Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Jumat, 30 Maret 2012

sembilan bulan takeda


musik Drive kini mempunyai vokalis baru. Adalah Takeda namanya. Kurang lebih sembilan bulan lamanya Takeda bergabung dengan band asal Surabaya ini. Namun, di balik sikapnya yang cuek, Takeda ternyata masih menyisikan rasa groginya, terutama saat manggung dengan Drive. Ia merasa jam terbangnya sebagai vokalis belum imbang dengan jam terbang Drive.
"Bebannya itu lebih ke saat manggung-manggung saja. Jadi pertama-tama itu masih kurang lepas karena memang grogi. Ya walaupun cuek, tapi tidak dimungkiri ada juga sih (grogi)," tutur Takeda
Menurut Takeda, grogi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) baginya. Untuk mengobati rasa itu, ia kini lebih sering menonton video konser-konser band lain. "Mau nggak mau gue harus mengejar, jadi PR yah buat gue, bagaimana caranya sesuai apa yang diinginkan sama anak-anak (Drive)," ujarnya.
Budi, gitaris Drive, menambahkan, sampai saat ini Drive dengan formasi baru ini masih mencari chemistry satu sama lainnya saat manggung. Karena menurutnya, tidak mudah membangun chemistry dengan anggota baru.
"Yang lagi kita kembangkan saat ini itu saat manggungnya. Karena manggung itu sesuatu yang chemistry susah didapat, ya. Apalagi untuk orang-orang yang baru masuk di kita. Biasanya bertahun-tahun manggung berempat sama Anji, jadi nggak perlu liat-liatan lagi. Tapi kali ini ada orang baru, nah ini yang susah," jelas.

Konser Kidung Abadi


Chrisye 2012 Kidung Abadi akan digelar 5 April 2012 di Plenary Hall, JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Uniknya, dalam konser tersebut, almarhum Chrisye akan ikut bernyanyi.
Pemunculan sosok dan suara Chrisye di atas panggung itu berkat kreasi dan ide Erwin Gutawa serta Jay Subiakto. Erwin dengan menggunakan kemampuannya akan membuat suara Chrisye. Sedangkan Jay membuat hologram yang mirip dengan Chrisye.
"Kita banyak stok bagaimana Chrisye ngomong, memperkenalkan diri, nyanyi. Jadi suaranya Chrisye tapi musiknya live. Sedangkan Jay bagian hologramnya," terang Erwin
Menurut Erwin, tidak mudah membuat konser seperti ini. Pasalnya, untuk pengerjaan suara Chrisye sendiri memakan waktu hampir dua bulan lamanya. "Itu pun dikerjakan setiap harinya," katanya.
Sementara itu, Jay menambahkan, konser dengan konsep seperti ini akan menjadi pertama kali di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
"Jadi ide Erwin itu pertama kali di dunia, belum pernah ada sebelumnya. Kita tahu ada tribute Elvis, Michael Jackson tapi tidak pernah ada ide mengambil suku kata jadi lagu baru dengan suara dia (orang yang sudah meninggal). Kalau tugas saya cuman bagimana supaya lagu tadi bisa lip sync oleh Chrisye. Nanti pada waktu konser itu akan ada layar besar dan dia akan lipsync atau bernyanyi," jelasnya.
Istri almarhum Chrisye, Yanti Noor, mengaku senang atas rencana konser itu. Ia menilai konser itu sebagai penghormatan untuk mendiang suaminya.
"Tujuannya selain melestarikan, kita mencoba untuk orang menghargai apa sih yang pernah orang itu buat selama hidupnya dan punya arti sebenernya, khususnya seni musik ya," tuturnya.

