Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Minggu, 28 Agustus 2011

Tendangan dari langit


Kotak udah ngerilis single terbarunya ke radio yang berjudul "Tendangan Dari Langit" yang merupakan single terbaru yang jadi soundtrack untuk film yang berjudul sama yaitu Tendangan Dari Langit.
Nah,kemarin, diketahui lewat akun twitter @WarnerMusicID yang merupakan twitter perusahaan rekaman yang menaungi Kotak ini ngasih tau kalo Kotak lagi syuting klip barunya.
Kotak Syuting klipnya itu di Gelora BUng Karno pada hari minggu kemarin dan syuting dimulai dari sekitar jam 9 pagi.
FYI, Tendangan Dari Langit adalah sebuah film yang disutradarai sama Hanung Bramantyo dan dibintangi juga oleh Irfan Bachdim.

Bursa kaset bekas


Kata siapa kaset itu udah gak laku lagi dipasaran. Bahkan kaset bekas juga masih banyak dicari oleh orang banyak. Buktinya? Dateng ajah ke sentra penjualan kaset bekas di Cihapit Bandung. Disitu masih banyak orang yang memburu kaset-kaset bekas. Cihapit itu hampir mirip seperti Jl Surabaya di Jakarta.
Nah menurut informasi, kalo kaset-kaset bekas itu bisa dijual dari harga 5 ribu rupiah bahkan sampe 60 ribu rupiah. Harga yang lumayan ditengah harga kaset yang mungkin sekarang ini udah gak berharga bahkan harga CD ajah udah nampaknya gak berharga sekarang ini.
Ternyata pembeli kaset bekas itu adalah kolektor yang tahu barang dan nilai jual kaset. Bahkan yang datang ke Pasar Kaset Bekas Cihapit ini bukan orang bandung saja, tapi juga dari Jakarta, Surabaya dan luar kota lainnya.
Walaupun industri musik fisik Indonesia lagi turun banget. Tapi penjualan kaset bekas di Cihapit bisa ngasih keuntungan yang lumayan buat penjualnya.
Kaset yang mahal itu rata-rata lagu hits milik musisi dalam dan luar negeri di era 70-an. Lagu bule yang paling diincar antara lain Rolling Stones, Led Zeppelin, Deep Purple. Untuk lagu Indonesia yakni Farid Hardja, Gito Rollies, dan Dedi Stansah.
Ada yang punya koleksi juga??? silahkan kalo mau dijual. Kalo nyari di bandung ada di Jl. Cihapit atau di Jl. Dipatiukur Di depan Pom Bensin.

Kerispaih siap album baru


Setelah mutusin buat memecat vokalis mereka, Kerispatih akhirnya mendapatkan vokalis baru yang juga merupakan Jebolan Indonesianidol sama seperti Sammy.
Dan setelah merilis beberapa single untuk pemanasan dengan vokalis baru, ternyata diam-diam Kerispatih tuh lagi nyiapin materi-materi untuk album baru Kerispatih.
Dan sekarang diumumkan kalo 13 lagu bakalan masuk ke album ke-7 Kerispatih yang rencananya bakalan rilis bulan oktober 2011 mendatang.
Untuk lebih fokus buat album, sekarang ini Kerispatih mencoba untuk mengurangi kegiatan off-air-nya dan lebih menyibukan diri buat menyelesaikan album yang baru tergarap sebanyak 50% ini.

Tribute to KLa Project


KLa Project emang adalah salah satu grup band legend di Blantika musik Indonesia. Dengan lagu-lagu hits-nya, KLa Project sempet jadi yang sangat sukses di sepanjang era 90-an.
Hits seperti "Menjemput Impian", "Tak Bisa Kelain hati". "Yogyakarta" dan lainnya sangat sukses dan hampir anak muda era 90-an hafal dengan lagu-lagu itu.
KLa Project terakhir merilis album tahun 2010 kemarin yaitu album "Exxelentia" yang dirilis bersamaan dengan tur reuni yang digelar di beberapa kota di Indonesia.
Nah, tahun 2011 ini, KLa Project yang membuat KLa Corp bekerjasama dengan banyak musisi akan merilis album "Tribute to KLa Project."
Di album ini, lagu-lagu lawas KLa Project bakalan dinyanyiin ulang tapi sama musisi / grup band / penyanyi lain semuanya.
Maliq n' D'essentials, RAN, Pongki Barata, Ungu, The Upstairs dan masih banyak lainnya adalah musisi yang bakalan ikut ngeramein album "Tribute To KLa Project".
Walau belum tau kapan rilisnya, tapi yang pasti diharapkan pada bulan Agustus 2011 ini semua master dari semua artis yang mendukung sudah bisa masuk ke pihak KLa Corp nantinya.

