Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Kamis, 17 Desember 2009

Balawan siapkan album


Balawan, pemusik jazz andal asal Bali mengaku akan segera meluncurkan album terbaru bersama dengan kelompok musik etniknya, Batuan Ethnic Fusion pada awal tahun 2010. “Kami masih tetap menonjolkan kekuatan etnik alunan gamelan Bali yang dikolaborasi dengan nuansa modern gitar yang saya petik,” kata penyanyi bernama lengkap I Wayan Balawan Menurut dia, perpaduan nuansa tradisional musik etnik Indonesia dengan unsur modern gitar akan melahirkan sesuatu yang unik apabila dieksplorasi dengan cermat, tanpa menghilangkan identitas Indonesia. “Terlebih lagi, perpaduan dengan musik modern membuat musik-musik tradisional lebih mudah diterima anak-anak muda, apabila tidak seperti itu musik-musik tradisional Indonesia tinggal kenangan,” katanya. Ia menilai, anak-anak muda sekarang cenderung lebih menyukai musik-musik yang berasal dari luar negeri, padahal Indonesia sendiri sebenarnya sangat kaya dengan musik tradisional yang sarat nilai dan makna. Ditanya keinginan mengkolaborasikan petikan gitarnya dengan musik tradisional lain selain gamelan Bali, ia mengaku sangat menginginkannya, namun ia merasa masih banyak unsur gamelan Bali yang belum tereksplorasi. “Kebetulan, saya memang lebih menguasai permainan gamelan Bali, sehingga lebih enjoy bermain tanpa takut salah, namun tidak menutup kemungkinan akan mengkolaborasikannya juga dengan musik tradisional lain,” katanya. Berkaitan dengan album barunya, ia mengatakan, album baru Balawan and Batuan Ethnic Fusion nanti berisi sekitar sembilan lagu yang mengambil beberapa unsur musik, seperti oriental, etnik tradisonal, dan tentunya jazz. “Lagu-lagunya bersumber dari inspirasi yang saya dapat sehari-hari, misalnya lagu berjudul Mie Goreng as Long as I Can Live yang menceritakan tentang kehidupan anak-anak kos yang erat dengan mi instan,” katanya. Ia mengaku, proses pembuatan album barunya tersebut membutuhkan waktu cukup singkat, karena baru dimulai sekitar sebulan lalu, sebab pembuatan albumnya memang berbeda dengan pembuatan album band-band kebanyakan. “Namun yang jelas, album baru Balawan and Batuan Ethnic nanti tetap mengandung unsur idealisme, teknik gitar, entertainment, serta edukasi,” kata gitaris yang dikenal lewat permainan gitar double neck yang sangat apik dan sarat teknik itu. Bersama Batuan Ethnic Fusion, Balawan mampu mengobati kerinduan para penikmat jazz Semarang dengan memainkan sekitar 15 lagu, di antaranya Dust in The Wind, What a Wonderfull World, dan Semua Bisa Bilang. Seluruh lagu itu dibawakan Balawan dengan petikan gitar menggunakan teknik touching (sentuhan) berbalut musik jazz kental, diiringi alunan gamelan Bali, Batuan Ethnic Fusion berirama rancak yang membuat penonton tak segan bergoyang mengikuti irama lagu.

BASE JAM kembali


Empat tahun adalah masa yang harus dilewati oleh para personil Basejam untuk kemunculan kembali mereka di blantika musik Indonesia, hal ini sama sekali bukan di karenakan bubar jalan ataupun kehilangan produktifitas dalam berkarya, melainkan di karenakan kesibukan masing – masing personil yang berbeda – beda dengan jarak yang cukup berjauhan antara satu dengan yang lainnya. Di masa istirahat tersebut Ariss (guitarist) berangkat ke Melbourne Australia untuk sekolah sound, Sita (bassist) sibuk dengan pendidikan S2 nya di London, Adon (Vocalist) tenggelam dalam project solo Album Religius, sementara Oni (Guitarist) menambah jam terbang dengan menjadi music director & additional guitarist untuk beberapa band & penyanyi solo seperti Yovie Nuno, Pinkan Mambo, Shanty & Duo Maia.
Pengalaman yang berbeda – beda selama masa “istirahat” mereka dari band membawa nuansa yang lebih segar ketika mereka kembali berkumpul dan mulai menggarap karya bersama – sama. Aris (guitarist) dengan bekal pendidikan sekolah soundnya dan Oni (guitarist) dengan pengalaman dan jam terbangnya bahu – membahu dalam merancang Aransement lagu, sementara penciptaan lagu dan lirik di tangani oleh Adon bersama – sama dengan Sita.Setelah karya terkumpul, satu hal lagi yang harus di kerjakan oleh Adon (vocalist), Aris ( guitarist), Sita (Bassist) dan Oni (guitarist) untuk menjaga identitas Basejam sebagai group band dengan dua vokalis adalah mencari vokalis baru untuk menggantikan Sigit yang hengkang dari band untuk bersolo karier. Pekerjaan ini bukan perkara mudah karena vokalis yang di butuhkan adalah vokalis yang sesuai dengan karakter musik Basejam juga memilki kemampuan bernyanyi serta warna vokal yang selaras dengan Adon. Semuanya ada pada diri Alvin.
Di Penghujung tahun 2009 masa hybernasi bagi Basejam pun berakhir, single terbaru mereka dengan vokalis baru Alvin di luncurkan, berjudul “Aku Berbeda” lagu yang di ciptakan oleh Adon yang menceritakan tentang seorang kekasih yang tidak mengungkapkan cinta, sehingga selalu salah dalam mengungkapkan cinta & isi hatinya pada pasangannya, pada akhirnya sang kekasih ini selalu dibandingkan dengan mantan kekasih yg dulu jadi pasangannya.Lyric lagu yang di buat oleh Adon dan Sita ini menjadi kekuatan dari lagu “ Aku Berbeda”dan lebih di perkuat lagi oleh Aris dan Oni dengan Balutan aransemen yang simple, harmonis namun tetap Catchy, serta di bumbui oleh beat drum yang berkarakter hasil tabuhan dari Yoyok “Padi” yang menjadi additional drumer dalam produksi lagu “Aku Berbeda”. Simple, Harmonis dan Catchy adalah konsep musik yang coba di suguhkan oleh Basejam dalam formasi baru saat ini.

