Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Minggu, 28 Maret 2010

KOIL ke mayor label



Koil yang selama ini dikenal sebagai band Indie telah bergabung dengan label Nagaswara untuk mendistribusikan albumnya. Adalah orang label Nagaswara yang melirik Koil. Tawaran tersebut pun disambut hangat oleh Otong cs yang pernah merilis album gratisan 'Blacklight Shines On'.
"Kalau kita sih pada dasarnya murahan. Jadi ditawarin kayak gitu ya ayo-ayo aja," ujar Otong.
Keuntungan bukanlah hal utama yang diharapkan Koil dengan bergabung bersama label yang menaungi Wali juga The Sisters itu. Mereka hanya ingin albumnya bisa sampai ke masyarakat yang lebih luas."Cuma fans yang die hard sama Koil yang tahu ini band apa. Sekarang album ini benar-benar kita peruntukkan ke masyarakat luas," jelas Otong.
Album yang dirilis 9 Maret lalu mengambil judul 'Blacklight'. Album tersebut sebenarnya karya repackage dari album sebelumnya. Koil menambahkan dua lagu baru dan satu lagu remix. Mereka juga mengganti sampul album dan akan dirilis dalam bentuk CD juga kaset.
Lagu lawas Koil 'Aku Lupa Aku Luka' akan jadi hits single. Disebutkan Otong, Nagaswara punya kontrak untuk menyebarkan album tersebut selama satu tahun. Lalu bagaimana anggapan orang tentang Koil yang identik dengan musik indie?
"Pada dasarnya filosofi indie itu dibikin orang. Kita hanya mengerjakan sesuatu. Apalagi kalau ngikutin Koil dari awal, di sampul album juga kita bilang kita ini bukan band indie," kisah Otong.
Anggapan miring sedikit banyak pastinya akan terdengar. Band yang pernah berkolaborasi dengan Ahmad Dhani dalam single 'Kenyataan dalam Dunia Fantasi' itu pun tak mau ambil pusing.
"Bodo amatlah. Nggak ngefek juga buat kita. Orang mau ninggalin kita juga terserah, suka ya terserah," jawab pria berambut panjang itu santai.

kerispatih tanpa sammy


Menjalani band tanpa vokalis mungkin hal yang mustahil bagi kebanyakan musisi. Tapi tidak untuk Kerispatih. Walaupun telah mengambil keputusan untuk mengeluarkan Sammy - vokalis yang kini terlibat masalah narkoba, namun Badai dkk masih tetap eksis. Mereka masih menerima jadwal manggung dengan konsep berbeda.
"20 Maret nanti (Kerispatih) akan show tanpa Sammy di ballroom sebuah hotel, acara pernikahan. Kita akan tampil berempat dengan saya sebagai penyanyinya. Kita ingin membuktikan kepada penggemar kalau kita masih ada," ungkap Badai.
Ditemui di acara audisi vokalis Kerispatih di Studio keyboardist yang banyak menyumbang karya untuk bandnya ini mengatakan bahwa Kerispatih tak akan melupakan Sammy. Biar bagaimanapun suara Sammy sudah melegenda bagi para penggemar Kerispatih.
Bahkan, untuk ke depannya, Kerispatih tetap memberikan kesempatan jika nantinya bisa reuni bareng dengan Sammy. "Kita membuka kesempatan apapun, secara kita ini musisi. Kalau mau reunian juga silahkan. Untuk ke depannya jalan selalu terbuka, kita juga siap berakustik dengan Sammy, itu tidak masalah," katanya. Badai juga mengaku, sosok Sammy akan terus dihormati. Makanya untuk audisi ini, bandnya memilih untuk mencari karakter dan suasana baru agar bisa tetap menjaga suara Sammy yang sudah melegenda. "Saat ini mungkin lagu-lagu Kerispatih yang lama harus bisa dibawain dengan karakter yang berbeda, nanti akan kita batasi," pungkas Badai yang masih terus menyimpan foto-foto Kerispatih bareng Sammy

