Get 4Shared Premium! TrialPay Referral Program

Selasa, 31 Juli 2012

Yoyo


Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis drumer grup band "Padi", Surendro Prasetyo alias Yoyo, dihukum satu tahun penjara, namun berupa hukuman rehabilitasi. "Dihukum satu penjara karena terbukti dengan sah dan meyakinkan telah menyalahgunakan zat psikotropika golongan satu bagi diri sendiri," kata Ketua Majelis Hakim. Menurut majelis hakim, vonis satu tahun penjara ini tidak dijalani, karena Yoyo diperintahkan untuk melakukan terapi medis dan sosial (rehabilitasi). Hal yang meringankan, kata Sapawi, Yoyo mengakui dan menyesali perbuatannya serta tidak pernah dihukum, bersikap sopan dan sejak lama telah melakukan terapi sosial dan medis. Sementara hal yang memberatkannya adalah terdakwa sejak lama telah mengkonsumsi zat psikotropika tersebut dengan sengaja. Pengacara Yoyo, Herbin Siahaan, mengatakan pihaknya menerima terhadap semua putusan majelis hakim. "Kami tidak mengajukan keberatan," kata Herbin. Hal yang sama juga diungkapkan Yoyo yang menerima putusan itu. Namun dia mengharapkan majelis menjatuhkan putusan yang lebih ringan. "Sebenarnya saya mengharapkan lebih rendah dari itu," katanya.Sementara itu Jaksa Penuntut Umum Yussie Cahaya dalam keterangannya masih fikir-fikir terhadap putusan itu. "Kami masih fikir-fikir," kata Yussie menjawab pertanyaan majelis hakim.Sebelumnya JPU menuntut Yoyo 15 bulan penjara. Yoyo ditangkap polisi pada 27 Februari 2010 dan ditahan oleh Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta.

Under The Scars


Band metal asal Bandung, Burgerkill baru saja merilis trailer untuk video klip terbarunya 'Under The Scars' . Lagu ini masih diambil dari album teranyar Burgerkill 'Venomous' yang dirilis pada 2011 lalu. Kali ini, Burgerkill bekerjasama dengan rumah produksi Cerahati Production yang merupakan milik dari seorang Edy Khemod, drummer dari band Seringai. Di trailer berdurasi 1:08 detik yang dirilis ini terlihat personel Burgerkill sedang bertarung di sebuah ruangan yang gelap dan disekap. Video klip-nya akan dirilis sebentar lagi. Penasaran akan trailer-nya?


Teori Konspirasi


“Kalah bukanlah sebuah pilihan” mungkin adalah kutipan yang menjiwai dirilisnya album “Teori Konspirasi, yang ditelurkan oleh tokoh terkemuka dalam dunia musik alternatif. Vokalisnya adalah Chandra “Che” Johan, vokalis band Cupumanik.
Romi Sophiaan, yang wara-wiri di banyak band alternatif ’90-an, memegang bass. Edwin Syarif (terkenal sebagai gitaris band Cokelat) menyayat gitar. Sementara itu, Kirana Hamonangan — lebih beken dengan nama panggung Marcell — menggebuk drum.
Edwin dan Marcell adalah aktor intelektual di balik persekongkolan kuartet super yang diberi nama Konspirasi.
Mereka menolak kalah dari rotasi musik arus utama saat ini yang cenderung seragam. Mereka juga menolak kalah dari pemeo “grunge is dead”. Genre alternatif ’90-an ini memang sedang digadang-gadang sedang bangkit dalam beberapa tahun belakangan — baik di luar maupun dalam negeri.
“Konspirasi berawal dari keinginan gue untuk kembali membuat musik yang keras dengan meminimkan rem kemapanan,” kata Edwin Syarif. “Akhirnya gue kembali melirik grunge,” kata dia lagi. Dari serangkaian pertemuan sejak 2008, para personel berusaha menyatukan visi dan menghasilkan musik “menolak kalah” ala mereka.
Dan hadirlah “Teori Konspirasi”, berisi 9 lagu dengan total durasi yang cukup singkat — hanya 33 menit lebih sedikit. Saya hampir selalu mendengarkan album ini dalam perjalanan, kebanyakan di dalam kereta listrik. Hasilnya, perjalanan terasa sangat singkat (sayangnya tak elok ber-headbang ria di tengah penumpang).
Dari segi konten, “Teori Konspirasi” tidak terlalu keras. Terutama jika Anda berpengalaman mencicipi Alice In Chains, Soundgarden, Stone Temple Pilots atau Pearl Jam. Jika Anda tak ahli dengan nama-nama yang disebut barusan, jangan langsung cemas. Ada nuansa akrab telinga pada lagu-lagu Konspirasi, yang membuktikan bahwa mereka juga ingin karya ini diintimi sebanyak-banyaknya massa.