Thrilla in Manila



Pee Wee Gaskins Gelar Tur Tiga Hari di Ibu Kota Filipina
Band pop punk asal Jakarta, Pee Wee Gaskins, dipastikan akan menghibur para penonton Filipina, tepatnya ibu kota Manila, dalam rangkaian tur tiga hari sejak hari Kamis (25/8) besok hingga Sabtu (27/8). Tur mereka kali ini diberi tajuk Thrilla in Manila.
Thrilla in Manila ini diawali dengan undangan tampil sebagai headliner di sebuah festival musik tahunan Filipina, Sonic Boom Shockwave, pada 27 Agustus nanti di Makati City, Manila. Undangan tersebut datang langsung dari seseorang dengan nama Alex Lim, yang tak lain dan tak bukan merupakan petinggi festival tersebut. Selain itu, Lim juga memiliki acara radio alternatif yang memiliki banyak pendengar di sana.
“Awalnya dari Jakarta Jam 2010. Alex Lim kebetulan menonton Pee Wee Gaskins waktu itu dan dia suka. Dochi (pemain bass) dan Lim pun terus berkomunikasi lewat e-mail. Lim juga kerja sebagai DJ untuk sebuah stasiun radio di Filipina dan memiliki acara radio sendiri. Di sana dia memutar lagu-lagu dari Pee Wee Gaskins. Eh, responnya bagus. Banyak yang request,” jelas Sarwono K. Bawono, akrab dipanggil Bowo, selaku manajer Pee Wee Gaskins ketika ditemui di Rolling Stone.
Bowo melanjutkan, “Malah, ada band-band di sana yang membawakan ulang lagu berbahasa Inggris milik Pee Wee Gaskins di berbagai acara musik. Jadilah Lim memutuskan untuk mengundang Pee Wee Gaskins di Sonic Boom Shockwave.”
Dalam tur Thrilla in Manila ini mereka juga akan menjadi headliner di Sonic Boom Shockwave, Pee Wee Gaskins juga akan tampil di dua tempat lain sebagai ajang pemanasan, yaitu Saguijo Cafe, Makati pada 25 Agustus dan 19 East, Muntinlupa City pada 26 Agustus.
Sonic Boom Shockwave tahun ini merupakan kali kelima festival tersebut diadakan. Dan kali ini, festival yang disponsori oleh Jack Daniel’s, Built by Sonic, dan JB Music ini akan diadakan di tiga titik sekaligus, yaitu di Katsu Japanese Grill, Craft Pub & Grill, dan Amber Ultra Lounge. Tiga tempat tersebut berlokasi di satu pusat hiburan yang sama, yaitu di Fort Entertainment Center, Bonaficio Global City, Taguig.
Selain Pee Wee Gaskins, Sonic Boom Shockwave kali ini juga akan menampilkan Amterible dari Singapura dan sejumlah band lokal Filipina, seperti Urbandub, Faspitch, Typecast, Hilera, Taken by Cars, Salamin, Intolerant, December Avenue, dan masih banyak lagi.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Audiojet Rilis Single 'Semua Ada Seninya'


Pecahan band Radja ini masih fokus promo lagu dalam album perdana mereka berjudul self titled. Single jagoan lainnya berjudul Semua Ada Seninya sudah rilis di radio.
Audiojet yang digawangi oleh Jerome (vokal), Dendy (gitar), Indra (bas), Krisna (gitar), dan Seno (drum) sebelumnya sudah memuntahkan amunisi beberapa lagu diantaranya Separuh Hidup, Laki-Laki, dan Kecubung Cinta.
Menyinggung single terakhir dari kuintet ini, Jerome membeberkan penggarapan singlenya yang berlangsung cepat.
“Untuk proses pembuatan cenderung tidak terlalu lama, karena single ini memang sudah ada sebelumnya. Jadi kami hanya perlu rembukan untuk aransemen dan nuansa instrumen yang bisa sesuai dengan tema judul single Semua Ada Seninya,” kata Jerome saat ditemui di kantor Arka Music Indonesia di Graha Aktiva, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Musik rock yang mereka usung ternyata mendapat sambutan yang positif dari penggemar. Hal itu membuat mereka sibuk memenuhi undangan tampil dari panggung ke panggung.
“Alhamdulilah memang ada kesibukan untuk permintaan manggung belakangan ini, tapi kami selalu komit untuk menyisihkan waktu untuk masuk studio dan berkreasi terus,” lanjut Jerome.
Single yang diluncurkan bertepatan dengan bulan puasa, memang tidak tercium aroma lagu religi di singlenya. Indra menjelaskan, di lagu terbarunya ini terdapat motivasi bagi yang merasakan hidup ini tidak adil.
“Untuk Religi sih tentu tidak juga, single ini lebih kepada memberikan motivasi kepada setiap individual yang memang merasa kehidupan ini kurang adil, atau terlalu susah, atau bentuk bentuk realita lainya yang ada dikehidupan, intinya didalam kehidupan ini harus ada seninya,” tutur Indra.
Audiojet pernah tampil di ajang musik rock terbesar se-Asia Tenggara, Java Rockingland 2010.

NKRI harga mati


Musisi Ahmad Dhani menebarkan rasa nasionalisme kepada masyarakat Indonesia melalui lagu ciptaannya berjudul NKRI Harga Mati.
Lagu tersebut akan melantun pertama kali pada hari ini, sebagai peringatan kemerdekaan RI ke-66 di salah satu stasiun televisi swasta.
"Lagu ini cukup menghentak bukan di musiknya tapi di liriknya juga," tutur Ahmad Dhani.
Pentolan Dewa 19 itu menuturkan, bangsa Indonesia harus kembali digugah seiring lunturnya semangat kebangsaan. Bisa dilihat dari perilaku korupsi yang sudah parah, tentunya akan menyuburkan kemiskinan. Tak heran banyak masyarakat yang kecewa dan ingin memisahkan diri dari NKRI.
"Ya saya rasa sih kondisi Indonesia harus diingatkan melalui lagu baru saya. Mungkin ini bisa mengingatkan kita bahwa ini adalah negara kesatuan Republik Indonesia," ujar Dhani.
Lanjutnya, proses pembuatan lagu NKRI Harga Mati terinspirasi dari Pancasila."Lagunya berdasarkan Pancasila, tidak berdasarkan paham-paham yang lain selain Pancasila," tandas mantan suami Maia Estianty itu.