Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Jumat, 09 April 2010

The Actor


BENAR-BENAR serius. Begitulah gambaran grup band asal Banjarmasin, The Actor, dalam menggarap album perdana mereka. Bahkan artis sinetron Laudia Chintya Bella pun direkrut menjadi manajer keenam personel ini. Mantan pacar Ananda Mikola ini pun dibuat gelisah oleh Abie (vokal), Eky (gitar), Reza (gitar), Okky (bass), Nabil (keyboard) dan Daus (drummer). Keenam personel itu terlambat datang ke sebuah konser. Sementara penggemar sudah tak sabar menanti penampilan band anak Banua yang bakal go nasional itu. Tapi tunggu dulu. Kegelisahan artis berkulit putih itu bukan kejadian sebenarnya, melainkan bagian dari cerita dalam video klip yang dibuat The Actor yang dimulai penggarapannya Sabtu (10/4/2010) besok. "Bella akan berperan menjadi manajer The Actor. Kegelisahan menyelimuti manakala keenam personel belum tiba di konser," ucap Gusti Maswan, perwakilan Lima Record label dan manajemen The Actor.
Dipilihnya Bella bukan tanpa alasan. Wajah melankolis artis berambut panjang itu, diharapkan tak sekadar menjadi pemanis namun menjadi daya tarik tersendiri agar penikmat melirik video klip ini.
"Meski demikian bukan berarti kami melupakan model lokal. Nantinya sekitar 16 model mendampingi Bella," cetus Wawan. Ketertarikan Bella saat ditawari tak lepas dari keinginannya untuk ikut mengangkat nama Banjarmasin di kancah nasional. Menjadi pengalaman menarik tentunya ikut syuting di luar pulau Jawa untuk sebuah klip. Memasuki hari pertama syuting single Mungkin lagu ciptaan The Actor cukup menyita waktu keenam personel. Beberapa adegan mesti diulang untuk mendapatkan gambar yang pas.Okky, pemegang bass yang berlari-lari di sebuah gang kawasan Sungai Jingah di bawah terik matahari, tampak cukup kelelahan. Okky pun beberapa kali mesti mengulang adegan. Namun Okky terlihat puas begitu selesai pengambilan gambar untuk background berupa rumah Banjar tempo dulu. Okky juga langsung akrab dengan bintang dadakan yang dilakoni Acil Juju, warga setempat.Acil Juju dapat peran sedang menampi beras di samping rumah Banjar milik Ana saat Okky berlari. Tidak hanya acil Juju, beberapa orang anak-anak sedang bermain pun mendapatkan peran pula. Selain peran tentunya ada honor didapat. Wajar kiranya usai syuting pun acil Juju pun tersenyum dibuat. Honor diterima dirasakannya cukup membantu membantu dapurnya tetap ngebul.
"Wah terima kasih banyak lah. Bila sudah sukses jangan kada ingat lawan acil," ucapnya usai syuting.
Sebelum syuting di kawasan Sungai Jingah yang mengambil beberapa rumah banjar masih asli peninggalan orang dulu, The Actor juga mengambil tempat syuting di siring Jl Piere Tendean.
"Cukup melelahkan bagi kawan-kawan syuting hari ini. Namun memuaskan," ucap Daus ditemui di sela-sela syuting.