Hampir semua lini patut diacungi jempol. Riff-riff gitar progresif, kerap berbelok tajam dan menukik, adalah jiwa Konspirasi. Dan mereka juga tak antimelodi. Seperti grunge yang menolak mati, salah satu persekongkolan yang perlu dibuat adalah infiltrasi melodi supaya lagu-lagu akrab di telinga.
Maka jadilah “Dilema” yang seakan pelan namun menghentak di tiga perempat lagu — dan ditutup dengan agung (saya hampir menitikkan air mata). “Melawan Rotasi” meliuk-liuk dengan lini bass yang indah, lengkap dengan lirik puitis, dan bahkan gebukan drumnya bisa membuat Anda bernyanyi! Jagoan versi saya di dalam “Teori Konspirasi” adalah “Melacak Jejak Purba”, yang merupakan kunci dari keseluruhan album ini.
Album ini bisa dimaknai memiliki dasa muka. Bagi mereka yang menerima apa adanya “grunge is dead”, album ini mungkin sekadar nostalgia atau mesin waktu ke era ’90-an. Bagi para pecinta gitar mendayu-dayu, mereka akan katakan “bahkan tak ada solo gitar lebih dari 1 menit di lagunya”, atau bahkan “musiknya laki banget”.

Apapun pendapat yang berbeda-beda itu, bagi saya album ini adalah karya apik dari mereka yang mengerti betul akar musik ’90-an.
Yang saya kurang paham adalah dua interpretasi saya pada teknik pemasaran mereka. Di satu sisi, guna melawan pemeo “grunge is dead” mereka berusaha memopulerkan lagi genre ini, membangkitkan grunge. Di sisi lain, menempel karya dengan label atau genre tertentu jelas berpotensi membuat ceruk tersendiri untuk karya tersebut. Dalam hal ini, karya ini berpotensi terperangkap dalam 4L: Lu Lagi Lu Lagi.
Jadi itulah “Teori Konspirasi”, ia punya dasa muka dan bisa dimaknai berbeda-beda. Saya setel lagi “Melacak Jejak Purba”, dan mengamati liriknya:
“Jangan hanya lihat dari kanan, tatap yang kiri. Jangan hanya percaya yang terang, lihat yang gelap”
Dan samar-samar saya mulai mengerti persekongkolan ini. Seperti pentolan-pentolan Konspirasi pernah menyatakan, “Grunge penting, tapi rilisan karya bagus lebih penting!

Absen religinya ungu


Grup band pop Ungu memutuskan tunda rilis single religi di bulan puasa tahun ini. Padahal, Ungu sudah tiga tahun tidak meluncurkan album religi terbaru.
Terakhir, band yang diisi oleh Pasha (vokalis), Makki (bass), Enda (gitar), dan Oncy (gitar) merilis album religi berjudul Maha Besar (2009).
Meski tertunda, masalah ini tidak membuat para personel kecewa. Alasan ini bisa mereka gunakan untuk beristirahat.
"Engga (kecewa), bagus ada istirahat sedikit," kata Pasha
Pasha mengemukakan alasan tertundanya single religi tahun ini.
"Lagu sih sebenarnya sudah siap, karena berbenturan dengan album baru jadi enggak dirilis," bebernya.
Pemilik nama lengkap Sigit Purnomo Syamsuddin Said itu melanjutkan,"Saya sih kalau ditanya maunya sih keluar, tapi tidak semudah itu ngomongnya.”