Senin, 26 Maret 2012

Bondan Prakoso and Fade2Black


Sukses merilis single "Tak terkalahkan" Januari lalu , Bondan Prakoso and Fade2Black, bulan Maret nanti akan melansir album terbarunya. Menurut Bondan, album terbarunya nanti memiliki konsep yang berbeda dari dari album sebelumnya ; Respect (2005), Unity (2007) dan For All (2010).
"Seperti biasa, kita melansir single dulu, kemudian akan disusul dengan album. Sebenarnya, sudah ada albumnya, semuanya sudah rampung tinggal kira-kira sebulan lagi keluar," jelas Bondan.
Proses penggarapan album tersebut dilakukan pada saat tur. "Karena kita tahu enggak akan punya kesempatan bikin di studio, jadi kita rekaman dilakukan secara mobile. Jadi dari mulai tur itu, kita rekaman dijalan. Dimulai tahun 2010, kita udah nyicil materi dan recording," ungkap Santoz, personil Fade2Black.
Band yang beranggotakan Bondan Prakoso, Lezano, Titz dan Santoz ini mengaku, kalau album terbaru Bondan and Fade2Black memiliki perbedaan dibandingkan album sebelumnya. Di ketiga album Bondan and Fade2Black sebelumnya dibuat atas dasar kebutuhan industri. Tapi kali ini, Bondan cs sudah memiliki sikap dalam musik mereka.
"Kita di album ini suka-suka. Kalau sebelumnya mungkin kita lebih berpikir tentang industri, seperti lagu 'Ya Sudahlah, Kita Selamanya' itu kan lagu-lagu industri. Di album baru ini, kita enggak industri banget, tapi gak idealis banget juga. Dalam arti mau bikin musik rock, dibikin aja, kalau enggak mau bikin pop, ya enggak usah bikin musik pop," tegas Bondan.
Menyimak tembang "Tak Terkalahkan" Bondan memperkenalkan nuansa baru, yakni memadukan musik rock dan disko.

Sarah Hardju


Sarah Hardju, mantan vokalis cokelat, berencana merilis album solo perdananya bulan Maret mendatang. Berbeda dengan karirnya bersama Cokelat yang lebih banyak mengumandangkan lagu rock, di album solonya Sarah bakal lebih nge-jazz.
Menurut jebolan Indonesian Idol ini, materi album solonya nanti akan berisikan lagu-lagu lawas, namun dengan sentuhan musik masa kini. Lagu-lagu yang didaur ulang antara lain lagu legendaris milik Rod Stewart, "Have I Told You", kemudian "Pertemuan", "Senja Di Batas Kota", "Hilang Permataku". Untuk urusan aransemen Sarah menyerahkan pada Pepe "Wong Pitoe".
Album yang belum diberi judul tersebut rencananya bakal berisi 10 lagu, dan hingga kini proses penggarapannya sudah mencapai 70%.

slank Religi


Grup musik Slank melakukan "Perjalanan Religi" bersama Ki Ageng Ganjur ke Pondok Pesantren As Shidiqi Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.
Menurut vokalis Slank, Kaka, rangkaian perjalanan religi ke Malang merupakan yang kedua setelah menggelar perjalanan yang sama di Pondok Pesantren Darullughah Walkaromah, Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
"Ini merupakan perjalanan religi kedua dari total 25 perjalanan Slank di berbagai daerah di Indonesia. Dan untuk hari ini, kami juga menggelar konser `Perjalanan Religi` di Lapangan Cengger Ayam, Kota Malang," katanya.
Kaka menjelaskan perjalanan itu bertujuan mempersatukan kembali nilai dasar seni dan budaya Indonesia yang banyak menyimpang dan mengarah kepada kekerasan.
Ia berharap melalui konser perjalanan religi, nilai seni dan budaya bangsa kembali pada jalan yang benar tanpa adanya kekerasan.
"Melalui musik kita bisa memengaruhi orang dan terpengaruh. Untuk itu, saya berharap melalui musik, kita semua mendapatkan ilmu dan kembali pada nilai dasar seni dan budaya Indonesia tanpa kekerasan," katanya.
Salah satu budayawan yang mendampingi Slank dalam perjalanan itu, Sastro Al Ngatawi mengutarakan bahwa mengarahkan budaya bangsa bisa melalui berbagai cara, salah satunya melalui seni atau musik.
Pada saat ini, lanjut dia, budaya bangsa sudah banyak beralih dan mengarah pada kekerasan sehingga perlu kembali diarahkan.
Dengan melakukan perjalanan religi ke sejumlah pondok pesantren di Indonesia, Sastro berharap nilai budaya bangsa bisa kembali ke jalan yang benar.
Sebab, nilai dasar pondok pesantren di Indonesia adalah tidak mempunyai sikap ekstrim dan selalu seimbang antara dunia dan akhiratnya, serta mampu bersikap toleransi terhadap perbedaan yang ada.
Dalam kedatanganya di Pondok Pesantren As Shidiqi Lawang, para personel Slank yang terdiri atas Kaka, Bim-Bim, Ivan, Abdee, dan Ridho, disambut dengan hadrah oleh para santri dan melakukan salat Zuhur berjamaah dengan para sesepuh pondok setempat.

