Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Selasa, 20 Juli 2010

viera


Mengiringi kesuksesan dari lagu–lagu sebelumnya, Vierra kembali merilis jagoan terakhir dari album “My First Love”. Lagu bertajuk "Seandainya" ini dikeluarkan sebagai jembatan sebelum Vierra masuk produksi rekaman album kedua.
Lagu yang masih bertemakan cinta ini diaransemen oleh Kevin dan Tryan. Dengan menonjolkan kepiawaian Kevin dalam memainkan tuts piano, distorsi dari gitar Raka dan kelembutan suara Widi, Vierra semakin menunjukan kelas mereka sebagai salah satu band terbaik pendatang baru di belantika musik Indonesia.
Lagu ini menceritakan tentang sebuah pengharapan seseorang terhadap pasangan agar pasangan itu tahu apa yang sebenarnya ia dirasakan. Video klip "Seandainya" sendiri disutradarai oleh Heidy Suryaman, yang juga merupakan sutradara video klip single kedua Vierra, “Bersamamu”. Video bercerita tentang seorang kekasih yang terpisah oleh jarak dan waktu sekembalinya mereka ternyata salah satu sudah memiliki pasangan.

6nam 9embilan.


Nama Krishna Balagita tentu masih banyak yang mengenal. Mantan pentolan Grup Ada Band ini belum lama ini merilis band anyar bernama 6nam 9embilan. Berbekal kemampuan melahirkan lirik dan nada melodius, sebagaimana yang telah dia lakukan di bandnya terdahulu, dia masih menawarkan tembang melodius sebagai dagangan utama.
Sasaran jualnya, sebagaimana diakuinya adalah pasar penikmat musik wanita. Hal itu dibuktikan lewat singgel hit bertajuk ''Mengapa Kau Lari''. Lewat singgel andalan itu, ''Saya sengaja menciptakan nada dan melodi yang menyentuh hati,'' katanya.
Nama 6nam 9embilan, menurut dia merujuk pada simbol keseimbangan. Yaitu keseimbangan yang menilik pada lagu-lagunya yang sengaja ditujukan kepada kaum hawa, tapi dinyanyikan oleh kaum adam. Atas alasan itulah, dia menganalogikan dengan simbol 69.
Untuk mewujudkan keseimbangan yang dia maksud, maka hampir dipenciptaan setiap karyanya, Krishna cenderung menciptakan semua lagunya dari proses refrain terlebih dahulu. Setelah itu, lirik baru mengikuti dibelakangnya.
Selain itu, biasanya proses kreatifnya bermula jika dia menemukan sebuah nada tertentu. Jika nada itu masih membekas keesokan harinya, maka jadilah sebuah nada dan melodi utuh. Dan jika nada dan melodi yang terngiang terus dikepalanya telah rampung utuh dalam sebuah lagu, maka ia akan cenderung sukses di pasaran.
Pada album bertajuk Rebirt yang penggarapannya juga dibantu Charlie ST 12 itu, Krishna didukung Rizal Rakhmandika Ramadhan sebagai vokalis, Jami Hirepadja (gitar), dan Rega Vanjiwara (drum). Selain singgel hits ''Mengapa Kau Lari'', terdapat sembilan singgel lainnya, yang menurut dia, temanya beragam tapi saling mengait satu sama lain. Diantaranya singgel ''Pergilah Cinta'', ''Ku Harus'', ''Cinta Sejatiku'' dan ''Anugrah Cinta''.