Demam religi


Memasuki bulan ramadan, musisi berbondong-bondong merilis single atau album religi mereka. Targetnya adalah mayoritas masyarakat muslim di Tanah Air.
Ada yang tiap tahun merilis lagu religi, sebut saja Opick dan juga grup band Gigi. Kedua musisi ini setiap tahunnya merilis album religi. Opick meluncurkan album Salam Ya Rasulullah, yang berisikan tujuh lagu baru dan tiga lagu lama yang di-recycle, salah satunya adalah “Dealova”.
Tak hanya kedua musisi itu, band lainnya seperti J-Rock, bahkan Slank juga merilis single religi tahun ini. Tak hanya penyanyi pop, dangdut juga tak mau kalah. Trio Macan yang populer berkat “Iwak Peyek”, merilis single “Nabung Haji”. Endang S Taurina dengan D+ meluncurkan single “Tempat Tertinggi”.
Trio Macan mengaku merilis single religi untuk merubah imej yang selama ini terkesan negatif di masyarakat. Mereka seolah ingin membuktikan bahwa Trio Macan tidak seronok dan bisa menyanyikan lagu religi.
Grup dangdut yang digawangi Lia Amelia (19), Iva Novanda (24), dan Sherly Chacha (22) itu akan tampil sopan sepanjang bulan puasa. "Gaun panjang, selendang, busana tertutup. Ya, ngademin hati. Biar enggak bosan juga penonton sama Trio Macan," katanya.
Ada juga yang berencana merilis single religi seperti penyanyi Ashanty. Dia mengaku sudah menyiapkan single “Hanya Tuhan”, tapi tampaknya belum bisa dirilis tahun ini. Begitu juga dengan Jamrud, mereka juga akan membuat single religi, tapi tampaknya juga belum tahun ini.

Berikut musisi dan single/album religi yang dirilis:

J-Rock: single “Tersesal”
Hedi Yunus: album The Best Religi Hedi Yunus
Slank: single “Sedekah” di album I Slank U
Guntur Bumi: “Bersimpuh di Hadapmu”
Trio Macan: “Nabung Naik Haji”
Opick: album Salam Ya Rasulallah
Gigi: “Aku dan Aku”
Ashanty: “Hanya Tuhan”
Endang S Taurina cs: “Tempat Tertinggi”

Pemilik Hati


Larocca band bersikeras menuduh lagu "Pemilik Hati" milik Armada merupakan jiplakan lagu mereka yang berjudul "Rasa Ini". Pasalnya, gitaris Armada, May, merupakan bekas personel band yang juga berasal dari Palembang tersebut.
"Lagu "Rasa Ini" versi laroca yang menjadi “Pemilik Hati" versi Armada diciptakan oleh Ricco (vokalis Laroca) pada tahun 2008," ujar manajer Larocca, Emma Rahmawati saat dihubungi melalui telefon genggamnya.
Menurut Emma, "Rasa Ini" merupakan lagu yang diciptakan Ricco sebagai ungkapan kesedihan kehilangan May yang memilih bergabung dengan Armada. Sebelum bergabung ke Armada, May sempat meminta lagu "Rasa Ini" dibawakan oleh Armada. Namun, Emma selaku manajer menolaknya.
minta lagunya Ricco itu untuk dibawa ke Armada, tapi saya enggak kasih, dan saya bilang kalau lagu itu mau dipakai oleh Larocca," tandasnya.
Betapa kagetnya Emma dan awak Larocca lainnya ketika Armada merilis lagu "Pemilik Hati" yang sangat mirip dengan lagu mereka. Emma pun sempat meminta May menjelaskan kemiripan lagu itu. Namun, May hanya memberikan janji.
"Setelah lagu itu akhirnya booming di Armada, Emma pernah menghubungi May untuk minta kejelasannya. Tapi May selalu memberikan janji-janji manis untuk menyelesaikan masalah ini, tapi enggak pernah selesai," tutupnya.

