Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Selasa, 22 November 2011

Sony Music & Universal Music Beli EMI Music



Label rekaman asal London, Inggris yaitu EMI dikabarkan akan segera almarhum alias tutup alias menjadi sejarah dan akan dijual ke Sony Music dan Universal Music Group.
EMI yang menjadi label rekaman untuk Coldplay, Katy Perry, Lily Allen, dan lainnya ini diputuskan akan dijual oleh pemilik EMI saat ini yiatu Citigroup/ Dan penjualan EMI ini akan dibagi menjadi dua bagian ke dua perusahaan yaitu bagian publishing EMI akan dijual ke Sony, dan unit label rekaman akan dijual ke Universal Music Group.
Dan dikabarkan bahwa Sony sudah menyetujui dengan Citigroup membeli divisi publishing music senilai US$ 2,2 miliar dengan bantuan investasi bank. Sementara label rekaman EMI akan dibeli industri musik ternama Universal dengan nilai kesepakatan senilai US$ 1,9 miliar.
Kalo EMI bener akan ditutup berarti nanti kedepannya sudah tidak ada lagi Big Four tapi menjadi Big Three yang terdiri dari Universal Music Group, Sony Music Group dan Warner Music Group/

Ipang Garap Soundtrack #RepublikTwitter


Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini, Indonesia lagi dilema wabah twitter. Dimanapun dan kapanpun setidaknya jutaan masyarakat Indonesia menggunakan twitter secara aktif.
Mulai dari twit berbayar yang dilakukan oleh akun twitter yang mempunyai ribuan bahkan puluhan ribu followersnya untuk ngedapetin duit, melakukan kampanye, melakukan promosi dan lainnya.
Dan ternyata itu membuat seorang sutradara Kuntz Agus tertarik untuk mengangkatnya kedalam sebuah film yang berjudul "#RepublikTwitter."
Nah, dalam sebuah film tentunya dipastikan ada soundtrack untuk membuat film tersebut menjadi lebih hidup. Dan untuk film #RepublikTwitter, Kuntz agus memutuskan untuk mengajak Ipang buat mengarap soundtrack film ini.
Ipang waktu diminta menggarap soundtrack ini dengan senang hati menerimanya. Karena, Ipang juga pengguna twitter dan ternyata gak butuh waktu lama yaitu hanya 2 minggu saja satu lagu berhasil selesai dibuat oleh Ipang.
Lagu berjudul "Jatuh Cinta" nantinya akan dirilis sebagai soundtrack #RepublikTwitter yang rencana filmnya bakalan rilis 2012 mendatang.

Kampanye Drive


Drive dengan formasi baru ini akhirnya bulan Oktober 2011 kemarin merilis album keempatnya "Cahaya Terang" dengan lagu jagoannya "Pencuri Hati."
Dalam perilisan dan promonya, ternyata DRIVE juga membuat kampanye yang dilakukan lewat twitter yaitu dengan menggunakan hashtag #MariMembeliCD.
Ini dilakukan oleh DRIVE dikarenakan sekarang ini ritual menikmati musik dengan membeli CD sudah hampir punah alias tinggal sejarah dan itu bisa dilihat dari semakin kritisnya angka penjualan CD di Indonesia dan di seluruh dunia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yang terus menerus turun persentasenya.
Karena buat DRIVE salah satu untuk menikmati musik itu adalah dengan mendengarkannya lewat CD (Compact Disc-red) bukan RBT yang hanya 30 detik dengan kualitas yang buruk audionya walaupun tidak dipungkiri kalo RBT adalah salah satu opsi pendapatan untuk musisi dan label saat ini.
Kegiatan kampanye #MariMembeliCD ini awalnya dilakukan di dua kota, Bandung dan Surabaya. DrIVe hadir dengan mengajak fans mereka (drivemaniacs) untuk membeli album baru mereka, dan sebagai hadiahnya drIVe menghibur mereka dengan tampil akustikan di outlet kota-kota tersebut.
Campaign yang bersifat positif ini berawal dari kampanye di Social Media. Dan akan berlangsung seterusnya di program drIVe berikutnya. Baik secara distribusi outlet, direct selling di konser, ngamen dan lain lain. Juga secara online. Dan semua itu dilakukan demi kemajuan musik tanah air.

