Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Selasa, 23 November 2010

the brandals tentang indie


10 tahun berkarya di jalur indie dan tetap berhasil di blantika musik Indonesia tak membuat The Brandals untuk merubah prinsipnya. Dengan beridealis mereka cukup menikmati serta mengeksplor musiknya tanpa harus ada tekanan dari orang lain.
“Jadi nggak ada yang perlu diubah, kalau nggak rusak apa yang harus dibenerin,” ujar Eka.
Eka mengatakan bahwa dengan tetap berada di jalur indie mereka menjadi pintar membaca pasar serta sistemnya.
“Justru kita jadi lebih pintar, bisa membaca market dan sistemnya kita jadi lebih tahu,” terangnya.
Lebih lanjut Eka menambahkan bahwa saat ini industri musik seakan kembali ke tahun 50an dimana relasi antara pemusik dan pendengar terjalin. Dia menjelaskan bahwa jika dahulu album menjadi hal yang utama dan manggung adalah bonusnya dan saat ini terbalik bahwa kaset dan CD hanya sebagai bonus saja. Dia juga menyarankan kepada musisi agar bisa jalan sendiri tanpa ada ketergantungan atau intervensi dari label.
“Makanya kalau punya band, kalau bisa jalan sendiri aja lah. Jadi lo yang bikin sistem sendiri,” tandasnya

Minggu, 14 November 2010

charlie VS otonk


Pernahkah Anda membayangkan jika ST 12 itu suatu masa kelak mampu memainkan musik underground? Janganlah Anda ragu untuk membayangkannya karena Charlie, Pepep dan Pepeng mempunyai keberanian lebih untuk membuat sebuah lompatan besar demi memperkaya lagi kemampuan musikal mereka.
Semangat itulah yang kini tengah membumbung di benak tiga personel ST 12. Jika tak ada aral, 30 Oktober kemarin di Stadion Kridosono Surabaya, grup berhaluan metal alias melayu total ini akan membuat kolaborasi dengan Koil.
Koil merupakan grup musik cadas asal Bandung yang telah 15 tahun eksis di peta musik bawah tanah negeri ini. Kedua grup berbeda haluan itu kini tengah menyibukkan diri untuk saling menemukan titik tengah untuk tampil dalam satu panggung festival regional LA Light Indiefest 2010.
''Terus terang ketika pertama kali menerima tawaran ini, aku langsung bersedia menerimanya. Karena buat aku ini akan menjadi sesuatu yang sangat fresh,'' kata Charly.
Kesediaan Charly ini ternyata sebagai jalan untuk mewujudkan keinginan lamanya yang pernah menjadi salah satu fans dari Koil. Jauh sebelum berstatus sebagai vokalis ST 12, lelaki bernama lengkap Muhammad Charly van Houten ini merupakan seorang fans berat Koil.
''Tetapi ketika aku harus menentukan pilihan, memainkan musik idealis atau komersial, maka akhirnya aku memutuskan untuk bernyanyi seperti di ST 12,'' katanya.
Bentuk kolaborasi dua grup ini nantinya berupa aksi saling featuring vokalis masing-masing di grup berbeda. Charly nanti akan melantunkan salah satu lagu hits dari Koil dengan iringan dari Doni (gitar), Leon (drum), dan Imo (bass).
Sebaliknya, Otong -- vokalis Koil yang memiliki karakteristik nada rendah -- akan memikirkan jalan tengah bagaimana bisa menghibur para penggila ST 12 ketika diiringi oleh Pepep (drum) dan Pepeng (gitar).
Dalam pembicaraan awal, Otong berniat sekali untuk membawakan lagu Cari Pacar Lagi. Mau tahu alasannya? ''Lagu ini paling saya suka. Terus terang rasanya nonjok banget. Saya yang biasa membuat lirik lagu ngak pernah terpikir untuk membuat lagu seperti I'm sorry semacamnya. Jadi dengan dapat kesempatan seperti ini, mengapa tidak?'' kata Otong.
Lantas bagaimana dengan Charly? Ia mengaku sangat senang dengan lagu berjudul Murka. Namun ia sendiri sebenarnya masih memiliki beberapa lagu jagoan yang siap membuat para penggemarnya maupun penggemar Koil terkejut. ''Tapi nanti saja, yang pasti kami akan menyiapkan kejutan,'' katanya.
Bagi Charly sendiri, upaya kolaborasi dengan Koil ini menjadi bagian dalam 'mendewasakan' musik ST 12 agar menjadi lebih baik. Ia sendiri mengakui menyimpan rasa pusing ketika semua grup band di negeri ini memainkan jenis musik yang seragam dengan musik yang mereka mainkan. ''Terus terang, aku memang pusing melihat musik-musik kita di televisi kok seperti ini yah. Jadi kalau kita ingin berkembang, kenapa tidak melakukan hal semacam ini,'' kata Charly.
Lalu apakah kolaborasi dengan Koil ini menjadi sinyal kalau ST 12 akan melepaskan identitasnya sebagai pelantun tembang-tembang 'metal'? ''Musik kami sudah memiliki identitas yang kuat. Lagi pula aku sangat yakin musik Melayu itu tidak akan pernah mati di Indonesia. Karena notasi Melayu itu selalu ada dan banyak peminatnya di telinga penggemar musik di negeri ini,'' ujarnya.