The Dance Company goyang Banjarmasin


dengan singel Papa Rock n Roll di pengujung 2009, The Dance Company (TDC) langsung mencuri perhatian publik musik Tanah Air.
Musik yang rancak, lirik jenaka dan sosok keempat personelnya yang populer membuat TDC cepat melejit. Meskipun Ariyo Wahab (vokal), Baim (gitar, vokal), Pongky (bas, vokal) dan Nugie (drum, vokal), memakai nama lain layaknya penyanyi rap atau hip hop. Ariyo jadi Riyo, Baim jadi Bebe, Pongky jadi Wega dan Nugie jadi Embot.
"The Dance Company satu-satunya di dunia, karena belum pernah ada empat vokalis yang bisa main musik bikin band," kata Pongky dalam acara Just Alvin tayangan Metro TV.
"Walau kita sudah tidak muda, kita berharap The Dance Company mencapai 3L, langgeng, laris dan legend," timpal Baim.
Untuk ukuran band yang baru punya satu album TDC mungkin telah mencapai L kedua alias laris. Penjualan debut album mereka lumayan sukses, undangan manggung di televisi dan konser seakan sambung menyambung.
Jumat (9/4/2010) ini TDC mentas di Nashville Pub & Cafe Hotel Banjarmasin International (HBI). Menurut Executive Secretary HBI, Erna, animo masyarakat Banjar terhadap TDC cukup tinggi. "Tiket terjual sudah mencapai 75 persen. Biasanya jelang penampilan permintaan makin tinggi," ujar Erna.
Bukan sekadar prediksi, karena boleh jadi penonton bukan saja fans baru TDC. Mungkin saja mereka adalah penggemar keempat personel TDC ketika main di band mereka terdahulu.
Ariyo melejit lewat lagu Sepenuh Hati yang sampai kini masih digemari. Baim ikut membesarkan ADA Band. Pongky dikenal sebagai vokalis sekaligus pencipta sebagian besar hits Jikustik. Nugie, walau kurang sukses bersama Alv Band, namun sempat melesat saat bersolo karier. Tertipu, Teman Baikku, Pembuat Teh dan Pelukis Malam adalah beberapa tembang kondangnya.
"Kalau aku memang suka lagu Papa Rock n Roll. Tapi sebelumnya aku memang ngefans sama Nugie. Kangen juga udah lama nggak lihat aksinya," kata Soraya, satu siswi SMA di Banjarmasin.

Rabu, 07 April 2010

TIKET


TIKET kembali merilis sebuah single terbaru ‘Baby I Am Sorry’ pada Maret 2010, single yang lagi-lagi akan memuaskan para Tiketeers (sebutan untuk fans Tiket) di seluruh wilayah Indonesia. Dengan single terbarunya ini, Tiket makin menguatkan akar musikalnya, di antara sejumlah tembang hit yang telah diluncurkannya. Sejarah kelahiran TIKET berawal di tahun 1999 dengan berdirinya band bernama ‘Glow’ yang dibentuk Opet Alatas (kelahiran Tanjung pinang, 8 April 1975) yang dikenal sebagai eks personil Gigi, dan Arden Wiebowo gitaris yang lahir di Jakarta, 20 Agustus 1981. Namun apa boleh buat, Glow harus beberapa kali gonta-ganti personil dan diakhiri dengan pergantian nama grup, tepatnya pada 20 Mei 2000 lahirlah nama baru, TIKET. Nama TIKET sendiri dicetuskan pertama kali oleh Opet Alatas (yang juga sempat jadi additional bassist Padi, Dr. PM, Base Jam dan Andre Stinky) dengan harapan bahwa band ini dapat menjadi ‘tiket’ yang akan membawa para personilnya masuk industry musik Indonesia, sekaligus membawa Opet Alatas kembali ke dunia music yang telah ditinggalkannya sejak ia memutuskan untuk berpisah dengan Gigi tahun 1999 lalu. Setelah melewati perjuangan berat, pada Mei 2001 TIKET teken kontrak rekaman dengan PT. Indo Semar Sakti yang akhirnya membawa mereka masuk studio rekaman, dengan luncuran album perdana bertitel nama band mereka. Sukses dengan album pertama, di mana lagu-lagunya banyak yang meraih hits, seperti diantaranya lagu ‘Cinta Yang Lain’, ‘Abadilah’ dan ‘Hai Bintang’. Di album TIKET yang kedua ‘Sebuah Anugerah’ (2003), mereka masih konsisten menghadirkan tembang-tembang manis yang juga diminati para TIKETEERS, apalagi luncuran mereka itu banyak didukung beberapa additional musisicians, seperti Dewa Budjana (sitar untuk ‘Terlahir Kembali’), Krisna Balagita (strings untuk ‘Usai Sudah’), Andy Rianto, Eko Patitur, Bonita, Lendra, serta Didit ‘Plastik’. Untuk rilisnya yang ketiga ‘Rasakan Yang Kurasa’ (2005), TIKET mengalami perobahan personil, mereka adalah Opet Alatas (bass), Arden (gitar, loops, synth & pad, backing vocal), Gatut (drum) dan Joey (vocal). Dari album ini muncul hits ‘Biar Cinta Menyatukan Kita’ dan ‘Rasakan Yang Kurasa’. Pada 2007 TIKET membuat album ‘Transisi’ yang lagi-lagi dengan formasi terbaru pada drum dan vocal, posisi drummer Gatut di gantikan Budhy Haryono dan vokalis Joey diambil alih Christian Bhaskara. Album ini menyajikan tembang Laki, Ketulusan Hati, Walau Jarak Memisah, Tanpa Dia, Memiliki Aku, Belahan Jiwa, Awas Kau Kena, Kunanti, Suara Hati, dan Hina. Setahun kemudian, TIKET berkenan bikin album ‘Transisi – Repackage’ dengan dua lagu baru, yang kemudian menjadi hits, ‘Hanya Kau Yang Bisa’ dan ‘Kau Buatku Berarti’, sedangkan sepuluh lagu lainnya merupakan lagu dari album sebelumnya. Sedangkan di akhir tahun 2009 lalu, TIKET sempat mengeluarkan sebuah single berani, yang padat dengan baluran rock, berjudul ‘Jatuh Bangun’. Kini single kedua TIKET yang bertajuk ‘Baby I Am Sorry’ (Maret 2010) dihadirkan dalam upaya memanjakan telinga para fans dengan single manis, yang memaparkan tentang cinta dua insan yang tertunda untuk saling memiliki :
Dimanakah kamu saat aku mencari cinta/Ternyata waktu yang tak mempertemukan cinta kita/Harus kupilih dia sebelum ada kamu/Tapi kuyakin suatu saat kita pasti satu/Baby I Am Sorry… Baby I Am Sorry/Salahkan aku tak memilihmu/Tapi kamu selalu dalam nafasku/Baby I Am Sorry… Baby I Am Sorry/Ternyata kita belum saatnya/Berbagi cinta untuk bersama ooh…