Minggu, 29 Juli 2012

Nama Peterpan bakal tinggal menjadi sejarah


Nama Peterpan bakal tinggal menjadi sejarah. Usai kebebasan Ariel dari penjara, semua yang berhubungan dengan grup band fenomenal itu akan dirombak. Dari mulai nama, logo hingga aransemen musiknya akan berubah. "Ya benar semuanya. Nama ganti, ubah nama, ubah disain cover, sebentar lagi. Ke depan akan launching buku dulu. Selanjutnya, nama dan album baru. Buku di Agustus, album akhir Agustus dan awal September. ujar pemilik label Musica, Ibu Acin Menurut Ibu Acin, materi album baru Ariel dan kawan-kawan sudah siap. Bahkan salah satu lagu baru mereka dibut di Rutan. "Materi album siap, tapi sudah diganti soundnya karena sempat bocor, ada dua lagu baru, ada satu lagi yang dibuat di Rutan. Konsep sama, mixing dan mastering berubah," tambah Ibu Acin. Wanita yang sangat perhatian dengan Ariel dkk itu pun mengaku sangat bersyukur dengan pembebasanAriel. Ia berharap Ariel dan kawan-kawan bisa meraih cita-cita baik secara band maupun personal. "Bersyukur terimakasih Tuhan hari ini terjadi juga Ariel bisa bebas bersyarat. Ini merupakan awal yang manis dan indah untuk Ariel dan keluarga, David, Uki, Lukman, Reza, Sahabat Peterpan, Musica, dan industri musik Indonesia. Semoga mereka bisa melanjutkan cita-cita karir dan kehidupan pribadinya," pungkasnya.Ngomong-ngomong, ada rencana untuk konser di luar negeri? "Saya belum tau," jawab Bu Acin.

Kamis, 26 Juli 2012

tersesal


Bulan puasa menjadi momen bagi para musisi untuk menelurkan single religi, tak terkecuali bagi J-Rocks. Tercatat, untuk pertama kalinya selama 9 tahun berkarier di industri musik nasional, J-Rocks mengeluarkan sebuah single religi. Bukannya membuat lagu baru, band yang digawangi Iman Taufik Rachman (vokal), Swara Wima Yoga (bass), Sony Ismail Robbayani (gitar) dan Anton Rudi Kelces (drum) itu memilih untuk mendaur ulang lagu lama. Pilihan mereka jatuh pada lagu "Tersesal" yang tak lain adalah track di album kedua J-Rocks, Spirit (2007). Awalnya lagu tersebut super ngerock dengan balutan banyak distorsi. Namun setelah di daur ulang, lagu tersebut memiliki nuansa baru yang lebih kalem. "Yang versi religi agak sedikit kalem. Lagunya tetap dark, tapi ada unsur Islami. Agak lebih mellow dikit. Kita juga belajar kasih nuansa Timur Tengah di sana," ujar sang pembetot bass Wima. Lalu mengapa J-Rocks mendaur ulang lagu lama ketimbang bikin lagu baru? "Kalau ada lagu baru, kami sih milih untuk album yang lagi dikerjain. Dan lagu itu temanya cocok untuk Ramadhan, jadi kita daur ulang aja," jelasnya. Single religi J-Rocks ini nantinya akan dikemas dalam "album single." Akan ada dua lagu di dalamnya. Selain "Tersesal" ada sebuah lagu bertajuk "JRockstars" yang dipersembahkan khusus untuk para penggemar J-Rocks. "Mereka itu yang selalu nanya karya baru kami dan sabar nungguin. Penyemangat yang selalu ada buat kami. Kasihan juga kalau mereka nunggu kelamaan sementara album belum kelar-kelar, jadi single ini untuk mereka," tutup Wima.

Ngintip Soekamti’s 5th Album


Trio pop punk asal Yogyakarta, Endank Soekamti, telah kembali ke dapur rekaman guna menelurkan album kelima mereka, pertama setelahSoekamti.com yang dirilis pertengahan tahun 2010 silam.