D'masiv album kedua


D`Masiv akan merilis album keduanya dalam waktu dekat. Hebatnya meski belum merilis satu singel pun, mereka sudah diminta untuk mengisi soundtrack tiga sinetron!
Album yang bertajuk "Perjalanan" tersebut rencananya akan dirilis pada pertengahan Desember. Album itu menjagokan lagu 'Rindu 1/2 Mati'.
"Alhamdullilah sudah ada tiga sinetron yang minta. Kita sih senang aja. Berarti masih rezekinya d'Masiv," ujar Rian
Karya-karya baru d'Masiv nantinya masih banyak bernuansa cinta. Cinta universal yang juga sukses mereka tuangkan dalam album perdananya 'Perubahan'.
Menurut Rian, album ini adalah kelanjutan dari kehidupan d'Masiv yang sebelumnya, mencoba mengenalkan diri kepada khalayak musik. "Sampul albumnya hampir satu konsep. Kita tetap tanpa muka. Kita berjalan di tengah banyak orang. Ada Masivers, ibu-ibu sampe anak kecil," jelasnya.

KOTAK segera rilis album ke tiga


Kotak berencana merilis album ketiganya Februari 2010. Dalam penggarapan album tersebut, mereka masih menggandeng musisi Dewiq dan Pay.
Posan Tobing, drummer Kotak mengungkapkan alasan kenapa mereka masih bekerja sama dengan mereka. Menurutnya Kotak sangat butuh sentuhan tangan dingin pasangan suami istri tersebut, karena tak bisa dipungkiri sukses album kedua mereka tak lepas dari dahsyatnya singel "Masih Cinta" besutan Dewiq - Pay.
Sementara Tantri sang vokalis menambahkan, mereka tidak mau munafik bahwa mereka masih satu lingkup dengan Dewiq dan Pay. "Kita bangga bisa dibuatkan lagu dan tidak nolak. Karena lagu kita dulu naik, karena buatan dia," jelasnya.
Sejak album pertama dan kedua, Dewiq dan Pay masih mengiringi kesuksesan Kotak. "Kita merasa mereka sudah bagian dari kita," lanjutnya.
Bahkan mereka mengaku belum mau lepas dari Pay dan Dewiq, pasalnya mereka merasa masih nyaman bekerja sama dengan keduanya sampai sekarang. "Bukan berarti kita tidak bisa buat musik, hubungan kerja juga bagus," pungkasnya.
Sebelum albumnya dirilis, band beranggotakan Tantri [vokal], Posan [drum], Cella [gitar] dan Chua [bass] ini merilis singel bertajuk "Pelan-Pelan Saja" karya Dewiq.

kolaborasi cocacola



Bagaimana jika empat musisi dari ragam genre berbeda bersatu dalam satu proyek musik ? Hasilnya bisa disimak dalam lagu "Buka Semangat Baru" yang dilantunkan Ello, Ipank, Lala dan Barry "Saint Loco".
Di tangan mereka singel untuk iklan Coca Cola itu jadi lebih berwarna. Maklum saja, Ipank berlatar belakang rock, Ello dan Lala lebih ke pop, sementara Barry terkenal dengan rapnya. Namun proyek ini ternyata tak jadi halangan mereka untuk bersatu.
"Ini lagu adaptasi dari seluruh dunia. Nyanyinya kelar sehari aja. Take vokal bareng-bareng, beres deh," jelas Ipank. "Seninya justru karena karakter beda. Nggak ada batasan, kalau udah masuk nada mah sama semua," pungkasnya.