Endank Soekamti


Setelah tiga tahun absen dari hingar bingar industri musik Indonesia, band pop punk asal Yogyakarta, Endank Soekamti, kembali merilis album ke-4 mereka yang berjudul "soekamti.com". Judul ini persis dengan nama website pribadi band itu. Berisi 16 buah lagu, Endank Soekamti menggebrak dengan alur musik riang dan lirik-lirik yang menyentil urat lucu. Boleh jadi ini yang membuat Endank Soekamti dan lagu-lagu mereka tetap nyaman dan ramah di telinga orang awam sekalipun. Melalui single pertama “Audisi”, Endank Soekamti menyapa pendengar radio di seluruh Indonesia dan Kamtis (sapaan fans Endank Soekamti) dengan lirik yang segar dan jenaka. Itulah salah satu kekuatan band yang beranggotakan Erix (vokal & bas), Dory (vokal & gitar) dan Ari (dram). Single pertama band ini bercerita tentang mencari jodoh lewat audisi, dikemas dalam balutan musik pop punk. Selama masa kontemplasi mereka 3 tahun terakhir, Endank Soekamti akhirnya bergabung dengan Big Indie Nagaswara. Di bawah bendera Nagaaswara, para personil Endank Soekamti berharap makin dikenal luas lebih, melebihi performa album-album mereka sbelumnya. Sementara, video klip band ini akan digarap pada pertengahan bulan April mendatang. Albumnya sendiri baru siap diedarkan bulan Mei. Dengan personil awal, Endank Soekamti tampil solid dalam album-album mereka, yakni “Kelas 1” (2002), “Pejantan Tambun” (2005), dan yang terakhir “Ssttt….” (2007).
Saat ini lebih dari 5000-an Kamtis yang selalu aktif hadir jika Endank Soekamti perform di sekitar pulau Jawa. Demikian halnya saat Endank Soekamti di manapun, selalu dipenuhi para fans beratnya itu. Sebagai contoh, ketika sedang perform di kota Solo, Kamtis dari Yogyakarta, Semarang, Salatiga, Ngawi serta Kamtis dari Jakarta pun segera mendatanginya. Tercatat sudah 3 kali mengadakan kegiatan “Gathering Kamtis” di Yogyakarta dan Jakarta, peserta dari luar daerah pun berjubel ingin ikutan. Dokumentasi foto kegiatan tersebut tersimpan rapi di www.soekamti.com. Sedangkan menurut catatan di fans page Face Book “Endank Soekamti”, sudah melebihi 27.000-an lebih. Selain ngeband, Endank Soekamti mempunyai aktifitas di basecamp Yogyakarta, yaitu mengelola studio recording dan radio online. Radio bernama Radio Soekamti FM itu sudah berjalan hampir setahun dan hanya bisa di akses melalui internet. Penampilan Endank Soekamti di belahan bumi manapun, dapat disaksikan lewat fasilitas live streaming concert yang menjadi bagian Radio Soekamti FM. Nantinya, Endank Soekamti juga akan membuat tv online sendiri. Kreatifitas Endank Soekamti dan team, mendapat dukungan penuh dari Rahayu Kertawiguna selaku produser Nagaswara untuk mengukuhkan band ini sebagai band pertama di Indonesia yang memiliki audio online atau streaming bernama Radio Soekamti FM. Rencananya, MURI akan mencatat hal ini bertepatan dengan launching album Endank Soekamti sekitar bulan Juni 2010 mendatang.

Rabu, 24 Maret 2010

BIP tampil diDASYAT



Setelah 7 tahun vakum, BIP kini menyiapkan album baru. Mereka mengusung warna musik milik legenda Benyamin S sebagai inspirasi.
“Kita akan ada album baru dan akan ada enam lagu. Mungkin April akan keluar. Semuanya sudah selesai, tinggal finishing saja,” ungkap Pay.
Indra menambahkan, warna musik yang mereka usung adalah progressif Betawi rock. Dijelaskan Bongky, warna musik ini terinspirasi dari seniman Betawi, almarhum Benyamin S.
“Dia itu legend dan enggak ada duanya. Tapi lagu betawi itu hanya satu lagu saja. Judulnya Mane-Mane Boleh,” papar cowok yang juga eksis di Warteg Boyz ini.
Meski awalnya mereka personel BIP berjalan sendiri-sendiri, tapi begitu mereka bersama lagi, jadilah musik BIP. “Memang kebutuhan kita ada di BIP,” tegas Ipank.... Lihat Selengkapnya
Bongky mengatakan yang membuat BIP kembali lagi adalah para penggemar. Semangat fans sejati membakar semangat BIP untuk kembali menghasilkan karya di jagat musik tanah air.
BIP merasa Februari adalah momen yang tepat untuk kembali bersama. Masing-masing personel pun masih merasa satu rasa.
“Selama ini kita memang enggak ada masalah. Ini masalah momentum dan mungkin sekarang momen yang tepat. Karena butuh momen dan spirit baru buat bikin album baru,” tukasnya