Endang Soekamti


Kalian yang ngaku rindu dengan band punk Endank Soekamti sebentar lagi bakal terobati. Yap, trio asal jogja ini sedang kebut-kebutan ngegarap album keempatnya. Single berjudul Audisi pun disiapkan untuk disebar di radio-radio pekan ini.
Mereka pun nggak sungkan mengatakan kalau albumnya bakal seru "Di album ini kita bakal lebih beragam lagi, baik dari musik maupun liriknya," Ujar Erik (vox/bas) kepada Hai Online.
Emang kayak apa sih?
"Kalau dari musik bakal semakin terasa pop punknya,selain itu juga kita banyak kerja sama dengan musisi lain dan rencananya kita bakal masukin unsur Brass di sini. Untuk lirik kita juga nggak cuma tentang cinta, ada yang tentang lingkungan dan nasionalis," beber Erik lagi
Gimana nggak ngebut, Endang Soekamti ternyata sekarang udah gabung sama label Nagaswara. So, mereka jadi semakin terpacu untuk nyelesain albumnya.
Endank Soekamti melibatkan Kamties, sebutan untuk fans Endank Soekamti, dalam penggarapan album ini. Mereka udah jauh-jauh hari mengadakan sayembara kepada Kamties untuk bikin lirik.
Semakin penasaran kan? kita tunggu aja. Kalau sesuai rencana Endank Soekamti siap merilis album keempatnya Mei ini.

Royal Ego


Karena ingin menjajal sesuatu yang baru dan menuangkan energi positif yang dimiliki, Ernest (gitaris Cokelat) dan Eno (drummer Netral) bersama dengan Gilbert (bassist Saint Loco) dan Hendra Bagya (vokalis New Market) sepakat membentuk band baru yang diberi nama Royal Ego.
Menurut Ernest, Royal Ego didirikan tahun 2005 lalu. Adanya band ini bukan berarti dirinya jenuh dengan grup band yang ada saat ini, namun karena ingin menumpahkan kemampuan yang tidak bisa dituangkan di grup band masing-masing personil Royal Ego.
"Musiknya agak up beat. Sampai hari ini bikin video klip, nama musiknya Senandung sama Say Something, tentang cinta tapi kita mainnya dalam lirik bahasa Inggris," ujar Ernest.
Ernest menambahkan, nama Royal Ego diambil karena dirinya dan kawan-kawan ingin terdengar jantan.
Hal senada juga diungkapkan sang drummer, Eno. "Kalau buat side project, kalau yang musiknya hampir sama, ya sama aja. Seperti yang Ernest bilang, ciri khasnya nggak keluar. Kalau di band sebelumnya kan kita nggak mungkin dengan area yang sama. Di sini kita berusaha mengembangkan kreativitas," ungkap Eno.