setia gandeng alsa


Lepas keluarnya dari ST 12, Charly van Houten dan Pepeng yang juga mantan personel ST 12, membentuk sebuah band baru bernama "Setia Band". Tak jauh berbeda dengan ST 12, Setia Band juga mengusung genre pop melayu. Menurut Charly, hal ini dikarenakan dirinya tidak bisa lepas dari cengkok melayu yang sudah menjadi ciri khasnya.
“Cara aku menyanyi sih dari dulu memang seperti ini. Pepeng juga begitu,” ujar Charly,
Meskipun demikian, ada yang menarik dari Setia Band ini. Charly menghadirkan seorang drummer cantik bernama Alsa. “Cuma kebetulan aku kenal Alsa, terus kita minta bantuan dia. Aku bilang, ‘kayaknya lucu kalau drummer-nya kamu’,” ucapnya.
Meskipun usianya masih tergolong muda, rupanya Alsa merupakan drummer yang telah cukup dikenal di kalangan musisi tanah air. Alsa dikenal sebagai seorang drummer yang sering memainkan komposisi jazz. Kehadiran Alsa yang masih berstatus sebagai additional player ini diharapkan mampu memberikan suguhan yang berbeda bagi Setia Band.
“Bisa dibilang ini suguhan terbaru kita buat para penikmat musik. Aku sama Pepeng cuma mencoba membuat sesuatu yang fresh, bagaimana kemunculan aku dan Pepeng dengan bantuan Alsa bisa diterima oleh masyarakat,” jelas Charly.

bakar bajakan


Sejumlah artis yang tergabung dalam Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) membakar ratusan CD, VCD, DVD bajakan di halaman Hotel Garden Palace Surabaya, Jumat sore, sebagai upaya memerangi pembajakan di Tanah Air.
Mereka antara lain Ketua Umum PAMMI Rhoma Irama, juga ada Cyntiasari, Puri Rahayu (Ketua PAMMI Jatim), Aka Surya, dan perwakilan pengurus DPD PAMMI Jatim.
Humas PAMMI Surabaya Daniel Lukas Rorong mengatakan, aksi pembakaran VCD bajakan ini bagian dari rangkaian persiapan menjelang Musyawarah Nasional (Munas) PAMMI ke-3 di Surabaya pada 3-4 Maret 2012.
"Pembakaran ini juga sebagai simbol perang terhadap tingginya pembajakan hak cipta di Indonesia," katanya.
Menurut dia, hal itu dirasa sangat merugikan seniman, terutama pemusik, penyanyi dan pencipta lagu.
Daniel mengatakan, peredaran CD, VCD dan DVD bajakan di pasaran lebih menguasai dibandingkan yang asli (original).
"Produk bajakan itu telah menguasai pasar sebanyak 90 persen," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PAMMI Rhoma Irama yang turut dalam aksi pembakaran VCD bajakan ini meresahkan tingginya pembajakan hak cipta di Indonesia, bahkan termasuk yang tertinggi di dunia.
Raja dangdut ini menandaskan, dari seluruh wilayah di Indonesia, Jawa Timur adalah daerah yang menjadi pusat pembajakan terbesar di Indonesia.
"Jawa Timur ini adalah daerah yang menjadi pusat pembajakan tertinggi di Indonesia. Kami telah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memberantasnya hingga ke akar-akarnya," kata musisi kelahiran Tasikmalaya ini.
Untuk melindungi hak kekayaan intelektual (HAKI) dari pembajakan, pentolan Soneta Group itu juga bakal memasukkan permasalahan tersebut dalam visi misi yang menjadi agenda Munas PAMMI ke-3.
"Masalah pembajakan nanti akan menjadi salah satu misi dan visi Munas," ujarnya.
Saking kesalnya, musisi yang tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record tersebut pada 14 Desember 2011 lalu sempat mendatangi Mapolda Jatim untuk meminta polisi agar lebih serius mengusut tuntas kasus pembajakan hak cipta. Rhoma menyatakan, akibat dari pembajakan ini membuat negara kehilangan devisa hingga Rp12 Trilliun selama 1 tahun jika dibiarkan terus menerus.
"Kami berharap agar pemerintah dan aparat kepolisian serius dalam menangani pembajakan ini," katanya