Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Senin, 26 September 2011

Laskar Pelangi musikal


Musikal Laskar Pelangi akan menjadi teater Musikal Indonesia pertama yang membuat penampilannya di luar Indonesia. Dan tanggal 1 dan 2 Oktober 2011 mendatang, Musikal Laskar Pelangi akan tampil menghibur publik Singapura di Esplanade, Theatre On the Bay. Musikal Laskar Pelangi rencananya akan tampil sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua hari tersebut. Untuk tanggal 1 Oktober 2011, Musikal Laskar Pelangi akan tampil dua shows sementara di tanggal 2 Oktober 2011 hanya akan tampil satu show saja.
Theatre Esplanade ini bisa menampung sekitar 2 ribu orang ini (menurut wikipedia-red) untuk pertunjukkan teater ini ternyata tiketnya udah laris manis menuju SOLD OUT. hanya beberapa saja yang masih tersedia dan itupun hanya untuk dibagian atas.
Untuk penampilan di Singapura ini, karena mendapatkan dukungan dari Pemerintah Singapura, harga tiket yang dijual lebih murah dibandingkan dengan harga tiket yang dijual di Indonesia karena di Indonesia, Musikal Laskar Pelangi tidak mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah.
Musikal Laskar Pelangi menjual tiketnya dengan harga SG $ 40 dan SG $20 . Bahkan untuk pembelian tiket untuk kalangan pelajar malah mendapat diskon lebih lagi.

Pemenang InBox Awards 2011



Hari Minggu, 25 September 2011 kemaren InBox Awards 2011 selesai digelar di Kota Harapan Bekasi ini. Dan untuk tahun ini, SMASH sukses jadi pemenang besar di ajang ini. SMASH yang melakukan debut televisinya pada tahun 2010 kemarin, di InBox Awards 2011 sukses ngedapetin 3 penghargaan sekaligus. Sementara itu, Agnes Monica , CherryBelle, Wali, Syahrini sukses juga meraih penghargaan di ajang InBox Awards 2011.

Dan inilah daftar lengkap Pemenang InBox Awards 2011 :

Kategori penghargaan Pendatang Baru Terinbox : Boyband Smash
Kategori penghargaan Solo Terinbox : Syahrini
Kategori penghargaan Boyband Terinbox : Boyband Smash
Kategori penghargaan Girlband Terinbox : CherryBelle
Kategori penghargaan Video Klip Terinbox : Agnes Monica
Kategori penghargaan Penampilan Terinbox : Boyband Sm*ash
Kategori penghargaan Pasangan Terinbox : Duet Anang dan Ashanty
Kategori penghargaan Host / Pembawa Acara terinbox : Andhika Pratama
Kategori penghargaan Band Terinbox : Wali

Selamat buat pemenang.

Linkin park sukses goyang GBK


Linkin Park benar-benar ngasih kepuasan buat sekitar 20 ribu orang penonton di konsernya yang digelar di Gelora Bung Karno, rabu malam kemarin. 19 lagu dari empat album dibawakan berurutan hampir tanpa jeda. Dengan performa yang prima, alat musik yang super canggih dan penampilan apik Chester Bennington (vokal), Mike Shinoda (keyboard, gitar, vokal), Dave Farrell (bas), Brad Nelson (gitar) Joe Hahn (turntables) dan Rob Bourdon (drum) membuat konser selama 1,5 jam itu benar-benar menggairahkan.
Sekitar pukul 20.30, seluruh personel Linkin Park naik panggung dan langsung disambut gemuruh 20 ribu penonton. Intro lagu 'The Requiem' dengan vokal seorang wanita menjadi pembuka. Tak lama setelah itu, hits 'Pappercut' langsung membuat hampir separuh isi Stadion GBK bergemuruh.
Berturut-turut lagu Given Up, New Divide dan Faint semakin membuat penonton terbakar suasana. Lengkingan suara Chester yang powerfull turut memberikan energi kepada seluruh isi stadoin untuk berteriak dan bergoyang tiada henti.
Meski Linkin Park membawakan lagu anyar mereka dalam album A Thousand Sands yang dirilis pada 2010 lalu, namun penggemar Linkin Park sepertinya hafal di luar kepala lagu-lagu di album tersebut.
Saat Chester dan Mike melantun lagu seperti Iridesecent, The Catalyst, Blackout, dan Burning in the Skies hampir semua penonton bisa ikut nyanyi barengan Chester dan Mike. Suasana sempat adem ayem ketika Linkin Park memainkan Wisdom, Justice and Love dan Iridescent. Namun saat hit-hits seperti Numb, Crawling, In The End dan What I'v Done penonton kembali larut dalam teriakan dan goyangan menigikuti lagu tersebut,
Puncaknya, lagu Bleed it Out dan A Place For My Head menjadi penutup yang manis dalam konser tersebut. Total 19 lagu dibawakan Linkin Park tanpa dihampiri jenuh dan memberikan suguhan musik yang benar-benar kelas dunia.
Selain penampilan apik dari para personel Linkin Park. Konser yang dipromotori Big Daddy ini juga didukung peralatan musik dan sound yang super canggih. Gak heran untuk kebutuhan ini, Big Daddy harus mengimpor langsung alat-alat tersebut dari Kanada yang beratnya mencapai dua ton lebih dengan biaya yang sangat mahal.
Selain itu, tata panggung juga patut diacungi jempol. Dengan layar big screen di belakang artis dan dua layar di sisi kanan dan kiri memberikan keindahan tersendiri. Sedangkan untuk penonton juga seperti sudah memenhi target promotor. Dari jatah 20 ribu penonton, tempat untuk penonton terisi penuh, hampir tanpa ada bagian yang kosong. Konser kedua Linkin Park kali ini benar-benar sangat istimewa dan sempurna. Artis berkelas dunia, dukungan sound system, dan panggung berkelas dunia pula, konser Linkin Park: A Thousand Suns World Tour 2011 benar-benar sempurna.