SLANK


Setelah absen manggung lebih dari lima bulan lamanya, Slank akan segera menyapa penggemarnya di panggung terbuka. Band beranggotakan Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bas), Abdee (gitar), dan Ridho (gitar) itu, turut berpartisipasi dalam event "Tolak Angin Karnaval SCTV 2010". Slank akan tampil di hadapan publik Bandung. Bersama sejumlah grup band lainnya seperti, The Changcuters, Jamrud, The Virgin dan d'Masiv. Mereka akan menjadi band pembuka mengawali rangkaian kegiatan Karnaval 2010, yang tahun ini akan dilangsungkan di 6 kota. Pada penampilannya di Lapangan Tegalega, Bandung, Jumat (9/4/2010) nanti, Bimbim berjanji akan memberikan sajian yang istimewa. "Untuk pertama kalinya, Slank akan membawakan lagu terbaru. Judulnya 'Jurus Tandur', artinya maju terus pantang mundur. Tandur sendiri berarti menanam padi," ujar Bimbim. Lewat lagu ini, lanjut Bimbim, Slank ingin menyuarakan sikap agar kita terus memelihara sebuah keyakinan. "Tentunya dengan sikap yang tunduk dan mundur. Mengambil filosofi menanam padi. Saat menanam, petani enggak berjalan maju tapi harus mundur. Lagu ini terinspirasi dari susahnya Slank manggung," paparnya.
Sebanyak tujuh lagu akan dibawakan Slank di hadapan Slanker di "Kota Outlet" itu. "Ada aransemen yang diubah. Kita akan bawakan lagu secara medley. Untuk lagu 'Gosip Jalanan' kita akan ubah liriknya disesuaikan dengan kondisi saat ini, seperti adanya markus (makelar kasus)," jelas Bimbim lagi.
Sementara itu, dikatakan Vice President Marketing SCTV Stephanus Halim, sejauh ini pihaknya tak mendapatkan masalah terkait izin menyusul penampilan Slank pada Karnaval SCTV 2010. "Tak ada masalah soal perizinan untuk konser Karnaval SCTV. Selain di Bandung, Slank juga akan tampil di hadapan para Slanker di Malang (10-16 Mei), yang menjadi kota terakhir perhelatan Karnaval SCTV 2010.
Di Malang, grup musik dan penyanyi yang akan tampil selain Slank, yakni Andra and The Backbone, Drive, Ungu, Dewa 19, Ari Lasso hingga Mulan Jameela. "Akan ada 250 musisi dan penyanyi yang akan dilibatkan, pada Karnaval tahun ini," ungkap Stephanus.

Jumat, 02 April 2010

BF2B


Setelah sekian lama libur, Bondan Prakoso ternyata tengah menghabiskan waktunya di dalam studio. Ia bahkan segera bersiap merilis album ke-3nya yang kini tengah memasuki tahap penyelesaian. sebagai bocoran pula Bondan pemanasan dengan keluarkan single yang berjudul "ya sudahlah"
“Bondan masih libur manggung dulu sementara. Sekarang sedang sibuk konsentrasi untuk album baru nanti. Sudah selesai mixing, tinggal tahap penyelesaian aja,” jelas sang manajer, Blend.
Lewat sang manajer yang dikenal religius tersebut akhirnya memberikan sedikit bocoran mengenai konsep bermusik Bondan yang ternyata masih akan bareng dengan Fade 2 Black di album barunya nanti.
“Album ke-3 ini masih tetap bareng sama Fade 2 Black, seperti dua album terdahulu,” terangnya
“Soal konsep, agak nyeleneh lagi dia nih. Dia buat satu lagu kayak jamannya Rinta Harahap gitu , bernuansa tahun 70-an. Ada juga satu lagu yang dia bikin berirama ska,” tambahnya lagi.
Namun Blend menjamin jika lagu terbaru bondan nantinya enggak akan mengecewakan para fansnya. Karena lagu tersebut masih meng-kolaborasikan rap vokal dari fade 2 Black dengan beat-funk.
“Selebihnya, lagu-lagu Bondan kan selalu beda ya, masih meng-kolaborasikan beat-beat funk dengan gaya rap musik dari Fade 2 Black” kata sang manajer lagi.