Minggu, 14 Maret 2010

T.R.I.A.D siap kunjungi Banjarmasin


Banjarmasin, giliran The Rock yang akan datang ke kota seribu sungai.
Dua minggu ke depan, tepatnya Jumat (26/3) malam band yang kelahirannya dibidani personel Dewa, Ahmad Dhani ini bakal menghentak pengunjung Sphinx Executive Club.
Band beraliran rock proyek sampingan Dhani ini cukup cepat meroket. Masih berada di bawah naungan manajemen Republik Cinta, seperti Dewi Dewi dan Andra and The BackBone, band yang satu ini terbilang sedikit beda.
Album pertama berhasil dilepas ke pasar musik nusantara adalah Master Mister Ahmad Dhani I. Album tersebut dirilis pada tanggal 30 Agustus 2007 dengan hits andalan "Munajat Cinta".
Kini di album terbaru The Rock,rencananya akan bawakan lagu untuk Bung Karno diberi judul Benar Salah Dia Idolaku. "Benar Salah Dia Idolaku, ini lagu buat idola saya, Bung Karno," ungkap Dhani Selain lagu itu, Dhani menyiapkan sejumlah lagu lainnya, di antaranya Selir Hati, Sedang Mikirin Kamu, Mama, dan lagu dangdut berjudul Pasrah yang pernah dipopulerkan Muchsin Alatas. "Yang menjadi lompatan besar dari saya di album ini adalah lagu Pasrah.

ridho slank kembali garap soundtrack


Selain berperan sebagai Sada dalam film SAFANA, Ridho Slank juga dipercaya menggarap album soundtrack film tersebut. Direncanakan akan ada lima buah lagu yang akan menjadi musik pengiring film yang mulai syuting 14 Maret mendatang itu.
“Rencananya 5 lagu tapi belum jadi karena gue harus lihat film ini dulu kan gue juga mesti lihat scene-nya gimana suasananya gimana. Karena gue nggak bisa ngasih lagu begitu saja karena moodnya dalam film ini juga harus diperhatikan biar dapat alur filmnya,” tuturnya.Ridho yang ditemui di acara Press Conference film SAFANA, mengaku tidak akan melibatkan Slank dalam penggarapan musiknya. Bahkan melibatkan orang lain di luar Slank.
“Karena ini project gue sendiri jadi gue nyari orang lagi, kemungkinan gue akan coba Kinar (Kinaryosih, red) tapi itu baru rencana karena gue harus lihat karakter suara dia,” terangnya.
Mohammad Ridwan Hafiedz atau yang populer dengan nama Ridho Slank, mendapatkan peran sebagai Sada, seorang pria tegar yang menghadapi banyak ujian. Ini merupakan film keduanya, setelah sebelumnya bersama Slank membintangi film musikal, GENERASI BIRU.

Andra & the Backbone ikutan nge Jazz


Jika publik mengenal Andra & the Backbone beraliran pop rock, dalam Jakarta International Java Jazz Festival 2010, grup band yang digawangi Dedy Lisan, Andra Ramadhan Junaidi, dan Stevie Morley Item menghadirkan nuansa yang beda. Ya, mereka mencoba membawakan karyanya dalam nuansa yang Jazzy.Namun musik yang dibawakan bukanlah jazz yang pekat, serius, dan berat, sebagaimana jazz yang galibnya dibawakan para musisi jazz mapan, tapi jazz yang mudah cerna dan dengar. Sehingga membuat lagu-lagu hits mereka seperti "Main Hati'', ''Tak Ada Yang Bisa'', ''Hitamku'', dan nomor wajib ''Sempurna'' berhasil membuat ratusan penonton menyambutnya semarak, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang turut berdendang sepanjang lagu dibawakan.Menurut sang vokalis, Dedy Lisan, dia merasa diuntungkan dalam format alternatif Andra & the Backbone kali ini. Tidak sebagaimana biasanya, jika membawakan ciri khas musikalitas grup bandnya, dia harus berpayah-payah mengambil nada-nada cenderung tinggi, dengan power yang kuat pula.Kemarin hal itu tidak begitu berlaku lagi, saat Andra & The Backbone membawakan nomor-nomor lagunya dalam racikan jazz. Meski untuk berproses menghasilkan corak jazz, atau berbau jazz bukan perkara mudah. Andra misalnya, harus lebih sabar, cermat, dan teliti memainkan gitar bolongnya. Sama halnya dengan Stevie Item yang intensitas permainan gitar harus tetap terjaga.
Pada sesi konser mereka non-jazz, Stevie biasanya memegang instrumen bass. Malam itu, (7/3) pemain bas, drum, dan dua backing vokal didukung para pemain additional. Meski sebisa mungkin tampil dalam corak, yang dalam bahasa Andra, ''mendekati jazz'', dan belum benar-benar jazz, memainkan lagu-lagu Andra & the Backbone dalam alunan lebih pelan, dan kalem sepengakuannya, menimbulkan sensasi tersendiri.
Dan memang, Andra malam itu membawakannya dengan cukup santai, misalkan dalam lagu karya Ari Lasso; ''Misteri Ilahi'', ''Kangen'', dan ''Melati'' yang dibawakan dengan tempo lebih pelan. Sangat tampak sekali, Andra yang memoles lagu-lagunya menjadi terdengar Jazz, berupaya menghadirkan nuansa spesial, akrab tidak berjarak dengan penonton.