Melalui rilis pers yang diterima Rolling Stone, album yang tajuknya masih dirahasiakan ini akan diisi dengan enam belas lagu, termasuk sebuah lagu yang liriknya didapat dari pemenang sayembara. Seperti pada album-album vokalis dan bassist Erix, gitaris Dory, serta drummer Ari sebelumnya, tema lagu pada album ini masih bercerita soal persahabatan dan percintaan yang diangkat dari kehidupan sehari-hari.
Proses rekamannya sendiri dilakukan di Fatbaztard Records, Semarang, dan pihak Endank Soekamti memperkirakan bahwa album ini akan memakan waktu dua minggu untuk rekaman plus satu minggu lagi untuk mixing di Fatbaztard Records, Yogyakarta.
Album ini kemungkinan besar akan dirilis secara gratis, sehingga Erix menyatakan bahwa wajib hukumnya bagi calon pengunduh untuk melihat dan memahami bagaimana seluk beluk di balik proses pembuatan sebuah album studio.
Oleh karena itu, sejak Jumat (21/7) lalu, setiap malam pukul 22.00 WIB via Internet, telah ditayangkan rekaman video dokumentasi dari penggarapan album kelima Endank Soekamti. Serial web berjudul Ngintip Soekamti’s 5th Album ini akan terus diunggah setiap harinya hingga album mereka rampung dikerjakan.
Idenya sendiri berawal setelah Endank Soekamti mulai menghasilkan serial web seperti Daddy Miss War, Lingsir Wengi, dan Truth or Dare yang diproduksi secara kerja sama dengan X-Code Films serta bisa dinikmati melalui YouTube.
X-Code Films sendiri telah berkonsentrasi di ranah serial web sejak tiga tahun lalu. Karya mereka sukses mendapatkan pengikut dan dibicarakan berbagai kalangan, salah satunya adalah Toni Blank Show.
Ngintip Soekamti’s 5th Album akan menampilkan berbagai kegiatan yang dilakukan Endank Soekamti selama mengerjakan album kelima mereka, seperti proses rekaman, pembuatan lirik, liburan, hingga kegiatan buka puasa bersama.
“Ini materi yang sederhana dan dampaknya cukup bagus di komunitas. Selain membuat semakin dekat dengan Kamtis Family (sebutan bagi penggemar Endank Soekamti), juga sebagai metode promo yang efektif sebelum albumnya sendiri dirilis,” ujar Erix menjelaskan.

RAN

Momen Ramadan dimanfaatkan para personel RAN (Rayi, Asta, dan Nino) menggarap materi lagu untuk album keempat. Grup yang dibentuk pada 2006 ini menjanjikan album anyarnya nanti akan lebih seru.
"Album keempat kita pasti beda dengan sebelumnya, sekarang ini sih materinya masih mentah. Tapi kita enggak bikin yang cinta mulu, kita bikin yang tema seru saja," ungkap Asta

Dia menjelaskan, grupnya tidak banyak mengambil job selama Ramadan. Selain menghemat energi, mereka ingin lebih fokus menggarap album baru.
"Bulan puasa kegiatan kita slow down. Kita pingin bikin yang spesial. Sekarang sih masih 40 persen, masih tahap awal. Puasa sengaja ngambil dikit. Soalnya nguras energi jadi mendingan ngerjain sesuatu," ungkapnya.
RAN sebelumnya sukses meluncurkan album HOP3 (2011). Album yang berisikan sembilan lagu itu diselipkan “Mencuri Hati” yang pernah dipopulerkan Fatur “Java Jive” dan Nadila.
Selain itu, RAN juga terlibat dalam proyek album kompilasi menghormati karya musisi Kla Project berjudul A Tribute To KLa Project. RAN menyanyikan “Tentang Kita”

