Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Minggu, 22 November 2009

single terbaru KOTAK


Masih Cinta? Kalau kamu ngerasain susah banget melepas bayang-bayang cowok atau cewek kamu, ya sudah “Pelan-Pelan Saja” nanti lama-lama juga hilang. Gak percaya? Coba kita tanya ke KOTAK.
Pasti Tantri [vokal], Posan [drum], Cella [gitar] dan Chua [bass] punya jawaban. Pasalnya, itulah single terbaru band rock yang bakal segera membuat kamu, susah melepas cinta lama deh.
Tantri aja ngaku, lirik lagu baru ini seperti pengalaman yang pernah dialaminya. “Tapi aku yang mutusin loh ya, dia yang sulit ngelupain aku,” katanya pede sambil tertawa kecil.
Yah, kalau kamu masih cinta, dengerin single terbaru KOTAK, “Pelan-Pelan Saja”...

Selasa, 27 Oktober 2009

satu lagi ulah MALINGSIA


Perang dingin Indonesia-Malaysia tampaknya belum usai. Setelah beberapa kasus klaim Malaysia atas kekayaan budaya Indonesia menyeruak, kini giliran karya milik band Wali yang jadi sasaran. Kabarnya lagu "Cari Jodoh" yang populer itu diaransemen ulang dan dirilis oleh musisi Malaysia tanpa ijin.
Band beranggotakan Fa'ang (vokal), Apoy (gitar), Ovie (keyboard), Nunu (bas), dan Tomi (drum) itu mengaku tak akan tinggal diam dalam kasus ini. Mereka telah melakukan pengusutan dengan mengirim orang untuk mengecek kebenaran kabar ini. Kini mereka sudah mendapatkan bukti dan barang buktinya sudah ada di tangan.
Mereka juga berencana mengecek sendiri ke toko-toko kaset di Malaysia kala tur ke negeri jiran itu bulan depan. Setelah itu mereka akan berunding dengan manajemen tentang kelanjutan kasus ini. Yang pasti Wali menuntut permintaan maaf dari musisi yang telah merubah lagu "Cari Jodoh menjadi versi remix itu".

BIP netral GIGI tampil bareng


BIP, Netral dan GIGI akan tampil dalam perhelatan Indonesia Live yang akan diadakan 31 Oktober di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Acara yang kental dengan aroma cinta tanah air ini tak hanya menampilkan musik, tapi juga serangkaian atraksi tarian.
Selain tiga band papan atas tadi akan tampil juga Ridho Rhoma & Sonet 2 Band. Sederet band yang konsisten memainkan musik di genre pilihannya juga akan unjuk gigi, seperti Saint Loco, Gangsta Rasta, The Upstairs, dan Tony Q.
"Sebuah keinginan yang realistis untuk lebih mengedepankan musik Indonesia di depan penontonnya sendiri. Selain itu, juga keinginan menjadikan musik berskala industri bisa berdampingan manis dengan kesenian tradisional. Impian ini akhirnya bisa diwujudkan dalam sebuah bingkai manis bernama Indonesia Live," kata Yudhis Tjoe, perwakilan dari panitia penyelenggara. Nantinya, beragam corak musik akan diperdengarkan buat para penonton. Dengan membandrol tiket masuk seharga Rp10.000, para penikmat musik yang datang ke acara ini juga akan diberi gratis kartu perdana Telkomsel. Agenda lain yang juga bakal tersaji di perhelatan ini adalah pameran dunia mobile dan internet serta kuliner Indonesia. Diharapkan para pecinta musik bisa mendapat banyak keuntungan, yaitu menonton musik, memahami dunia mobile digital dan bisa santai menikmati kudapan khas Indonesia.

jelang Soundrenaline 2009


Soundrenaline 2009 merupakan ajang penyelenggaraan Soundrenaline ke-8, sejak pertama kali festival musik ini digelar tahun 2002. Soundrenaline telah menjadi ikon pelaksanaan festival musik terbesar di tanah air.Saat ini, ajang musik ini digelar di lima kota secara serentak, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Balikpapan dari 25 kota yang telah direncanakan di Indonesia. "Dengan semangat "Lead the Beat", Brand A mengajak para musik maniak untuk memulai sesuatu yang berbeda, untuk berani melakukan hal-hal di luar kebiasaan, untuk menciptakan karya yang unik serta meraih impian mereka melalui berbagai cara dan media, antara lain melalui musik," ujar Marketing Area Manager PT.HM Sampoerna Tbk wilayah Medan Romulus Sutanto. Acara ini diikuti 100 grup, selain itu didukung dengan gelaran musik dari musisi lokal finalis wanted 2009 dan pameran foto hasil karya komunitas pencinta foto di "out of ordinary photobooth". Dikatakannya, pada kompetisi "do your beat" di mobile zone activity, para maniak musik ditantang untuk menciptakan beat unik dari instrumen non musik, yang biasa dipergunakan sehari-hari seperti perkakas masak, onderdil mobil dan peralatan kerja lainnya. Sebanyak 3 grup (terdiri dari 2 orang) dari 25 kota akan dipilih sebagai pemenang kompetisi "do your beat" dan diterbangkan ke garuda Wisnu Kencana Denpasar Bali untuk menjadi bagian dari Soundrenaline 2009. "Kami menyambut gembira penyelenggaraan berbagai fasilitas yang diadakan menjelang penyelenggaraan Soundrenaline. Semoga kegiatan ini memicu dan memacu kreatifitas pecinta musik muda dewasa di kota Medan," terang Romulus. Disebutkannya, Soundrenaline 2009 yang akan digelar di Bali pada tanggal 14-15 November mendatang, Brand A menggelar serangkaian acara unik yang menantang pesertanya untuk membuat dan merangkai beat-beat yang menggunakan perkakas atau alat-alat yang dipergunakan sehari-hari. Brand A ingin merangkul lebih banyak musik melalui aktivitas di berbagai kota di Indonesia ini.