Minggu, 30 Oktober 2011

T.R.I.A.D istimewa


Lama tak menelurkan album, band rock TRIAD (sebelumnya The Rock) yang dibidani oleh Ahmad Dhani akhirnya merilis album kedua berjudul 'Istimewa'.
Dhani yang menyebut album kedua ini mirip album 'the best' karena memasukkan lagu yang sudah dikenal masyarakat. Tapi ada dua lagu baru dalam album kedua, yakni berjudul Istimewa dan Terbakar yang turut menggandeng penyanyi Mulan Jameela.
Ahmad Dhani yang ditemui usai peluncuran album TRIAD kedua di PPHUI, Kuningan, Jakarta, menuturkan susahnya mencari materi lagu yang bisa laku dijual yang berakibat molornya peluncuran album.
“Menemukan lagu bagus itu enggak gampang, dan lagu 'Istimewa' (judul lagunya) itu saya yakin banget bisa laku. Begitu saya nemu lagu ini cocok banget," tutur Dhani.
Sebagian besar lagu yang berada di album 'Istimewa' merupakan lagu-lagu lama yang diaransemen ulang. Dhani menuturkan bukan tidak kreatif munculkan lagi lagu lama.
“Ini adalah permintaan dari klien. Sebenernya berniat untuk bikin album full dengan lagu baru semua,” ujarnya.
Saat masih namanya The Rock, Dhani menggandeng musisi asal Australia meluncurkan album pertama berjudul 'Master Mister Ahmad Dhani I' pada 2007.

Long Live My Family


Kreatif, adalah kata kuncinya, dan band Endank Soekamti adalah salah satu grup band yang begitu kreatif mengaktualisasikan dirinya di dunia hiburan Indonesia. Betapa tidak, band Punk Pop asal Jogjakarta ini terhitung sebagai sedikit band yang semenjak bersatus indie rajin melakukan inovasi.
Bila band lain mungkin cukup puas dengan membuat merchendise dan clothing mereka sendiri, dua hal itu mereka rasakan masih kurang. Terbukti, Endank Soekamti mau serius menggarap saluran radio mayanya sendiri (Soekamti FM), membuat videoklip dengan konsep sekali take tanpa cut (cukup inovatif dan iconic kala itu), sampai membuat video klip hanya dengan bersenjatakan iphone. Video klip “Long Live My Family” baru saja kelar dengan konsep super hero, yang disutradarai oleh Erix Soekamti, sang basis dan vokalis. Bahkan kini Erix tengah menggarap feature film layar lebar yang berjudul “Long Live My Family” juga secara serius, dijadwalkan edar tahun depan.
Seakan tak ingin kalah, Tony Trax – sang manajer, ikut pula tersetrum arus berkreatif trio Endank Soekamti dengan menuliskan naskah Komik Biografi Endank Soekamti. Diam-diam, ini adalah karya kedua dari Tony Trax sebagai penulis dan pengarah artistik karya komik, setelah komik Islami-nya, Real Masjid, yang dirilis belum lama ini.
Komik yang dibandrol Rp. 30.000,- ini menceritakan perjalanan Endank Soekamti, mulai asal mula nama mereka, jatuh bangunnya band ini menaklukkan scene PENSI di pulau jawa, perjuangan mereka memproduksi karya rekaman, sampai kesuksesan mereka mendapatkan begitu banyak fans fanatik yang tersebar sampai ke Mesir. Bagi fans hardcore Endank Soekamti (saat ini tercatat 270 ribu fans di Facebook, dan terus bertambah) komik ini pas sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan trivial mereka tentang Dory, Erix dan Ari. Musisi-musisi muda yang sedang berjuang menembus industri pun bisa belajar dari kiat Endank Soekamti menggalang dana untuk membuat karya rekaman, menyiasati bujet produksi, sampai gaya mereka merawat fanbase.
Bila Endank Soekamti versi nyata dikenal sebagai musisi yang mengusung lagu-lagu berlirik kocak, begitu juga dengan versi komiknya. Jangan harapkan runutan gambar model komik sejarah yang terlalu serius muncul di komik ini, karena balon dengan teks celetukan-celetukan kocak tersebar memenuhi panel-panel yang digambar secara pas oleh komikusnya. Untuk project ini Tony Trax mendapuk Gio dan Haryadhi sebagai eksekutor visualnya. Guratan pensil Gio tentunya cukup akrab dengan pembaca remaja, berhubung Gio adalah ilustrator in-house majalah Hai. Sementara Haryadhi dikenal melalui komik maya-nya “KOSTUM: Komik Situasi Untuk Umum”, yang kocak namun tajam menyentil issue aktual. Bila banyak komikus muda lebih suka menggunakan idiom-idiom visual dari komik terjemahan Jepang atau Amerika, maka Gio dan Haryadhi menyajikan komik biografi ini dengan bahasa gambar yang mudah dimengerti pembaca awam yang belum pernah membaca manga sekali pun.