Samson

Grup band Samsons kini sedang menyiapkan launching album keempatnya. Namun hingga saat ini, mereka masih merahasiakan siapa yang menjadi vokalisnya. Sebab menurut kabar, Bams sudah tidak bersama Samsons lagi.
Selama kurang lebih tiga tahun, nama Samsons seperti menghilang di belantika musik Tanah Air. Tidak ada jadwal manggung, dan tampil di layar kaca. Namun band yang terkenal melalui lagu "Kenangan Terindah" ini mengaku sengaja menutup diri dari hadapan publik untuk memersiapkan gebrakan baru.
"Sebenarnya berita-berita yang bilang kalau kita bubar itu bikin bingung. Kita baik-baik saja. Alasan enggak muncul karena kita benar-benar menutup diri demi sesuatu yang baru. Kalau kita manggung, sesuatu yang baru itu enggak akan dapat," kata Konde saat berbincang di East Building, Kuningan, Jakarta, Rabu 26 Juli 2012.
Sayangnya, ketika ditanya apakah Bams masih terlibat di album keempat mereka, drummer Samsons itu tidak menjawabnya dengan pasti. Dia meminta seluruh penggemar Samsons menunggu album teranyar mereka.

LA Lights Meet The Labels 2012

Sebuah kesempatan emas bagi band/solo/duo berbakat. Tak perlu susah payah ke Jakarta untuk "menjual diri" menemui label. LA Lights kembali menggelar LA Lights Meet The Labels 2012, dimana talenta-talenta berbakat dapat bertemu langsung dengan lima perusahaan label musik, yaitu Alfa Records, Aquarius, E-Motion, Seven Music, dan Warner Music Indonesia.
Meet The Labels 2011 melahirkan satu band dan penyanyi solo. Lyric Band digaet untuk rekaman oleh Warner Music Indonesia, serta Joshua March diorbitkan oleh Seven Music. Perhelatan di tahun 2012 ini pun kembali merambah ke berbagai daerah di Indonesia.

Tiga kota besar yang telah disinggahi adalah Surabaya (9 Juni), Yogyakarta (23 Juni) dan Banjarmasin (7 Juli). "Acara ini merupakan wadah untuk membuktikan kemampuan bermusik," papar Maya Shintawati, selaku Brand Manager LA Lights pada konferensi pers yang diadakan Selasa, 24 Juli 2012, di The Only One Club, FX Lifestyle X'nter, Jakarta. Alhasil ribuan peserta membeludak di tiap kota yang disinggahi. "Kami sampai harus menyusun strategi agar yang mendaftar bisa tersalurkan untuk ikut audisi," terang Arie Legowo, A&R Manager Warner Music Indonesia, melihat antusias tersebut.
Tidak ada batasan genre musik untuk ikut serta dalam kompetisi bergengsi ini. "Kami mencari musik yang fresh, unik dan tentunya laku di pasaran," ujar Iqbal Siregar, perwakilan dari E-Motion. Perwakilan label-label yang turun langsung di lapangan banyak menemukan karakter musik yang beragam dari tiap daerah. Setelah disaring untuk pre-casting, kemudian peserta yang terpilih tampil live audition di hadapan wakil lima label rekaman tersebut.
Arie menjelaskan bahwa dalam audisi peserta diwajibkan untuk memainkan dua lagu, satu lagu wajib serta lagu sendiri. Namun banyak peserta yang lebih memilih untuk membawakan dua lagu karya sendiri. Hal ini dipandang positif oleh Iqbal, karena dapat melihat karakter dan kesesuaian band/duo/solo dengan musik yang mereka mainkan.
Jangan khawatir tidak dapat mengikuti ajang pencarian talenta berbakat ini. Kesempatan masih terbuka lebar karena selepas lebaran LA Lights Meet The Labels 2012 akan menyambangi Medan, Bali, Balikpapan dan Pontianak.