konser "KOIN UNTUK KEADILAN"


Sejumlah musisi besar dan pengamat musik tanah air bergabung dalam konser amal tanggal 20 Desember 2009 yang bertempat di Hard Rock CafĂ© Jakarta. Konser ini juga diadakan dalam rangka merayakan Hari Kesetiakawanan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Desember setiap tahunnya. Ide konser ini tercetus tak lama setelah Prita Mulyasari divonis harus membayar uang sejumlah Rp. 204.000.000,- kepada pihak Rumah Sakit Omni International atas tuntutan pencemaran nama baik. Sebagai bentuk kesetiakawanan dan solidaritas, maka dibentuklah tim panitia konser yang terdiri dari jajaran pencinta dan pengamat musik Indonesia dan menamakan diri sebagai KOIN UNTUK KEADILAN. Konser Koin Untuk adalah bentuk rasa kesetiakawanan dan pernyataan sikap untuk melawan ke tidakadilan agar tak ada lagi kasus semacam Prita yang lainnya. Nama KOIN sendiri terinspirasi dari gerakan masyarakat untuk mengumpulkan koin dalam rangka membantu Prita melunasi dendanya. KOIN juga bisa diartikan bebas sebagai akronim dari ‘Kepedulian Orang Indonesia’. Inilah simbol gerakan moral dari dunia hiburan tanah air untuk memberi himbauan kepada pemerintah sekaligus menyebarkan inspirasi kepada kaum muda bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budayanya. Musisi dan tokoh hiburan yang akan tampil dan ikut andil dalam menyatakan penolakan terhadap ketidakadilan ini adalah Slank, GIGI, Ari Lasso, Nidji, Cokelat, Sheila on 7, Titi DJ, Ada Band, Andra & The Backbone, Padi, She, Sherina, Audy, Drive, Seringai, Pee Weegaskins, Funky Kopral, Kunci, Marvells, Drew, Saykoji, Ronaldisko, Endah N Rhesa, Black Star, Domino, Ika Putri, Gruvi, J-Flow, dan Patent. Konser akan digelar mulai pukul 15.00 – 21. 00 WIB. Masyarakat yang berminat untuk datang dan menonton diharapkan untuk menyumbang sebesar Rp. 50.000,- sebagai tanda solidaritas. “Seluruh sumbangan masyarakat di konser ini akan diberikan pada Prita sebagai simbol kesetiakawanan dan bentuk kepedulian kita sesama bangsa Indonesia. Berikutnya, beliau yang akan meneruskan ke pihak yang membutuhkan,” papar Adib Hidayat, Ketua Panitia Konser Koin untuk Keadilan, “dan bukan dalam bentuk koin. Itu hanya icon saja,” jelasnya lebih lanjut.
Meskipun gugatan terhadap Prita telah dibatalkan oleh pihak Rumah Sakit, namun acara seperti ini penting untuk tetap diadakan agar suara masyarakat tak dianggap remeh dan kejadian serupa tak lagi terjadi di masa mendatang. Cukup satu Prita saja yang mengalami ketidakadilan.

Minggu, 06 Desember 2009

Andra and The BackBone spoke person MTV Staying Alive 2009


Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember mendatang disambut Global TV dengan gelaran konser MTV Staying Alive yang diselenggarakan pada 6 Desember. Dalam gelaran akbar itu, Andra and The BackBone mendapatkan kehormatan sebagai band yang didapuk menjadi spoke person, atau pihak yang menjadi ikon MTV Staying Alive 2009. “Awalnya kita kaget juga, karena kita bertiga bukan orang yang banyak ngomong, jarang menjelaskan sesuatu. Akhirnya kita belajar ngomong lagi, tapi bangga lah karena ini untuk sesuatu hal yang positif,” ujar Andra. Gitaris senior yang juga masih memperkuat formasi Dewa 19 itu lantas bertutur soal theme song MTV Staying Alive 2009 yang bertitel Selamat Tinggal Masa Lalu. “Lagunya itu sudah ada di album terbaru kita. Temanya tentang suatu hal yang positif. Karena mungkin saya punya pengalaman pribadi banyak teman-teman pecandu juga, banyak yang berakhir tragis. Tapi banyak juga yang bisa bangkit. Jadi tinggalkan masa lalu untuk memulai hidup yang baru,” terangnya. Andra yang ditemani oleh Dedy Lisan dan Stevie Morley Item tersebut nampaknya juga ingin publik menyimak pesan dari single tersebut. “Dari lagu itu kita berpesan, aku pikir temanya sudah cukup kuat,” tandas musisi berusia 37 tahun yang juga salah satu pendiri supergroup Dewa 19 itu.