Saykoji


Saykoji pernah merilis album dulu banget waktu masih berada dalam naungan label rekaman. Tapi sekarang ini, Saykoji gak punya label dan jadi Saykoji merasa gak punya deadline dan bisa ngejalanin aktivitas kreatif bermusiknya dengan lebih santai.
Dan itu ditunjukkin sama Saykoji yang lebih seneng merilis single daripada merilis album. karena untuk ngerilis single, Saykoji merasa lebih santai dan tidak dikejar-kejar Deadline.
Karena biasanya kalo merilis album selain harus mempunyai tema yang mempunyai benang merah antara lagu-lagu yang ada di album. Juga harus dikerjakan dengan deadline yang harus dipenuhi. Kalo rilis single itu lebih santai dan bisa lebih update dengan tema-tema yang ada.
Seperti waktu jamannya Online dibikin lagu Online. Waktu jamannya twitter dibikinlah lagu Follow Me Back.
Jadi dengan merilis single lebih update dan itu yang sekarang disenengin ama Saykoji. Lebih seneng rilis single ketimbang merilis album.

Yuke dan once


Sudah tak aktif lagi di Dewa 19, Yuke dan Once kini sedang menyiapkan proyek besar. Mereka akan mengumpulkan musisi-musisi berbakat dari kota-kota besar di Indonesia.
Selanjutnya, para talent itu akan diasah musikalitasnya yang nantinya hasilnya bisa ‘dijual’. Tak hanya itu, menurut Yuke, proses perekrutan akan dibuat mirip ajang kontes reality show, seperti Indonesian Idol di RCTI atau Indonesia Mencari Bakat di Trans TV.
“Saya dengan Once akan mengumpulkan artis yang multitalented. Itu artinya, pertama, dia bisa menyanyikan lagu entah band atau solo. Kedua, dia harus punya karya yang bagus di off air sama di rekaman. Saya dan Once cari talent itu,” tutur Yuke
Yuke mengungkapkan, proyeknya dengan Once memiliki misi mulia. “Nanti, pesan yang disampaikan bagus banget. Temanya tentang musik dengan sentuhan cinta,” katanya.
Bagi musisi yang terpilih kelak, tak tertutup kemungkinan akan diajak berkolaborasi sepanggung dengan Yuke atau Once. Tak hanya itu, para musisi tersebut juga akan disiapkan untuk masuk dapur rekaman.
Dalam menilai musisi dengan bakat multitalenta itu, Yuke juga akan melihat kapasitas kemampuan yang bersangkutan. Jika beberapa bisa menjual musiknya sebatas di kafe-kafe, akan disalurkan ke sana.
Apakah ingin menyaingi Republik Cinta Manajemen yang dikomandoi Ahmad Dhani?
“Kita ingin bersaing malah. Kita bersaing musiknya yang ditujukan untuk tampil live,” tegas mantan suami Kikan ini.