Summer Sonic Festival


Sebuah prestasi membanggakan siap ditorehkan oleh Pee Wee Gaskins (PWG). Agustus nanti, band bergenre pop punk yang beranggotakan Dochi Sadega (bass), Sansan (vokal dan gitar), Reza (synth dan keyboard), Aldi Kumis (drum) dan Ayie (gitar) akan bertolak ke Jepang untuk tampil di festival rock terbesar, Summer Sonic Festival. PWG sendiri akan tampil di Island Stage pada 18 Agustus 2012.
Kesempatan tersebut bermula ketika mereka diundang untuk menonton pentas Punk Spring pada bulan Maret lalu. "Di sana dikenalin label. Mereka dikasih tahu ada band PWG. Responnya bagus," terang Dochi saat ditemui di Rolling Stone Cafe Jakarta pada Rabu, 18 Juli 2012, sore. Setelahnya PWG kemudian diberi kabar ada kesempatan untuk dapat pentas di Summer Sonic tahun 2013. Namun ternyata mendapat kabar lagi dimajukan pada tahun ini, karena masih ada spot kosong untuk band dari Asia.
Tentu hal tersebut bukanlah sekedar keberuntungan yang diperoleh band yang tahun lalu sempat menjajal panggung di Sonic Boom Festival 2011. Materi album dipelajari dengan ketat oleh penyelenggara. Tak hanya sekedar urusan musik, namun dilihat pula kemasan dan fanbase. Dochi menegaskan bahwa komunikasi tetap dijaga dengan pihak pengundang dari Jepang. Bahkan PWG memberikan mini album "You And I Going South" terbaru kepada mereka.
PWG akan bertolak ke Jepang pada 13 Agustus 2012. Sederetan rencana pun telah disusun. Pada tanggal 16 Agustus, PWG akan tampil di sebuah klub besar di Jepang, ACB Hall, di Shinjuku. Kemudian akan memeriahkan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia sehari setelahnya.
Ketika tampil di Summer Sonic Festival, di hari yang sama di panggung utama akan tampil Green Day, Franz Ferdinand, Sigus Ros, Death Cab For Cutie maupun Adam Lambert. PWG akan tampil sekitar 35 menit. Dengan persiapan hanya dua bulan, PWG mempersiapkan konsep penampilan.
Penggemar PWG di Jepang cukup banyak. Di video "Satir Sarkas" yang diunggah di Youtube penggemar dari Jepang memberikan komentar : I'm from Japan. I can't understand what they're singing. But I like PWG so freaking much. F**k the language barrier :). Memang benar anggapan bahwa musik adalah bahasa yang universal bisa diterima oleh semua umat manusia.
Sebagai pemanasan sebelum ke Jepang, PWG mengadakan acara Pee Wee Road To Japan Party di Rolling Stone Cafe. Dorks (penggemar PWG) pun hadir memeriahkan suasana. Tidak hanya datang dari sekitar Jakarta, namun ada pula Dorks yang datang dari Batang, Tegal bahkan Jambi. Di kesempatan itu pula, personel-personel PWG melelang barang-barang untuk menambah uang "jajan" ketika di Jepang.
Album kedua PWG menyandang judul Ad Astra Per Aspera yang artinya menuju bintang melalui jerih payah. Memang usaha mereka untuk meraih "bintang" dilalui dengan susah payah dan berliku. Mereka pernah merasakan gelombang penolakan dari kelompok yang menyebut diri sebagai Anti Pee Wee Gaskin yang berskala nasional. "Bintang" pun diraih berupa Best Cutting Edge dari MTV Indonesia Awards tahun 2009, Best Social Media Band di penghargaan Indigo Awards, dan tahun 2012 mendapat nominasi Best Rock Album sertaBest Solo, Rock Group or Duo di Anugerah Musik Indonesia.
Kini di tahun 2012 ini pula mereka menjadi band Indonesia pertama yang tampil di Summer Sonic Festival. "Kalian yang menginspirasi kita buat main. Kalau kita ga dibenci, ga mungkin kita bisa membuktikan kalau kita layak untuk bisa tampil di sini (Summersonic Fest)," ucap Dochi sembari berterima kasih kepada Dorks mau pun mereka yang membenci PWG.