band panggung ala netral


Saat ini kondisi penjualan fisik di industri musik tanah air, baik berupa keping CD maupun pita kaset, terbilang kolaps. Ini efek klasik dari mengguritanya pembajakan. Berbagai prosesi siasat pun digelar para musisi, baik yang berformat solo maupun grup. Selain penjualan secara digital, manggung merupakan pilihan paling logis untuk mengais peruntungan. Hal ini diamini pentolan band Netral, Bagus netral,. “Memang itu kenyataannya,” tukasnya. Netral sendiri saat ini dalam satu bulan dapat manggung 4 sampai 5 kali. Sebuah jumlah yang lumayan. “Kami memang mengandalkan manggung,” tandas pemain bass berkepala plontos ini. Sepinya penjualan secara fisik yang tergantikan dengan cara digital sangat disayangkan oleh Bagus, sebab sebagai musisi penghargaan terhadap proses kreativitas menjadi turun. “Karena dalam proses pembuatan satu album di situ juga terdapat cover album dan segala macam aspek lainnya,” jelasnya. Tapi kondisi seperti ini tak bisa ditolak sebagian besar musisi. “Mau bagaimana lagi. Dengan perkembangan digital adanya ya seperti ini,” keluh Bagus. Itu juga diakui Bagus menjadikan pembuatan album terbaru Netral menjadi proses yang cukup ribet. “Terpenting sekarang ini bagi musisi, apa saja hajar,” katanya.

Bondan bikin band rock


Melihat begitu banyak band beraliran musik Melayu di dunia musik tanah air, Bondan Prakoso pun mengambil sikap dengan membuat sebuah band baru sebagai proyek teranyarnya. Hal itu diungkapkan oleh Blend, manajer Bondan,. “Bondan dan saya sempat bicara soal Melayu ya. Sebenarnya itu kan gini. Segmen dangdut kan sudah tidak ada lagi di pasaran musik dan diperparah dengan adanya pembajakan. Otomatis ketika Melayu nongol maka penggemar dangdut naik level ikut dengerin Melayu. Makanya bisa ngebooming kayak gitu,” tutur Blend. Tak ada yang salah dengan band Melayu tersebut, namun yang disayangkan Blend dan Bondan adalah kualitas mereka yang tidak dijaga. “Beberapa kali pas ngeliat live, drumnya masih belum stabil, sound gitarnya juga nggak dijaga, jadi sayang banget,” kata Blend menyayangkan. “Kalau memang rakyat Indonesia suka, kata Bondan sih sebaiknya dijaga kualitasnya dong. Boleh ada sih, nggak bisa dilawan. Tapi kenapa kok kualitasnya asal-asalan, jangan sampai lah kayak gitu,” tambahnya. Karenanya, agar tidak didominasi oleh band-band Melayu saja, Bondan pun membentuk sebuah band anyar beraliran rock. “Bondan ada proyek baru,” kata Blend. “Formatnya band tapi belum bisa dikeluarin ya, dia lagi nunggu momen yang tepat.” “Bandnya rock. Bondan sebagai produser, bassist, 100% nyanyi. Dia lihat band rocknya nggak sekarang, Melayu semua sih, hahaha,” pungkasnya.

SID


Walaupun sempat tegang gara-gara konser yang memakan korban di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (23/10), penampilan grup musik rock Superman Is Dead (SID) bisa memukau ribuan penonton di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu (24/10) malam. Pentas musik yang disponsori sebuah produk rokok itu juga menampilkan grup musik Shaggydog asal Yogyakarta. Meskipun pada awal pentas sempat gerimis, tidak menyurutkan penonton untuk meninggalkan alun-alun di tengah Kota Magelang itu. Grup musik SID beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagai bassist, dan Jerinx sebagai drummer. Setiap lagu yang dibawakan SID, mampu menghipnotis para penonton, apalagi latar belakang panggung dilengkapi dengan layar multimedia yang membuat suasana bertambah hidup. Para penonton terlihat menikmati lagu-lagu yang dibawakan SID sambil berjingkrak mereka mengikuti aba-aba yang disampaikan sang vokalis. Dalam pentas tersebut SID membawakan 12 lagu, antara lain lagu Black Market Live, Good Bye Whiskey, Outsiders, Lady Rose, serta Kuat Kita Bersinar. Pentas yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berlangsung cukup tertib dan aman. SID menutup penampilannya dengan membawakan lagu Cinta Kami Bersama. Pentas yang berakhir sekitar pukul 22.00 WIB itu tidak hanya disaksikan pecinta musik dari Magelang saja, tetapi juga banyak penonton dari daerah sekitarnya seperti Temanggung, Wonosobo, dan Purworejo. Usai pentas musik tersebut, banyak penonton tidak langsung meninggalkan lokasi, mereka masih duduk-duduk bergerombol di sekitar alun-alun untuk menghabiskan malam panjang.