Audio Jet bentukan seno dan indra


Gonjang-ganjing ditubuh band Radja membuat beberapa personel merasa tidak betah lagi, oleh karena itu dua personel Radja Indra dan Seno memilih hengkang dari band yang membesarkan nama mereka dan membuat band baru yang mereka berinama "Audio Jet".
Indra yang kini memegang bass di Audio Jet menjelaskan, Audio Jet lahir beberapa saat setelah dia dan Seno memutuskan keluar dari Radja. "Setelah keluar dari Radja 1 April lalu, kami segera mencari orang-orang baru. Karena kebanyakan sudah sering main bersama, band ini segera terbentuk," katanya di Jakarta, Kamis 8 Juli 2010.
Awalnya, band baru dengan anggota Indra (bass), Seno (drum), Jerome (vokal), Krisna (gitar) dan Dendy (gitar) memilih nama TNT RI sebagai nama band mereka. Namun setelah masuk dapur rekaman di bawah label EMI Indonesia, pihak label menginginkan perubahan nama. "Setelah berembuk, nama Audio yang jadi pilihan pertama berubah menjadi Audio Jet," ungkap Indra.
Sejak berdiri sejak tiga bulan lalu, Audio Jet langsung tancap gas. Kini mereka telah selesai menciptakan lima buah lagu untuk album perdana. "Sekarang dalam proses rekaman sekaligus pembuatan lagu sisanya." Pun, disela-sela manggung, Audio Jet mempersiapkan single perdana mereka yang akan rilis secepatnya. "Single dan klipnya mudah-mudahan akan rilis pertengahan Juli ini," ucapnya.
Indra mengakui karena telah lama menjadi bagian musik Radja dengan genre pop-melayunya, kadang ia masih suka terbawa saat di Audio Jet. "Makanya aku dan Seno sangat dijaga personel yang lain. Dia menambahkan, genre musik pop-rock yang cukup berani menjadi tantangan sendiri buat Audio Jet untuk mengeksplorasi musik mereka.
Setelah gebrakan pertama Audio Jet lewat single dan klip mereka Juli mendatang, album perdana juga segera dilempar ke pasaran September mendatang. Promosi single dimulai melalui radio. Namun tak tertutup kemungkinan promosi lewat televisi. Indra menuturkan, sebagai band baru, Audio Jet berharap dapat diterima pecinta musik Indonesia dan menambah khazanah musik tanah air.

GIGI siap lepas single religi


Seperti tahun-tahun sebelumnya, GIGI akan merilis album religi pada bulan Ramadhan mendatang. Bedanya, kali ini mereka akan melibatkan dua penyanyi wanita, yaitu Dewi Gita dan Iis Dahlia.
Menurut vokalis GIGI, Armand Maulana, album yang akan diberi tajuk "Amnesia" itu adalah album repackage dengan tambahan empat lagu baru. Dalam album tersebut juga terdapat lagu-lagu dari band Omelette, Solitaire Addict, Iis Dahlia dan juga Dewi Gita.
Video klip single andalan album tersebut, "Amnesia", kini sudah mulai beredar di televisi, tapi albumnya sendiri belum dipastikan kapan akan beredar di pasaran.

cokelat di tinggal ervin dan kikan


Kabar mengejutkan datang dari Cokelat. Band yang telah berdiri kurang lebih 14 tahun dan merilis 7 album itu ternyata telah ditinggalkan oleh vokalisnya, Namara Surtikanti atau yang lebih akrab dipanggil Kikan sejak bulan Maret 2010 lalu. Tak hanya Kikan, drummer mereka, Ervin Syam Ilyas juga menyusul mundur dari band bulan Juni lalu. Situasi terkini di tubuh Cokelat ini disampaikan secara eksklusif oleh bassist sekaligus salah seorang pendiri Cokelat, Ronny Nugroho dan gitaris Edwin Marshal Syarif kepada majalah Rolling Stone dan dimuat pertama kali di website rollingstone.co.id. ”OK, kondisi terakhir kini di Cokelat yang tersisa cuma tinggal gue, Edwin dan Ernest. Kikan resigned, sebelumnya kami sempat melakukan workshop untuk lagu baru namun tiba-tiba di tengah jalan, sekitar akhir Maret lalu ia menyatakan mundur dari band. Alasannya, menurut Kikan, ia sudah tidak bisa lagi mengikuti jadwal Cokelat. Kami adalah band yang high tension, setiap minggu jalan terus dan dia merasa keteteran dengan jadwal Cokelat. Kami pun menerima alasannya,” jelas Ronny panjang lebar. Kondisi yang sedikit berbeda terjadi pada drummer Ervin Syam Ilyas, Ronny menjelaskan, ”Gue juga sedih karena kami tiba-tiba harus kehilangan Ervin juga. Pada saat Kikan tidak bergabung lagi, ada sesuatu, ini yang gue rasakan ya, Ervin seperti kurang semangat lagi dengan band ini. Mungkin Ervin merasa semangatnya udah hilang. Terus terang gue nggak bisa mewakili dia untuk berbicara tentang hal ini, karena sebenarnya dia nggak resigned juga,” jelas Ronny mengambang. Ketika ditanya lebih lanjut apakah Ervin mundur atau dipecat dari Cokelat, kedua personel Cokelat ini hanya tersenyum. ”Yang pasti kami berpisah,” jelas Ronny.
Untuk mencari pengganti Kikan, ternyata Cokelat secara diam-diam selama beberapa bulan terakhir ini telah melakukan proses audisi vokalis secara tertutup. Menurut Edwin, proses audisi ini diikuti sekitar 100 orang vokalis yang hampir kesemuanya berdasarkan rekomendasi dari teman-teman mereka. Para pesertanya ada yang datang dari Bali, Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan bahkan Surabaya. Bahkan beberapa nama vokalis yang telah cukup eksis di industri sempat mereka ajak untuk jam session di studio. Dari audisi tersebut yang lolos terpilih sebagai vokalis terbaru Cokelat adalah Sarah Hadju, mantan finalis Indonesian Idol 4 (2007). Sementara untuk posisi drummer hingga kini mereka masih biarkan lowong dan menggunakan additional drummer bernama Otto Pambudi yang juga merupakan drummer band Omelette.
Bersama Sarah Hadju dan Otto Pambudi, Cokelat telah merekam dua single terbaru mereka yang rencananya akan segera rilis dalam waktu dekat. Single bertitel ”Tanpa Rasa” dan ”Yang Berbeda” ini menampilkan Cokelat dalam rasa baru yang sama sekali berbeda dengan lagu-lagu mereka sebelumnya.

