yang kita terapkan dalam lagu-lagu itu sudah cukup merepresentasikan pesan yang ingin kita sampaikan," tandasnya.

duo The Virgin


Grup duo The Virgin baru menyelesaikan tur keliling kota untuk mempromosikan albumnya. Berbagai pengalaman unik pun dirasakan, karena mereka harus melakukan perjalanan selama satu bulan di dalam bis.
"Kita tur sebulan enggak pulang, perjalanannya naik bis dari kota ke kota. Jadi kita banyak tidur di bis. Di hotelnya dari malam ke pagi doang. Tapi kita senang banget bisa datangin Virginity (penggemarnya) yang kotanya belum pernah kita jamah," kata Mitha
Selama itu, mereka mengaku tetap menikmati perjalanan tersebut meski harus makan dan tidur di dalam bis.
"Mandi sih bersih, di pom bensin. Bersih-bersih saja (cuci muka), karena kegiatannya itu emang padat banget," ungkap Mitha.
Namun mereka bersyukur, selama perjalanan tidak menemukan kendala yang berarti dan bisa selamat sampai tujuan.
"Alhamdulillah kalau kejadian band kempes enggak ya, perjalanan lancar," tandasnya.

Free On Saturday


Free On Saturday (FOS) tampil di pergelaran musik bergengsi, Hard Rock Calling yang berlangsung di London, Inggris, pada 13-15 Juli 2012 kemarin
Band yang dianggotai Ariyo Wahab (vokal), Coki Momo Nutz (gitar), Bey Blue (keyboard), dan Robby (drum) tampil di sana setelah jadi juara tiga pilihan tim juri Hard Rock Rising Global Battle of The Band 2012.
Selama berada di Negeri Elizabeth, FOS tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mengunjungi makam seorang musisi genius Jimi Hendrix yang meninggal pada 18 September 1970 di umur 27 tahun.
“Kalau sudah di sana (London) enggak mungkin kita cuma tidur-tiduran doang. Pasti kita manfaatin buat jalan-jalan, masa sudah jauh-jauh cuma tidur. Paloh tuh katanya mau nyekar ke makam Jimmy Hendrix,” ujar Ariyo
Coki menimpali,“Di London itu banyak banget loh tempat yang sakral, makanya nanti mau kita kunjungi."
Di Hard Rock Calling, FOS akan berbagi panggung dengan para legenda dunia seperti Paul Simon, Bruce Springsteen, dan Soundgarden.