Titi S jadi penyanyi


Titi Sjuman selama ini dikenal selain sebagai istri dari Wong Aksan atau Aksan Sjuman, juga dikenal sebagai seorang musisi dan pemain film.
Dan sekarang, Titi Sjuman muncul sebagai seorang penyanyi dengan merilis sebuah lagu yang berjudul "Just The Way You Are."
Single ini sebelumnya pernah muncul di film "Minggu Pagi di Victoria Park" dengan menggunakan lirik berbahasa Inggris. Tapi akhirnya di remake dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan dirilis ulang menjadi single debut solo buat Titi Sjuman.
Di Single "Just The Way You Are", Titi gak bekerja sendirian. Suaminya, Aksan Sjuman ikut ngebantu dengan menjadi produser single tersebut.

Minggu, 28 Agustus 2011

Superman Is Dead unplugged


Enam belas tahun sudah Superman Is Dead mengukir jejaknya dalam ranah musik Tanah Air. Pastinya juga ada sesuatu yang spesial dalam sebuah perayaan, termasuk juga dalam ulang tahun band asal Bali ini. Kali ini perayaan tersebut akan hadir dengan sebuah pertunjukan dari SID yang sangat spesial yakni dengan format akustik.
“Iya benar SID akan main dengan format akustik. Sebuah sesi yang pastinya baru pertama kali kami jalani. Buat saya probadi pasti akan jadi seru sekali karena memang ini adalah sesuatu yang baru dan menjadi tantangan tersendiri buat kami bertiga, bagaimana caranya membawakan lagu-lagu SID dengan format akustik,” ujar Jerinx sang drummer
Lepas dari itu, usia 16 tahun boleh jadi masih terbilang bagi sang drummer. Nggak mau terpaku dengan sebuah perayaan ulang tahun semata, Jerinx mengungkapkan jika masih banyak lagi yang harus difokuskan terlepas dari usia.
“Buat saya pribadi usia 16 tahun itu masih sangat muda. Saya mengibaratkannya seperti anak remaja yang baru belajar menggunakan lipstick. Masih banyak yang harus dihadapi terlepas dari usia yang SID pijaki sekarang. Hehe..” ujarnya lagi sambil tersenyum.
Penasaran dengan aksi akustik mereka? Langsung sambangi saja Rock Bar, Bali hari Kamis (18/8) kwmarin dengan HTM 350ribu Rupiah di mana 50ribu dari setiap tiket akan disumbangkan ke Panti Asuhan Sanatama Dharma di Bali Utara.

Long Live My Family The Movie


Endank Soekamti kini memang tengah sibuk menggarap proyek film mereka, Long Live My Family The Movie . Selain proses syuting, salah satunya adalah mencari lagu-lagu yang akan dijadikan soundtrack dari film tersebut. Baru-baru ini sang empunya film, Erix Soekamti mengumumkan jika dirinya mengajak band atau musisi lain untuk mengirimkan lagu yang nantinnya akan diseleksi dan menjadi soundtrack film ini. Kurang lebih, beginilah persyaratannya :

- lagu yang ada bertempo pelan, sedang dan cepat.

- nggak terikat dengan label manapun

- lagu yang dikirimkan belum pernah edar di pasaran

- lagu tersebut dikirim dalam format mp3.

- profil dan foto terbaru dari kalian (band atau musisi).

Lagu dan profil bisa langsung kalian kirimkan ke radiosoekamti@yahoo.com hingga batas waktu 30 September 2011 mendatang. So, buruan deh ikutan!

Studio budjan


Sekolah musik milik gitaris grup band GIGI (Music School of Indonesia) Dewa Budjana kemalingan pada Sabtu dini hari, 30 Juli 2011. Budjana terkejut dengan berita yang beredar.
Sekolah yang terletak di Jalan Iskandar Muda nomor 18B, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan sebuah rumah toko di mana sekolah milik Budjana berada di lantai tiga hingga lantai lima. Adapun lantai dua diisi studio rekaman milik Hermawan. Ketika ditanya, apakah ada kemungkinan kejadian tersebut dilatar belakangi persaingan bisnis yang tidak sehat, Budjana tidak mau berkomentar. Ia mengaku tidak berpikir sampai sejauh itu.
Meski telah kehilangan, Budjana tidak berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Menurutnya hal itu tidak akan mengembailkan barang yang sudah diambil orang lain dari tangannya.