Ramadhan in Harmony


Bila tidak ada halangan, dua tokoh dalam industri hiburan tanah air akan melakukan kolaborasi, sang Komposer, Erwin Gutawa dan penata artistik Jay Subiyakto dalam ajang konser "Ramadhan in Harmony."
Dalam pentas musik yang akan digelar di Plenary Hall Balai Sidang Jakarta tanggal 11 Agustus mendatang keduanya akan menyuguhkan orkestrasi dengan dukungan paduan suara serta pertunjukan budaya yang mencerminkan keragaman Indonesia.
Erwin akan memimpin Erwin Gutawa Orchestra membawakan 75 orkestrasi dengan dukungan paduan suara yang terdiri atas 60 orang dalam pentas musik yang dimotori oleh Venusa Production dan Yayasan Addawah tersebut.
Konser yang digelar untuk menyambut bulan Ramadhan 1433 Hijriah dan memperingati kemerdekaan Indonesia itu juga akan dimeriahkan berbagai atraksi budaya yang menggambarkan keragaman kehidupan beragama dalam sebuah harmoni.
"Konser ini bertujuan ingin mengembalikan Indonesia yang penuh dengan toleransi beragama karena saat ini ada banyak timpang. Indonesia kan Bhineka Tunggal Ika, ini perlu kita tunjukan lagi dalam pertunjukan," kata Jay
Jay sudah melakukan riset untuk menampilkan gambaran keragaman dan sejarah masuknya sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
"Islam di Indonesia tidak harus identik dengan Arab," tambahnya.
Sebagai bentuk harmoni, konser itu diantaranya akan menampilkan tradisi Pela Gandong atau ikrar untuk bersaudara dari Maluku dengan iringan tembang dari Glen Gredly.
"Di sana ada sebuah tempat ibadah, kalau hari Jumat untuk mesjid sedangkan kalau hari Minggu jadi gereja. Di sana juga ada kampung Islam dan kristen yang hidup harmonis," kata Jay.
Artis yang akan tampil dalam konser selama dua jam itu juga berasal dari beragam agama, ada Bimbo, Rosa, Gigi, Dira Sugandi, Gita Gutawa, Marcell, Glen Fredly, dan koreografer Hartati Swarna Dwipa yang akan tampil bersama angklung Obby A.R.
Harmoni suara dalam Adzan Pitu (Adzan Tujuh) yang berasal dari Cirebon juga akan ditampilkan dalam konser yang tiketnya dijual dengan harga dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta rupiah.
"Konser ini menceritakan hal baik dan mengingatkan hal yang tidak baik sehingga penonton nantinya dapat memperbaiki berbagai hal dan menyadari sesuatu karena tema-tema di konser ini ada hubungananya dengan kondisi Indonesia sekarang," kata Erwin.

Minggu, 22 Juli 2012

RIP Miten ex gitaris netral


Awan duka memayungi musik rock Indonesia. Mantan gitaris grup rock Netral, Ricky Dayandani (40) alias Miten, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Minggu (22/7/2012) pagi. Kabar duka tersebut cepat beredar melalui pesan berantai BlackBerry Messenger. "Turut berduka cita atas wafatnya saudara kita Ricky Miten Dayandani jam 10 tadi pagi di RS Medistra krn sakit, rumah duka Wisma Kusuma Indah Blok B No. 62, Jl. Hankam, 500 m dari Mall Pondok Gede, jenazah akan disemayamkan besok siang di TPU Pondok Rangon. R.I.P my brother...GBU --i-Rock! - Indonesian Rock/Metal," tulis kabar duka tersebut. Pihak manajemen dan para personel Netral juga menyampaikan duka melalui akun Twitter resmi Netral. "@netral_official: Rest In Peace Miten :'(" tulis mereka. "@ombags: RIP Miten ex gitaris @netral_official jam 10 pagi tadi met jalan Ten, We love U," tulis vokalis dan pemain bas Netral, Bagus, tak lama kemudian. Manajer Netral, Wawan Juniarso, menegaskan bahwa kabar itu benar. "Ya, benar, jam 10.30 tadi ya," kata Wawan.Netral dibentuk pada November 1991. Ketika itu, Netral hanya terdiri dari tiga personel, yaitu Bagus Dhanar Dhana alias Bagus, Gabriel Bimo Sulaksono alias Bimo (drum), dan Miten. Pada Juli 1998, Bimo keluar. Pada tahun yang sama, Eno Gitara Ryanto alias Eno masuk untuk menggantikan Bimo. Pada Desember 1999, Miten mengundurkan diri dengan alasan mendalami musik dan melanjutkan studinya ke AS. Pengganti Miten baru diperoleh pada 2003, yaitu Christopher Bollemeyer atau Coki.