Minggu, 07 November 2010

naif album ke enam


Band Naif siap merilis album keenam mereka yang akan diberi tajuk 'Planet Cinta'. Mereka pun yakin album tersebut akan lebih jualan dibanding sebelumnya.
Di album ini band yang digawangi David (vokal), Emil (bass), Pepeng (drum) dan Jarwo (gitar) itu bicara lebih banyak soal cinta. Mereka juga menggunakan progresif kord yang lebih sederhana dibanding dulu.
"Jadi kita optimis kayaknya lebih jualan. Album ini lebih mudah dicerna masyarakat. Lebih simple, kord sedikit, tiga kunci saja," ujar David sang vokalis
Penggarapan materi kini sudah lengkap. Mereka tinggal mencetak sampul album dan mendistribusikannya. Sebelumnya mereka sempat merilis single 'Pemimpi' sebagai pembuka. Akan ada 12 lagu cinta di album tersebut.
"Sebenarnya target rilis album udah lewat. Jadi ya udah sekeluarnya aja sekarang. Tapi kita pengennya sebelum tahun depan," jelas Emil sang bassis.

kotak lebih berENERGI


Di album ketiga yang berjudul ENERGI, Kotak mempersembahkan dua lagu untuk penggemarnya yang berjudul Kerabat Kotak dan Energi. Tantri menjelaskan di lagu ini dia menemukan banyak cinta dan pertemanan antar Kerabat Kotak dan Kotak sendiri saat di panggung dan akhirnya diluapkan ke dalam lagu.
“Menceritakan banyak tentang cinta juga, pertemanan, dan sebagian tentang kerabat Kotak yang lagi seru-seruan di panggung dan kita menghibur mereka dan mereka terhibur. Semua itu kita luapin di album ini.” ujar Tantri saat ditemui usai mengisi program musik di Studio Penta, Jakarta Barat, Selasa (2/11).
Lebih lanjut Tantri mengatakan bahwa di sadar betul arti pentingnya penggemar untuk bandnya. Baginya tanpa ada mereka (Kerabat Kotak) mereka tidak ada artinya.
“Makanya judul lagu Kerabat Kotak itu dipilih karena mereka juga. Kalau nggak ada mereka, kita nggak akan bisa kayak gini,” paparnya.
Perjalanan karir Kotak yang dimulai tahun 2004 sudah mempunyai basis fans tersendiri yang setia selalu datang setiap Kotak tampil. Tantri salut dengan keloyalitasan fansnya bahkan mereka juga mendirikan Kerabat Kotak di luar kota. Yang membuat Tantri salut lagi mereka menggalang dana untuk korban bencana.
“Sekarang kan lagi banyak bencana, mereka menggalang dana untuk bencana. Nanti hasilnya dikirim ke basecamp kita untuk dikirim ke posko-posko terdekat,” pungkasnya.
Banyak band yang mengubah genre musiknya, berbeda halnya dengan Kotak. Mereka tetap konsisten pada jalur musik rock karena dari awal mereka fokus pada genre tersebut.
“Iya karena dari awal kita memang sudah rock cuma ke depannya kita nggak tahu seperti apa tapi untuk sekarang tetap di benang merah rock,” ujar Tantri di Studio Penta, Jakarta Barat, Selasa (2/10).
Untuk album ketiga ini yang bertajuk ENERGI, aransemen Kotak juga tetap setia pada musik rock. Namun mereka juga mencoba memberi suasana ballad di dua lagunya seperti yang terdapat di lagu Pelan-Pelan Saja dan Selalu Cinta yang sudah keluar video klipnya.
Untuk konsep sendiri Tantri dan personel lainnya sudah sepakat untuk menggeber musik rock industrial ala Kotak sendiri yang menjadi kesukaan mereka sejak dahulu.
“Kotak adalah musik rock dengan konsepnya Kotak. Jadi rock industrial. Teman-teman Kerabat Kotak juga sudah pada tahu. Mereka tahu apa yang kita suka dan kita tahu apa yang mereka suka,” paparnya.