Kamis, 01 Juli 2010

tribute to AT Mahmud


Hampir dua tahun, grup band asal Yogyakarta, Sheila On 7 tidak mengeluarkan album baru. Lama tak terdengar, grup band yang digawangi Eross, Duta, Adam dan Brian ini segera meluncurkan album ketujuh-nya. Saat ini, album baru dalam proses pengerjaan.
Hal tersebut diakui oleh drumer Sheila On 7, Brian. “Memang kita udah lama tidak mengeluarkan album. Mungkin setelah Lebaran kita akan luncurkan album. Karena saat ini sedang digarap bareng. Kemarin awal bulan Juni, kami baru saja meluncurkan single terbaru yang berjudul Hari Bersamanya, “ jelas Brian.
Brian pun membeberkan jika album itu nantinya akan berjumlah 8 lagu. “Kalau untuk jumlah mungkin sekitar 8. Meski sedikit ini bukan mini album. Karena kami menilai dengan jumlah lagu yang sedikit lebih efisien. Tetapi untuk kualitas lagu juga benar-benar kita terapkan, “ beber drumer yang memiliki nama lengkap Brian Kresna Putra.
Mengenai masalah warna musik, Sheila On 7 masih akan setia dengan warna musiknya. “Kami tidak akan merubah warna musik kami. Sheila sudah punya warna musik sendiri. Karena kami juga melihat, banyak band-band yang begitu mati-matian mencari warna musik, “ jelasnya.
Yang berbeda dari album kali ini adalah ada sebuah lagu yang khusus didedikasikan untuk AT Mahmud. “Itu permintaan dari label. Ketika kami diminta buat A tribute to AT Mahmud kami bangga. Karena sosok AT Mahmud berjasa dalam perkembangan musik dari generasi ke generasi, “ katanya.
Sheila On 7 terakhir mengeluarkan album terakhirnya berjudul 'Menentukan Arah' pada tahun 2008. Beberapa single yang diluncurkan 'Betapa' dan 'Yang Terlewatkan'.

Moldy dan ian sudah temukan pengganti



Grup band Radja yang digawangi oleh Ian Kasela dan Moldy, kini tampil perdana dengan tambahan tiga personel baru Fiddin pada drum, Oji pada Bass dan Oldy, keyboris.
Setelah dua personelnya Seno dan Indra resmi hengkang dari Radja, Ian dan Moldy tak mau berlama-lama membiarkan grup band-nya minus personel. Kehadiran tiga personel baru tersebut, membawa warna tersendiri bagi aransemen musik Radja.
"Gue sama Moldy membebaskan mereka bermain musik dengan kapasitas yang mereka punya," kata Ian di acara Dahsyat RCTI, 30 Juni 2010.
Ian dan Moldy pun sepakat memperkenalkan formasi baru band-nya dengan tampil diacara Dahsyat. "Ini pertama kali kita manggung di Dahsyat dengan personil baru," kata Ian lagi.
Proses perekrutan para personel baru tersebut, diakui Ian, dilakukan dengan cepat. Dua pentolan grup band Radja ini mengaudisi sendiri ketiga personel itu.
"Kita test case-nya langsung manggung di KL (Kuala Lumpur), setelah dari sana mereka mau lanjut ya sudah jalan. Kita memang butuh cepat, karena sudah terikat kontrak off air mau nggak mau kita tes mereka langsung live," kata Moldy bercerita.
Dengan adanya penambahan personel, Radja akan berkreasi dengan warna musik baru. Ian dan Moldy juga memberi kebebasan penuh pada tiga personel baru Radja untuk memiliki gaya sendiri, agar masyarakat pecinta musik Tanah Air tidak jenuh dengan Radja.
"Gue berpesan sama mereka supaya lebih nyentrik aja, biar saat
tampil lebih diingat orang," ucapnya lagi