piyu lelang gitar


Untuk menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia Piyu Padi menggagas sebuah ide untuk membuat sebuah acara dengan melibatkan 30 gitaris yang diambil dari grup Blackberrynya.
Dalam acara yang digelar semalam, Jumat (5/11) juga diadakan lelang gitar milik Setiawan Djodi, Dewa Budjana dan Piyu Padi. Tujuan diadakan lelang sendiri agar semua gitaris bisa main dan ikut serta. Selain gitar mereka juga mengedarkan langsung kotak putih untuk donasi.
Dalam pelelangan gitar tersebut gitar Piyu terjual dengan harga Rp35.000.000 dibeli oleh putra dari Sandriana Malakian, bernama Kalam. Piyu mengaku sangat bangga sekaligus haru dengan perhatian masyarakat, undangan dan tamu. Terlebih gitarnya bisa terjual dan bisa langsung disumbangkan.
“Bangga sekaligus haru, perhatian masyarakat, para undangan, tamu dan semuanya sangat luar biasa, gitar saya juga bisa terjual dengan maksimal dan bisa langsung disumbangkan,” ujarnya.
Piyu mengatakan bahwa gitar yang dibelinya di Hongkong yang dia lelangkan mempunyai nilai historis tersendiri. Menurut Piyu koleksi gitar yang dimilikinya termasuk yang dilelang diibaratkan sebagai istrinya, dia juga rela dan ikhlas memberikan gitar tersebut.
“Ikhlas sekali memberikan sesuatu yang saya cintai, semua gitar itu ibarat istri saya, saya cintai yang saya sangat sayang,” paparnya.
Piyu berharap hasil penjualan gitarnya bisa bermanfaat untuk korban bencana alam yang membutuhkan.

Abdee Slank dan solidaritas


Gitaris Slank, Abdee Negara atau dikenal dengan Abdee Slank memaparkan bahwa dia merasa terpanggil jiwa dan hatinya untuk mengikuti acara solidaritas penggalangan dana untuk bencana di Indonesia yang diikuti oleh 30 gitaris asal Indonesia.
“Kita bangsa dengan solidaritas yang tinggi, kita sebagai musisi terpanggil jiwa dan hati kita,” ujarnya
Abdee menambahkan dalam keadaan seperti ini kita harus meningkatkan level solidaritas kita. Dia juga menambahkan bila masyarakat yang mempunyai kemampuan lebih bisa menyumbangkan uan atau tenaga untuk menolong korban bencana alam.
“Solidaritas kita harus tinggi di level bawah, yang bermasalah kan yang level atas, punya kemampuan lebih harus kita sumbangkan baik uang atau tenaga kita, kita harus siap,” paparnya.
Gitaris asal Donggala, Sulawesi Tengah ini berharap dengan acara ini energi masyarakat semakin bertambah.
“Dengan acara sumbangan ini,energi kita bertambah, kita butuh sebanyak banyaknya dana yang terkumpul malam ini,” tandasnya.

Melly Goeslaw di Banjarmasin


Penyanyi wanita Indonesia Melly Goeslaw bakal manggung di Banjarmasin untuk menghibur masyarakat kota yang dikenal dengan kota "Seribu Sungai" itu pada Jumat malam (5/11). Acara akan digelar di Nesvile N Pub Hotel Banjarmasin Internasional bersama grup band yang dipimpin oleh Anto Hoed suaminya sendiri.
Sekretaris Menejer Umum Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), Erna di Banjarmasin, Rabu menuturkan, Melly Goeslaw itu akan panggung di Nesvile n Pub pada Jumat malam (5/11) sekitar pukul 23.00 wita.
Menurut Erna, untuk acara Melly Goeslaw yang manggung di Nesvile N Pub itu biaya harga tiket masuk bagi pengunjung festival sebesar Rp 150.000 dan bagi yang ingin nonton dengan menggunakan meja dikenakan cesh seharga Rp 2.000.000 serta yang menggunakan Box dikenakan cesh harga sebesar Rp 3.750.000.
Dalam penampilan penyanyi yang sudah mengorbitkan banyak penyanyi top itu, akan membawakan lagu-lagu andalannya seperti ada apa dengan cinta, ayat-ayat cinta serta ketika cinta bertasbih dan lainnya.
"Banyak lagu-lagu top yang bakal dibawakan oleh Melly Goeslaw beserta grup band suaminya Anto Hoed diantaranya seperti ada apa dengan cinta, ketika cinta bertasbih serta ayat-ayat cinta," ucap erna.
Dikatakan Erna, sasaran dalam konser menggung Melly Goeslaw itu kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Banjarmasin terutama sekali para anak-anak pemuda dan pemudi Kota Banjarmasin, karena lagu yang akan dibawakan nantinya banyak bertajuk cinta.
Bukan itu saja, pihak manejemen HBI sebagai tempat manggung Melly Goeslaw itu sangat berantusias dalam konser tersebut akan banyak dihadiri dan di tonton oleh masyarakat di Kota Banjarmasin ini.
"Kami antusias dalam konser Melly Goeslaw akan sukses dan banyak di tonton oleh masyarakat Banjarmasin apalagi ditambah harga tiket masuk juga bisa dijangkau oleh pihak pengunjung konser tersebut," ujar nya.
Selanjutnya, Erna yang mewakili pihak Menejemen HBI, mengharapkan dalam konser Melly Goeslaw pada Jumat malam nantinya itu bisa berjalan lancar dan sukses serta tidak terjadi masalah dilapangan saat konser tersebut berlangsung, harapnya.